
Saat serangan mereka hampir mengenai Yu Zhen. tiba-tiba muncul seseorang yang menangkis serangan mereka bertiga.
"Berhenti!".
Seseorang itu cuma menghempaskan tangan nya untuk menangkis serangan dari para sekte aliran darah iblis. Orang itu yang tak lain adalah Tetua Yan guru Qing Yuan.
Tetua Yan muncul tepat di hadapan Yu Zhen menyelamatkan dirinya di waktu yang tepat.
Para sekte aliran darah iblis terpental menjauh dari Yu Zhen gara-gara terkena serangan dari Tetua Yan yang menangkis serangan mereka.
Melihat sesosok seseorang yang membantu dirinya kemudian Yu Zhen pun bertanya dalam keadaan kacau terluka parah, “ Siapa kau?“, Yu Zhen bertanya dengan terengah-engah karna nafas yang semakin sulit diatur akibat racun mulai menyebar menyeluruh keseluruh tubuhnya.
Tetua Yan hanya menoleh sedikit kearah Yu Zhen sambil tersenyum setelah dia melontarkan pertanyaan kepadanya akan tentang siapa dia, lalu Tetua Yan menjawab singkat, “Aku adalah guru dari sekte Qingyun”.
Yu Zhen ingin melanjutkan pertanyaan yang masih ada mengapa guru sekte Qingyun itu menolong dirinya. Akan tetapi, Yu Zhen tak sanggup lagi untuk berbicara bahkan kini pandangan nya mulai buram serta pendengaran juga ikut samar-samar.
“Tetua Yan!?”, Entah kenapa kemunculan Tetua Yan membuat para sekte aliran darah iblis tercengang dengan pupil mata yang bergetar.
Kemudia mereka mulai mengertakkan gigi merasa kesusahan akan kemunculan Tetua Yan yang membantu Yu Zhen padahal sedikit lagi mereka hampir membunuh Yu Zhen dan mendapatkan jackpot.
Jing Ling menunjuk kearah Tetua Yan menggunakan ujung pedang nya dan berkata dengan nada yang tinggi, “Tetua Yan Shiqing ini tidak ada hubungannya denganmu! Kami hanya mengincar Yu Zhen kau jangan ikut campur“.
Tetua Yan tersenyum lalu berkata sambil menunjukkan sebuah benda yang mana benda itu adalah cincin emas yang sedang mereka incar, “Apa ini benda yang kalian inginkan?”.
“Sejak kapan cincin itu ada ditangannya?”, batin Yu Zhen terheran-heran mengapa cincin miliknya ada ditangan Tetua Yan.
Para sekte aliran darah iblis mulai melebarkan matanya ketika Tetua Yan hendak melakukan sebuah aksi yang merugikan mereka. Hong Yi, Jing Ling dan Bai Hua mereka bertiga berteriak secara bersamaan menghentikan tindakan Tetua Yan yang mana Tetua Yan sedang melakukan aksi tersebut. ”Tidak! Yan Shiqing hentikan!”.
__ADS_1
Tanpa mendengar perkataan mereka, Tetua Yan tak menggubris teriakan histeris dari mereka. Tetua Yan langsung menghacurkan cincin emas yang konon katanya mengandung jiwa sang Kaisar Surgawi Kuno.
“Kraaak!”.
Cincin itu hancur lebur dalam sekejap setelah Tetua Yan tanpa berpikir panjang langsung menghancurkan benda yang di incar seluruh dunia.
Sebuah cincin berharga apabila siapapun yang memiliki cincin itu bisa menguasai dunia sesuai keinginan hanya dengan membolak-balikan tangan. Akan tetapi, menurut Tetua Yan itu hanyalah sebuah rumor semata.
“Apa yang dia lakukan! Apa dia gila?”, Yu Zhen bertanya-tanya dalam hatinya atas perbuatan Tetua Yan yang sungguh diluar nalar.
Begitu murkanya para sekte aliran darah iblis atas tindakan Tetua Yan. mereka semua mulai mengangkat senjata mereka untuk melawan Tetua Yan, “Tetua Yan kau akan menerima akibatnya!”, mereka bertiga berteriak penuh kemarahan dengan emosi yang sudah memuncak.
Hong Yi mulai mengeluarkan naga andalannya dari ujung tombak yang terbuat dari energi kekuatan padat berwarna merah darah.
Begitu juga dengan Bai Hua kembali membuat formasi pisau siribunya untuk menghadapi Tetua Yan. dan Jing Ling memperkuat pedang gandanya agar bisa melepaskan tebasan haus darah menjadi luar biasa.
Namun, Tetua Yan menunjuk menggunakan dua jari tangannya ke atas langit, tiba-tiba awan menjadi bendung datanglah gemuruh serta petir yang berhambar-hambar seperti sedang mengamuk.
“Ctaaarr!”.
Suara petir yang begitu besar hingga membuat sakit telinga akibat suara yang begitu luar biasa, petir-petir itu menyebar kebawah secara membuncah menyambar menghancurkan tanah hingga membuat tanah menjadi sedikit terbelah.
Para sekti aliran darah iblis berhenti dari penyerangan mereka dengan kebingungan akan kekuatan Tetua Yan yang seolah-olah bisa menghancurkan tempat itu menggunakan petir-petirnya dalam sekejap.
“Petir kematian!?”. Mereka bertiga sekarang menjadi sangat panik dan ketakutan. Karena sebab sekarang para sekte aliran darah iblis sudah cukup terluka parah akibat terkena serangan teknik pedang amukan sang dewi phoenix milik Yu Zhen.
CTARRR!
__ADS_1
Petir-petir milik Tetua Yan yang mendapat julukan petir kematian itu terus menerus menyambar kacau balau dengan sesekali mengeluarkan suara begitu keras.
Tetua Yan menatap tajam ke arah mereka sambil mengendalikan petir-petir itu, kemudian dia bertanya, “Apa kalian masih ingin melanjutkan nya?”, dia bertanya secara dingin dengan sorot mata yang tajam sehingga aura mengerikan terasa darinya.
Hong Yi menelan ludah nya dengan panik sembari menatap benci ke arah Tetua Yan sambil menjawab, “Yan Shiqing kami akan membalasmu”. Hong Yi mengatakan nya secara geram seraya mengertakkan gigi.
Setelah mengatakan itu, Hong Yi melihat kearah Jing Ling dan Bai Hua memberi isyrat lewat hentakkan kepala bahwa mereka harus segera mundur. Jing Ling dan Bai Hua menganggukkan kepala nya menerima ajakan Hong Yi untuk mundur.
Sesudah mereka mundur, Tetua Yan mulai menghilangkan petir-petir milik nya dengan santai sambil menghela nafas ringan.
Kemudian Tetua Yan menghampiri Yu Zhen yang mana diri nya kini sudah tergeletak pingsan tak sadarkan diri dengan racun yang sudah menyebar keseluruh tubuh.
Tetua Yan menatap kearah bahu kanan nya Yu Zhen yang berdarah karena terkena jarum racun Chu Bei. Ia berjongkok di samping Yu Zhen lalu mendekati tangan nya di antara bahu Yu Zhen.
Setelah itu, Tetua Yan langsung menarik jarum yang tertinggal dalam bahu Yu Zhen menggunakan kekuatan nya. Kemudian anak jarum itu perlahan mulai keluar dan tercabut akibat tarikan energi kekuatan milik Tetua Yan yang menarik nya keluar.
Tetua Yan menatap anak jarum itu dalam-dalam sambil bergumam, “Jarum racun keluarga Chu bisa mematikan seseorang dalam jangka waktu sehari dengan cara membuat lawan nya merasa sakit begitu luar biasa sebelum tiba nya kematian”. gumam Tetua Yan dengan serius.
Lalu Tetua Yan menatap ke arah Chu Bei yang masih tergeletak pingsan setelah terkena serangan dari Yu Zhen. “mungkin dia juga membawa penawarnya”. Namun Tetua Yan tanpa berpikir lagi langsung mendekati Chu Bei untuk mencari penawar racunnya.
Tetua Yan mencari-cari dan merogoh-rogoh pakaian Chu Bei sehingga Tetua Yan menemukan sebuah botol kaca kecil yang mana botol itu adalah penawar racun. “Ada!”, Tetua Yan mengucapkannya dengan ekspresi terlihat senang.
Kemudian dia bergegas mendekati Yu Zhen untuk segera memberikan penawar racun itu kepadanya, Tetua Yan langsung membuka tutup botol itu dan sedikit mengangkat Yu Zhen, lalu Tetua Yan mengarahkan ujung botol itu dimulut Yu Zhen dan dia langsung meminumkan penawar racun itu kepadanya.
Setelah meminumkan penawar racun itu kepadanya, Tetua Yan sedikit menatap serius ke arah Yu Zhen. Namun, sesaat kemudian Tetua Yan langsung membawa pergi Yu Zhen ke sekte Qingyun agar dia bisa beristirahat sejenak untuk sementara waktu.
"Bersambung...
__ADS_1