Pendekar Sampah

Pendekar Sampah
Melawan Murid Sekte Awan


__ADS_3

Namun, tiba-tiba saja Xiao Yu merasa sedikit janggal sambil beberapa kali melirik ke kanan kiri merasa was-was.


Sontak Xiao Yu terkejut hingga membuat dirinya berlari kearah Qing Yuan sambil menjulurkan tangannya berusaha meraih Qing Yuan dan berteriak, "Qing Yuan Awass!".


Dengan cepat Qing Yuan menoleh kearah Xiao Yu setelah mendengar teriakan darinya.


"Kenapa?", baru juga Qing Yuan ingin bertanya apa yang terjadi Xiao Yu secara gegabah menarik tangan Qing Yuan dengan ekspresi kekhawatiran terlihat jelas.


Hal itu membuat Qing Yuan sangat terkejut hingga dia terkapar ketanah akibat tarikan begitu kuat dari Xiao Yu yang melempar dia kebelakang.


Sebuah pedang melewati antara wajah Xiao Yu hampir saja membuat muka nya tergores dan melukai Qing Yuan.


Pedang itu menancap kearah pohon mangga yang mereka tandai untuk memetik buah nya. tapi, dengan sebab tenaga dari pedang yang tiba-tiba saja muncul bisa membuat getaran hebat di pohon mangga tersebut sampai buah-buah nya jatuh berguguran hingga tak ada sisa-sisa buah yang terlihat di pohon.


Jantung Qing Yuan berdegup hebat melihat kejadian itu sambil berpikir apa yang akan terjadi padanya jika Xiao Yu tidak menyelamatkan dirinya.


"Apa kau hanya akan memanggil namaku ketika aku hampir mati?", Qing Yuan bertanya secara mengelus-elus dadanya menormalkan detak jantung.


Pertanyaan nya tak dihiraukan oleh Xiao Yu. Xiao Yu tiba-tiba mengernyit kasar kening nya melihat ada beberapa orang yang mendekati mereka dari kejauhan.


Baju yang mereka kenakan terlihat tak asing bagi Xiao Yu, "sekte awan?".


Pedang barusan yang menancap di pepohonan mangga, tiba-tiba bergerak dan terlepas terbang sampai ke pemilik nya yaitu murid sekte awan.


"Mau apa kalian? buah itu milik kami", ucap murid sekte awan bernama Lu Zhi sambil mengarahkan pedangnya ke arah mereka.


Xiao Yu hanya menatap tajam dan dingin kearah mereka. sedangkan Qing Yuan dia bangun sambil menyapu debu tanah yang menempel di baju nya seraya berpikir, "sudah bisa mengendalikan pedang? sudah setara dengan senior Jingyu, dia pasti salah satu yang terkuat di antara mereka".


Lalu Qing Yuan maju kedepan dan menjawab dengan santai, "Milik kalian? buah ini umum jadi siapa yang cepat dia dapat".


Murid yang bernama Lu Zhi itu sedikit tersenyum remeh mendengar jawaban Qing Yuan, ia menurunkan pedang dan meneruskan perkataan sombongnya, "Apa kau tak tahu kami? kami berasal dari sekte awan".


"APA SEKTE AWAN!?", teriak Qing Yuan seolah-olah terkejut mendengar pengakuan dari Lu Zhi.

__ADS_1


Lu Zhi tersenyum kegirangan setelah melihat ekspresi dari Qing Yuan, "Apa kau mulai takut sekarang?", ucap Lu Zhi sambil bersikap sombong.


Namun, Qing Yuan kembali menatap konyol kearah mereka seraya mengatakan secara malas, "Enggak, biasa aja tuh", Qing Yuan mengatakannya sambil mengupil malas dengan nada tak peduli.


Melihat ekspresi Qing Yuan yang berubah membohongi Lu Zhi membuat dirinya seolah-olah terkejut dengan pengakuan mereka dari sekte awan, hal itu bikin Lu Zhi merasa sangat kesal dan emosi atas tindakan konyol nya.


Lu Zhi menatap penuh emosi kearah Qing Yuan sambil mengertakkan gigi dirinya mulai menyuruh murid-murid lain nya untuk menyerang Qing Yuan, "Kalian bertiga, serang dia", suruh Lu Zhi secara geram sembari mengepal kuat tangannya.


"Baik senior Lu Zhi", murid sekte awan yang berjumlah tiga orang mengikuti Lu Zhi itu menarik pedang nya dan maju kedepan untuk menyerang Qing Yuan.


"Heh, kalian pikir kami akan takut?", Qing Yuan berucap dengan sedikit ringaian.


Lalu dia menoleh kearah Xiao Yu yang mana dirinya saat ini sedang memungut buah-buahan yang jatuh dari pohon berkat kekuatan tancapan pedang Lu Zhi.


"Xiao Yu apa yang kau lakukan?".


Satu persatu Xiao Yu memungut buah mangga secara santai sambil menjawab pertanyaan dari Qing Yuan, "Kenapa? kau lawan saja mereka biar aku yang membereskan buah-buah ini".


Kelakuan Xiao Yu membuat Qing Yuan tak habis pikir dengan dirinya yang masih bersikap santai saat sedang situasi tidak baik-baik saja.


Setelah perintah dari Lu Zhi, para murid sekte awan berlarian kearah Qing Yuan dengan pedang ditangan mereka.


"Sial", Qing Yuan mengertakkan gigi nya sambil mengumpat seraya menarik pedang nya untuk melawan para murid sekte awan.


"Tang!". suara tabrakan pedang dari ketiga murid sekte awan dan Qing Yuan saling menahan.


Qing Yuan menahan tekanan pedang mereka menggunakan pedang nya yang semakin membuat dirinya sulit untuk lepas, "Ukhh!".


Namun, Qing Yuan menguatkan kaki dan tangan nya sambil mengatupkan gigi dia mendorong secara kuat tenaga hingga membuat para murid sekte awan mulai hilang keseimbangan.


Hal itu memberi kesempatan bagi Qing Yuan, satu murid menerima tendangan hebat dari Qing Yuan dan dua lain nya menerima tebasan pedang.


Tiga murid itu terlempar menjauh dari Qing Yuan, murid yang menerima tendangan dari Qing Yuan terkapar sambil memuntahkan cairan saliva akibat tendangan Qing Yuan mendarat tepat di ulu hatinya.

__ADS_1


Sedangkan dua lain nya, tergores dibagian lengan dan pinggang gara-gara terkena tebasan Qing Yuan.


Kejatuhan itu membuat Lu Zhi jadi semakin merasa murka atas kebodohan junior nya, "Apa kalian kalah dengan orang lemah seperti dia!?", Lu Zhi berteriak penuh gusar sambil mengernyit kasar kening nya menatap penuh amarah.


Sementara itu, Xiao Yu hanya duduk ditanah memperhatikan Qing Yuan yang melawan murid sekte awan sambil memakan buah mangga secara santai.


Lalu para murid yang jatuh barusan kembali bangkit dan melawan Qing Yuan.


"Hiyaaa!!", mereka berlarian kearah Qing Yuan sambil mengangkat pedang nya.


Dengan cepat Qing Yuan menangkis tebasan mereka menggunakan pedang nya.


Suara tabrakan pedang yang saling menangkis serangan secara bersamaan terdengar begitu jelas.


Tangan yang tak henti-hentinya menggerakkan pedang membutuhkan tenaga kuat untuk bisa menangani tangkisan pedang yang mengepung Qing Yuan.


Tubuh Qing Yuan berputar sambil menebas tangkisan pedang dari murid sekte awan sampai membuat mereka sedikit menjauh kembali hilang keseimbangan.


Namun, para murid sekte awan mengatur kembali tubuh mereka sambil berlari menghampiri Qing Yuan.


Tapi, aksi mereka ingin kembali menyerang nya bersamaan sekaligus gagal saat Qing Yuan secara cepat menggenggam gagang pedang nya menggunakan kedua tangan dengan sekuat tenaga sambil menancap kan pedang nya ditanah, "Hiyaa!".


Tekanan begitu kuat dari pedang Qing Yuan sampai mengeluarkan sebuah gelombang kekuatan yang begitu besar sampai membuat para murid sekte awan terpental jauh seperti ada sesuatu penghalang yang mendorong mereka hingga tubuh mereka berguling-guling diatas tanah akibat kekuatan pedang Qing Yuan.


"Uwaakhhh!". teriak para murid sekte awan merasa kesakitan.


Kekalahan junior nya sangat luar biasa membuat Lu Zhi diambang kemarahan.


Reaksi dari Xiao Yu melihat tekanan kekuatan pedang begitu kuat dari Qing Yuan jadi berpikir, "Apa dia benar-benar seseorang yang pernah mengalami dantian cacat?". Xiao Yu bergumam dengan dahi yang mengerut bahwa ini sulit di percaya.


Selesai itu, Qing Yuan kembali menarik pedang nya kembali bangun menatap kearah Lu Zhi dengan tatapan tajam.


Lu Zhi mulai menggenggam erat gagang pedang nya sambil berucap secara geram penuh emosional, "Beraninya rendahan seperti kau banyak tingkah".

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2