Pendekar Sampah

Pendekar Sampah
Bertemu Guru Sekte Awan


__ADS_3

Lu Zhi tiba-tiba teringat satu hal yang mencolok dimatanya saat pertarungan bersama Qing Yuan. lalu dia langsung memberi tahu nya kepada Zhao Kang, "Saya baru ingat, di gagang pedang pemuda itu ada liontin giok merah berbentuk simbol bulan sabit".


"Apa?".


"Sudah kuduga dia pasti murid yang diceritakan oleh beliau kepadaku", gumam Yu Zhen salah satu yang terkuat di sekte awan dengan umur yang masih 30 tahun. dia bergumam sambil merenung sejenak.


Zhao Kang bangun dari duduk kursi nya secara marah seolah-olah kemurkaan nya seperti akan meledak.


Namun, kemarahan nya itu dia tumpahkan kepada Lu Zhi sebagai pelampiasan, "Ternyata kau memang lemah! tidak ada guna nya selama ini kami berharap lebih padamu!".


Bola mata Lu Zhi bergetar tak percaya akan perkataan dari Zhao Kang yang menghina diri nya.


Lu Zhi menunduk kesal nan marah tak sanggup lagi menatap ke arah Zhao Kang karena kini perasaan malu nya kian membesar.


Dia berkata begitu tekad secara geram dalam hati nya akan pembalasan dendam kepada Qing Yuan, "Kau bocah sialan, suatu saat aku benar-benar akan membunuh mu".


Ketegangan dan kemarahan itu, di cairkan oleh Yu Zhen yang membantu menenangkan suasana.


Dia maju kedepan lalu bertanya kepada Lu Zhi, "Lu Zhi dimana kau bertemu dengan pemuda itu?".


"Saya bertemu di daerah hutan pegunungan paman guru Yu Zhen".


Setelah mengetahui tempat Lu Zhi di serang, Yu Zhen berbalik ke hadapan Zhao Kang.


"Izinkan saya untuk mengurus nya ketua", pinta Yu Zhen sambil menunduk dengan menyatukan kedua tangan secara tangan kiri menggenggam kepalan tangan kanan dengan sedikit hentakkan.


Zhao Kang berpikir sebentar akan permintaan Yu Zhen sebelum memberinya izin. namun, karena dia pun cukup sakit kepala untuk memikirkan nya, Zhao Kang mengizinkan Yu Zhen yang mengurus, "Baiklah, kau pergilah".


"Baik, terimakasih ketua", Yu Zhen mundur secara perlahan sebagai penghormatan. sesudah itu dia langsung membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan sekte awan untuk menuju ke tempat yang Lu Zhi maksud.


Karena hutan pegunungan tak begitu jauh dari sekte awan, Yu Zhen melihat Qing Yuan dan Xiao Yu yang tengah berjalan keluar dari hutan menuju ke arah pegunungan.


Yu Zhen mudah menemukan mereka dikarenakan dia bisa terbang dan melihat mereka dari atas.

__ADS_1


Keberuntungan kali ini memihak Yu Zhen, entah kenapa Yu Zhen bisa berpikir seperti itu seolah-olah diri nya sangat menunggu saat-saat ingin bertemu dengan Qing Yuan.


Secara perlahan sedikit memutari tubuh Yu Zhen turun kebawah tepat dihadapan Qing Yuan dan Xiao Yu.


Sementara reaksi Qing Yuan melihat seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan nya membuat diri nya menjadi was-was dan hati-hati, "Siapa lagi ini? darimana dia muncul?". Qing Yuan bertanya dalam hati nya dengan perasaan was-was.


Berbeda dengan reaksi Xiao Yu, seperti biasa dia tetap santai dan dingin.


Keberadaan Yu Zhen membawa ancaman bagi Qing Yuan. Qing Yuan menitipkan bunga-bunga giok api merah itu semua kepada Xiao Yu sehingga bunga-bunga itu menumpuk sampai menghalangi pandangan Xiao Yu, "Aku titipkan semua ini, orang itu biar aku yang urus".


Qing Yuan berbisik secara serius menatap Xiao Yu yang saat ini merasa terbebani tak ikhlas hati untuk menerima titipan bunga yang sungguh merepotkan dirinya.


Selesai menitipkan bunga-bunga itu, Qing Yuan berbalik kembali menatap kearah Yu Zhen,


"Sringg!".


Suara tarikan pedang yang tajam dari sarung nya terdengar sangat jelas karena kesunyian malam, Qing Yuan menarik pedang nya dengan hati-hati untuk bersiap menghadapi Yu Zhen apabila dia tiba-tiba menyerang. secara erat-erat Qing Yuan menggenggam gagang pedang dengan perasaan merasakan bahwa orang di hadapan nya begitu luar biasa kuat.


Pertanyaan yang di ajukan Qing Yuan tak di gubris oleh Yu Zhen. Yu Zhen hanya terdiam sambil melirik ke arah gagang pedang Qing Yuan seperti sedang menatap liontin simbol bulan sabit itu.


Diam nya Yu Zhen membuat keheningan. sekarang Qing Yuan juga ikut heran dengan diri nya yang hanya terdiam tak menyerang hanya melirik ke arah pedang nya sambil terlihat bagaikan orang yang sedang memikirkan sesuatu.


"Benar dia yang dimaksudkan oleh beliau! akhirnya aku menemukan nya." Yu Zhen berucap gembira dalam hati nya atas pertemuan dia bersama Qing Yuan.


Karena melihat Yu Zhen tak melakukan apa-apa hanya diam termenung saja di tempat dari sisi pandangan Qing Yuan. Qing Yuan berpikir mungkin ini kesempatan untuk nya agar bisa mengalahkan Yu Zhen.


Akhirnya Qing Yuan berlarian menuju ke arah Yu Zhen dengan pedang di tangan kanan ingin mengalah kan diri nya dalam sekali serang. sungguh pemikiran yang sangat bodoh!.


Saat ujung pedang Qing Yuan hampir mengenai wajah Yu Zhen. secara santai tanpa terkejut akan serangan tiba-tiba dari Qing Yuan, Yu Zhen dengan mudah nya mengelak serangan pedang yang menerjang ke arah nya.


Malah sebaliknya, justru Qing Yuan yang terkejut dengan cara Yu Zhen menghindar begitu sempurna, "Dia menghindar!?".


Sekilas Qing Yuan melirik ke arah Yu Zhen disaat-saat serangan nya yang di hindar. tingkah Yu Zhen semakin membuat Qing Yuan heran dengan diri nya yang tersenyum tanpa ada nya rasa ancaman.

__ADS_1


Secara cepat Qing Yuan memutar tubuhnya kembali mengayunkan pedang nya di area wajah Yu Zhen.


Ayunan pedang Qing Yuan terlihat begitu sangat melambat di mata Yu Zhen. Yu Zhen menghindari serangan pedang Qing Yuan dengan cara sedikit memundurkan tubuh dan menarik kepala nya kebelakang secara sempurna. lagi-lagi dia bisa menghindar nya.


Tusukan demi tusukan beberapa kali ayunan dan tebasan tetap saja tak ada serangan yang mengenai Yu Zhen sehingga membuat Qing Yuan merasa frustasi sendiri.


Sampai di serangan selanjutnya Qing Yuan menggenggam gagang pedang nya secara kuat-kuat menggunakan kedua tangan ingin menyerang Yu Zhen dengan cara menebas sambil terbang.


Tapi, saat serangan Qing Yuan hampir tiba. Yu Zhen sedikit tersenyum, tiba-tiba dia mengayunkan tangan kanan dari sisi kiri hingga ke kanan sambil berucap sedikit meninggi kan suara, "Sudah cukup, hentikan".


Hanya dengan ayunan tangan bisa mengeluarkan riak gelombang kekuatan yang bisa mendorong Qing Yuan menjauh dari nya.


Qing Yuan seketika terpental dan terjatuh di tanah tanpa rasa sakit, "D-dia sangat kuat".


"Aku kesini tidak bermaksud untuk menyerang kalian". ucap Yu Zhen terdengar meyakinkan


Tapi, tak semudah itu Qing Yuan harus percaya walaupun terdengar meyakinkan, "Apa maksud mu?"


Tiba-tiba Yu Zhen merogoh sesuatu dalam baju nya. lalu melemparkan sebuah benda ke arah Qing Yuan.


Qing Yuan menangkap benda itu dalam keadaan masih terduduk di tanah. kemudian dia membuka tangan nya dan melihat bahwa benda yang di lemparkan Yu Zhen ke arah nya ternyata adalah sebuah tanda pengenal giok dengan ukiran nama "Yang".


"Tanda pengenal giok? tapi kenapa di giok ini ada nama guru?", Qing Yuan bertanya-tanya secara termangu menatap kearah tanda pengenal giok yang di lemparkan oleh Yu Zhen.


"Aku hanya bermaksud ingin menyerah kan benda itu kepadamu dan juga ingin menyampaikan sesuatu", jelas Yu Zhen sambil menaruh kedua tangan nya di belakang.


Qing Yuan berdiri dari duduknya setelah mendengar penjelasan dari Yu Zhen yang sungguh membuat nya di ambang kebingungan. dia kembali melontarkan pertanyaan kepada Yu Zhen, "Kenapa di tanda pengenal giok ini ada nama marga guru ku?".


Yu Zhen sedikit tersenyum sambil menghela nafas dengan mata yang terpejam sebentar. kemudian dia kembali meneruskan penjelasan nya, "Pergilah ke kota Luoyang, cari lah orang yang bernama Xie Xuan. ketika kau sudah menemukan nya, berikan tanda pengenal giok itu kepada nya. dia akan mengerti sendiri maksud kedatangan kau untuk menemui dirinya".


Sekarang Qing Yuan sungguh di buat penuh bingung dengan penjelasan Yu Zhen. kenapa dia menyuruh Qing Yuan pergi ke kota Luoyang untuk menemui Xie Xuan dan menyerahkan tanda pengenal giok yang berukir nama guru kepada nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2