Pendekar Sampah

Pendekar Sampah
Penginapan Sungai Luo


__ADS_3

Selama berjam-jam dalam perjalanan hingga sore hari menjelang malam akhirnya mereka memasuki di daerah Sungai Luo.


Tempat yang begitu ramai dipenuhi dengan banyak orang dan pengunjung bagaikan ada perayaan serta sebuah sungai yang menjadi pemandangan sangat indah.


Suara hiruk-pikuk dari orang-orang yang tengah gaduh jual beli memenuhi area itu, juga dibumbui dengan tawaan dan teriakan anak kecil sedang bermain lari-larian sepanjang jalan.


Beserta sungai yang di penuhi dengan sampan orang-orang bahkan dinaiki oleh sepasang kekasih sedang mengayuh sampan mereka secara perlahan agar bisa menikmati suasana keindahan sungai yang dihiasi bunga-bunga teratai warna pink terapung-apung diatas air.


Melihat suasana sungai Luo yang begitu menenangkan membuat Qing Yuan seketika takjub akan keindahan sungai luo, "Wah bukan kah ini sungguh luar biasa?", Qing Yuan melihat kesana-kemari memperhatikan secara seksama setiap tempat yang mereka lewati dengan kuda.


Sedangkan Xiao Yu dia juga sedikit takjub dengan keindahan sungai luo, tapi saat ini mereka harus menuju ketempat penginapan terlebih dahulu tak ada waktu untuk memikirkan keindahan sementara itu baginya.


"Sudahlah, kita harus pergi ke penginapan dulu", ucap nya dingin dan serius.


Qing Yuan menoleh dan mengangguk menerima ajakan dari Xiao Yu.


Sesampai nya disana di tempat penginapan sungai luo, terlihat begitu mewah dengan sebuah kedai makanan khusus untuk para penginap.


Mereka disambut secara hormat oleh pelayan penjaga disana, "Selamat datang di penginapan sungai luo Tuan-tuan", ucap seorang pemuda sebagai penyambut tamu-tamu yang menyambut mereka.


"Xiao Yu bahkan ada penyambut khusus untuk tamu-tamu", bisik-bisik Qing Yuan kepada Xiao Yu.


Xiao Yu hanya sedikit mengangguk kepala nya bereaksi terhadap bisikan Qing Yuan, lalu kemudian dia berkata kepada si penyambut, "Kami ingin menginap satu malam".


"Oh baik Tuan silahkan, titipkan kuda anda ke saya", jawab si penyambut sambil mengambil kedua kuda milik Qing Yuan dan Xiao Yu.


"Terimakasih", ujar Qing Yuan seraya tersenyum.


"Sama-sama Tuan, ini sudah kewajiban saya".


Setelah menitipkan kuda-kuda mereka, Qing Yuan dan Xiao Yu memasuki kedalam kedai makanan khusus untuk para penginap.


Sebuah kedai makanan yang mewah di penuhi dengan para pelanggan itu sungguh luar biasa bagi Qing Yuan.


Suara ricuh, bercanda, tertawa dari wanita dan pemuda bahkan sampai orang-orang tua memenuhi ruangan kedai makanan itu yang membuat Qing Yuan merasa sangat langka dengan suasana saat ini karena dia hanya terus terkurung di sekte Qingyun tak bisa mengetahui apa saja hal yang terjadi diluar sana.

__ADS_1


"Silahkan masuk Tuan-tuan jangan berdiri saja", ucap seorang pelayan yang tiba-tiba menghampiri mereka.


Qing Yuan mengangguk, mereka berdua berjalan ke salah satu kursi meja yang kosong dan duduk di situ.


Si pelayan menghampiri mereka dan bertanya, "Saya belum pernah melihat anda berdua sepertinya kalian tamu baru?".


"Iya kami orang baru, kami mampir dulu kesini sebelum memasuki ke kota Luoyang", jawab Qing Yuan dengan ramah sambil tersenyum.


"Kota Luoyang? anda berdua pasti para penganut jiwa bela diri ingin menjadi seorang pendekar".


"Ah Bu-bukan kami ke kota Luoyang hanya...


"Benar kami berdua pendekar", Sahut Xiao Yu yang menyela ucapan Qing Yuan secara dingin sambil menatap tajam ke arah si pelayan.


Sang pelayan merasa takut nan gugup dengan tatapan Xiao Yu yang menatap nya tajam tanpa ekspresi bak seorang laki-laki yang sangat kuat dari aura nya yang terlihat bagi si pelayan.


"Ah haha Ba-baiklah kalau begitu saya pamit untuk menyiapkan makanan", si pelayan langsung pergi dari tempat mereka secara terburu-buru juga gugup akibat takut dengan Xiao Yu.


Pernyataan yang diberikan Xiao Yu itu tentu saja salah sehingga Qing Yuan bertanya apa maksud diri nya membohongi si pelayan, "Xiao Yu kenapa kau membohongi dia tentang tujuan kita menuju kota Luoyang?".


Qing Yuan menunduk tak bisa berkata-kata dengan jawaban Xiao Yu, karena penjelasan yang dia berikan masuk akal ada benar nya jika Qing Yuan berhenti bersikap demikian.


Sekarang Qing Yuan merasa canggung untuk berbicara dengan Xiao Yu seusai menjawab seperti itu, kini Xiao Yu membuang muka menahan kesal tak peduli lagi dengan Qing Yuan.


Kecanggungan itu dicairkan oleh sesosok empat orang yang berkecaping terlihat menyeramkan memasuki kedai makanan yang sama dengan mereka.


Kemunculan empat orang itu membuat suasana seketika menjadi suram dan sunyi akibat kehadiran mereka berempat yang bisa membuat semua orang didalam kedai makanan terdiam tak berkutik.


Empat orang-orang berkecaping dengan jubah berwarna merah yang menutupi tubuh mereka tidak bisa diketahui identitas gender, entah dibalik jubah itu seorang pria atau wanita.


Mereka berempat duduk secara arogan tepat di belakang Qing Yuan yang tak terlalu jauh jarak kursi meja diantara mereka berdua.


Tentu saja Qing Yuan bisa merasakan aura yang sungguh mencengkam dari empat orang berkecaping saat melewati diri nya.


Dia menatap ke arah Xiao Yu dihadapan nya, Qing Yuan sedikit heran dengan ekspresi Xiao Yu yang mana Xiao Yu sedang menatap penuh was-was ke arah empat orang berkecaping itu seperti dia mengetahui sesuatu akan orang-orang yang terlihat menyeramkan itu.

__ADS_1


Tapi, Qing Yuan tidak bertanya kepada Xiao Yu melainkan Qing Yuan mengetahui asal usul mereka dari bisikan orang-orang yang sedang membicarakan empat orang berkecaping itu.


"Hei bukan kah mereka dari Aula serigala darah?".


"Benar, itu mereka!".


"Aku mendengar rumor dari orang-orang, bahwa mereka sedang menjalankan hubungan baik dengan sekte aliran darah iblis?".


"Apa? tapi kenapa? apakah ada suatu alasan atau perjanjian dibalik itu semua?.


"Entahlah aku tidak tahu detailnya".


Bisikan dari orang-orang seketika membuat Qing Yuan tercengang setelah mengetahui tentang identitas mereka dengan pendengaran nya yang tajam, "Apa? mereka dari Aula serigala darah punya hubungan dengan sekte aliran darah iblis?". Qing Yuan bergumam dalam hati nya secara termangu-mangu.


"Aku pernah dengar dari orang sekte Qingyun, kalau orang-orang dari Aula serigala darah hampir semua sekte menjadi musuh nya, mereka adalah orang-orang yang kuat dan keji tidak memiliki sifat manusiawi. tapi, kenapa mereka ada di daerah sungai luo?", Qing Yuan bertanya-tanya penuh gusar dan penasaran dalam hati nya akan kehadiran para Aula serigala darah di sungai luo, apakah mereka kesini ada maksud tertentu?.


Saat Qing Yuan sedang merenung dan memikirkan semua hal yang janggal itu bagi nya, Xiao Yu menendang pelan kaki Qing Yuan ingin memberitahu sesuatu.


Sehingga tendangan dari Xiao Yu membuat Qing Yuan terkejut dari lamunan nya dan langsung secara reflek menatap kearah Xiao Yu.


"Jangan membuat dirimu mencolok, bersikaplah seolah-olah kau tidak tahu apa-apa seperti hanya orang biasa", ucap Xiao Yu secara berbisik sambil menatap penuh serius ke arah Qing Yuan.


Namun, Qing Yuan tak paham dengan ucapan Xiao Yu akhirnya dia juga bertanya dengan cara berbisik, "Tapi kenapa?".


"Wah wah bukan kah ini orang-orang dari Aula serigala darah?", ucap seorang pemuda yang sengaja membesarkan suara nya agar bisa di dengar oleh semua orang.


Keberanian pemuda itu patut di akui, sampai seluruh orang di kedai makanan kini berbisik tentang keberanian nya.


"Siapa kau?", tanya seseorang berkecaping itu terdengar seperti suara perempuan yang keluar dari mulut nya.


Pemuda itu tersenyum angkuh sambil menaikkan kening kanan nya lalu memberitahu identitas nya, "Aku Luo Zheng dari Sekte Zhenyang".


"Ho sekte Zhenyang?", ucap perempuan itu yang mengulangi perkataan Luo Zheng sambil tersenyum bengis.


Luo Zheng mengetahui bagaimana si perempuan Aula serigala darah membuat ekspresi kejam nya yang tersembunyi di balik caping.

__ADS_1


Luo Zheng mendekat kepada empat Aula serigala darah yang tengah duduk tenang, lalu berkata, "Tidak biasanya penghuni aula serigala darah ada disini, mungkinkah... kalian sedang mencari sesuatu?", cengir Luo Zheng sambil menyeringai.


__ADS_2