Pendekar Sampah

Pendekar Sampah
Kemunculan Penjaga Sungai Luo


__ADS_3

Seribu tahun yang lalu tepat para kaisar penguasa beberapa elemen dan para dewa bekerjasama untuk menghancurkan Ras iblis sampai di titik darah penghabisan.


Mengorbankan segala nya demi masa depan umat manusia, menyelamatkan dunia agar tidak jatuh kedalam genggaman para ras iblis.


Karena ras manusia lebih rendah bahkan sangat lemah di bandingkan ras iblis yang jauh sangat berbeda kuat untuk di tandingi oleh ras manusia.


Kelemahan manusia menjadi bahan ejekan dan selalu bentrok bagi ras iblis yang merasa bahwa mereka jauh lebih layak menguasai dunia daripada di tangan makhluk yang naif seperti manusia.


Karena takut para ras iblis akan benar-benar menguasai dunia, akhirnya semua kaisar penguasa elemen dan para dewa bekerja sama untuk menghancurkan ras iblis.


Pertarungan sengit melawan ras iblis yang berlangsung selama berhari-hari sangat sulit untuk mengalahkan Raja iblis yang sungguh luar biasa kuat sudah melampaui batas.


Hingga pada akhirnya para ras manusia berhasil mengalahkan raja iblis dan meruntuhkan ras mereka memenangkan pertarungan itu.


Setelah kemenangan itu, para kaisar dan dewa mengalami luka yang parah dan kehabisan tenaga akibat melawan raja iblis serta pengikut nya.


Namun, pertarungan sengit yang berlangsung selama berhari-hari itu berakibat fatal bagi kaisar penguasa elemen petir yang berhasil dibunuh oleh raja iblis.


Sehingga jiwa sang kaisar petir terpecah belah dan jatuh ke beberapa daerah.


Sejak saat itulah para leluhur mengatakan, tempat dimana jiwa kaisar petir jatuh disitulah akan lahir seseorang dengan jiwa sang kaisar yang bisa menguasai kekuatan elemen petir, mereka adalah manusia-manusia terpilih.


Akan tetapi, hanya satu orang saja yang mendapat keberuntungan bisa menjadi penguasa terkuat elemen petir mengikuti jejak sang kaisar.


Dia adalah manusia yang terlahir dengan jiwa utama sang kaisar petir.


.


Kembali ketempat pertengkaran Luo Zheng dan aula serigala darah.


Justru Luo Zheng menunggu hal itu terjadi, menunggu dimana orang-orang akan mengincar nya karena kekuatan yang dia miliki.


Meskipun itu terdengar menyeramkan, tapi bagi Luo Zheng itu semua adalah hal yang biasa saja. sebaliknya dia malah berpikir, ada gunanya melawan orang-orang licik seperti mereka agar pelatihannya semakin meningkat.


Mungkin karena sebab pikiran nya yang agak sedikit berbeda itulah yang membuat nya tak takut apapun.


"Yah jika mereka ingin mengincar ku bukan kah aku cukup membunuh saja mereka semua sebelum mereka yang membunuh ku?", sungguh pikiran yang sangat sederhana dan singkat begitu lah Luo Zheng menjawab Liang Qun.


Wei Qing tersenyum bengis tak habis pikir dengan sikap Luo Zheng yang semakin membuat nya ingin segera membunuh dia, "Kau benar-benar b*jing*n sombong. sebelum kau membunuh mereka, sekarang kami yang akan membunuh mu". cengir nya sambil mengeluarkan rantai-rantai senjata milik Wei Qing dari ujung baju lengan nya untuk menyerang Luo Zheng.

__ADS_1


Luo Zheng tersenyum girang dia membuat perisai petir melindungi dari depan menahan rantai-rantai Wei Qing yang menerjang ke arah nya sambil menjawab dengan santai, "Coba saja bunuh aku".


Wei Qing mengertakkan gigi semakin geram melihat kesombongan nya Luo Zheng.


Celah Luo Zheng memberi kesempatan bagi Liang Qun, Liang Qun melemparkan pisau-pisau kecil nan tipis nya itu dari arah belakang Luo Zheng.


Namun sayang nya Luo Zheng menyadari serangan nya. Luo Zheng melayangkan tinjunya sambil berteriak, "Tinju petir".


"Wushh!".


Tinju petir besar yang terbuat dari energi gumpalan Qi petir melesat maju menghancurkan pisau-pisau kecil hingga menghantam Liang Qun.


"Prakk!".


"buakk".


Serangan Luo Zheng hanya sedikit mengenai Liang Qun, karena disaat-saat tinju petir Luo Zheng hampir menghantam Liang Qun dia sempat sedikit mengelak hingga serangan miliknya tidak kena telak.


Wei Qing kembali menyerang Luo Zheng dengan rantai-rantai nya.


Banyak nya rantai yang keluar dari ujung baju lengan Wei Qing menyerang Luo Zheng. salah satu rantai berhasil mengikat tangan Luo Zheng.


Wajah Luo Zheng sedikit terlihat panik akibat terkejut, namun tiba-tiba dia kembali tersenyum seakan-akan itu adalah serangan murahan dari Wei Qing.


Benar saja seperti perkiraan, Luo Zheng mengalirkan energi kekuatan nya kedalam urat-urat tangan kanan. tenaga luar biasa terasa yang bisa membuat Luo Zheng menarik ke atas rantai itu hingga Wei Qing juga ikut terbang ke atas akibat rantai yang terikat dengan dirinya lalu Luo Zheng menghantam Wei Qing ke salah satu meja makan sampai membuat meja itu hancur seketika akibat hantaman tubuh begitu kuat.


"brakk!


"Uhukk!


Sedikit darah yang keluar dari mulut Wei Qing. kekacauan itu membuat semua orang yang ada di kedai makanan berteriak ketakutan menjerit-jerit berlari keluar.


Kyaaa!


"Lari cepat, ayo lari!"


Teriak semua orang ketakutan hingga membuat Qing Yuan yang masih menyaksikan pertarungan itu ikut bingung, dia juga harus ikut lari atau melihat pertarungan itu lebih lanjut.


"Qing Yuan ayo kita juga pergi dari sini", ajak Xiao Yu sambil menarik lengan Qing Yuan.

__ADS_1


Tapi Qing Yuan menahan tubuh nya, sehingga tarikan Xiao Yu tak tergerak sedikit pun. Xiao Yu menoleh bingung ke arah Qing Yuan kenapa dia masih berdiam diri saja.


"Xiao Yu tunggu sebentar, aku masih ingin melihat pertarungan mereka", ujar Qing Yuan sambil melihat pertarungan yang berlangsung terjadi itu dengan terpaku tanpa menatap Xiao Yu sedikit pun.


Xiao Yu ingin melarang nya tapi yasudah lah itu bukan urusan nya. namun aneh nya dia pun juga ikut lanjut melihat pertarungan mereka.


Setelah kejatuhan nya Wei Qing, Liu Ruyan ingin membantu mereka, akan tetapi Yun Ling menghalangi Liu Ruyan untuk tidak ikut-ikutan bertarung.


Yun Ling menatap tajam Liu Ruyan seolah-olah berbicara lewat tatapan mata, Liu Ruyan mengernyit keningnya dia mengerti arti tatapan tajam nya itu, hingga ia terpaksa hanya menonton tak melakukan apapun.


Luo Zheng mulai membuat bola-bola petir dan melemparkan bola-bola petir nya ke arah Liang Qun dan Wei Qing.


Mereka berdua berlari mengelak serangan dari Luo Zheng, sampai serangan milik Luo Zheng tidak satu pun mengenai mereka melainkan hanya menghancurkan kedai makanan itu.


Akhirnya, Liang Qun dan Wei Qing menyerang bersamaan Luo Zheng dari depan. Wei Qing menyerang dengan rantai nya diikuti oleh pisau Liang Qun.


Melihat hal itu, Luo Zheng mengatupkan gigi nya lalu berteriak, "Tapak raksasa!".


Tapak raksasa yang terbuat dari gumpalan energi kekuatan menghancurkan serangan mereka berdua.


Sampai akhirnya Liang Qun menjadi kesal, mulai menggerakkan jari jemari nya secara cepat.


Tiba-tiba pisau-pisau kecil itu merapat dan menjadi banyak, kemudian Liang Qun menepuk kedua tangan nya lalu semua pisau kecil itu menyatu bersama sehingga menciptakan sebuah pisau besar yang terbuat dari energi kekuatan padat berwarna merah darah.


Yun Ling melebar kan bola matanya setelah melihat tindakan Liang Qun, "Tidak! Liang Qun jangan lakukan itu!", teriak Yun Lin ingin menghentikan Liang Qun.


Namun, Liang Qun sama sekali tak menggubris teriakan Yun Ling.


Dia langsung menunjuk ke arah Luo Zheng menyuruh pisau nya untuk menghancurkan tapak raksasa milik Luo Zheng.


Sebuah tapak raksasa dengan pisau raksasa melaju ingin menghancurkan bersama satu sama lain.


"Duarr!


Kehancuran tapak raksasa dengan pisau raksasa bukan karena saling bertabrakan satu sama lain, melainkan kedua kekuatan besar itu dihancurkan oleh seseorang.


Muncul nya seseorang itu membuat mereka melebarkan mata nya lalu berteriak dalam hati masing-masing secara bersamaan.


"Penjaga Sungai Luo!?"

__ADS_1


__ADS_2