Pendekar Sampah

Pendekar Sampah
Bunga Giok Api Merah


__ADS_3

Setelah berpergian itu, Xiao Yu mencari tumbuhan obat yang bisa meringankan sakit luka Qing Yuan, walaupun tidak sepenuhnya bisa menyembuhkan dia secara total setidaknya bisa meredakan rasa sakit nya.


Sudah beberapa waktu berlalu selama pencarian Xiao Yu masih belum saja menemukan tanaman obat yang tumbuh didalam hutan itu.


Kini ia merasa gelisah perasaan tidak karuan karena tak ada satupun tanaman obat yang terlihat.


"Sial, hutan apa ini. kenapa aku tidak menemukan satu pun tanaman obat yang bisa mengobati si bodoh itu", Xiao Yu dengan celingak celinguk melihat kesana sini mencari tanaman obat yang dia perlukan secara panik.


"Haa".


Sehingga pada akhirnya, Xiao Yu mendesah ingin menyerah atas pencarian itu.


Tapi, tanpa sengaja Xiao Yu beralih pandang menatap ke arah sebuah tanaman bunga bersinar yang menarik perhatiannya saat dia hendak ingin kembali ke tempat Qing Yuan berada.


"Apa itu?".


Xiao Yu perlahan berjalan mendekati ke arah bunga yang bersinar itu dengan termangu-mangu.


Bunga itu kecil dengan satu tangkai yang pendek tanpa daun. sekira-kira tumbuhnya sepanjang telunjuk jari tangan. Ya begitu lah bentuk nya, tanaman bunga yang pendek.


Namun, yang unik dari bunga itu, dia berwarna merah menyeluruh dan bersinar. hal itu sangat indah untuk pandangan di mata.


"Bunga ini", Xiao Yu memandang bunga itu dengan mata nya yang membuka lebar serta berbinar-binar seperti dia sedang terkejut takjub dengan ekspresi wah bahwa tumbuhan bunga itu seolah ini lebih yang dia harapkan.


Sementara disisi lain tempat Qing Yuan berada.


Ia mulai tersadar dari pingsan nya itu dengan sedikit ringisan sakit akan tubuhnya saat ini susah untuk di gerakkan.


Dengan nafas yang berhembus tak beratur, Qing Yuan menatap kesana sini di sekitar secara lemah nan lesu mencari Xiao Yu mengapa dia tidak terlihat sama sekali padahal hari sudah mulai gelap.


"Kemana dia pergi?".


Qing Yuan bertanya-tanya atas kepergian nya Xiao Yu. lalu karena melihat dia tak ada di tempat, Qing Yuan ingin berusaha berdiri dengan tubuh nya yang penuh luka dan terasa sakit.


Namun, usaha nya itu gagal. dia kembali jatuh terduduk akibat tak sanggup berdiri dengan keadaan nya yang menjadi sangat kacau.

__ADS_1


Karena tak kesanggupan nya itu, akhirnya Qing Yuan berteriak memanggil-manggil nama Xiao Yu dengan suara nya yang mulai terdengar rendah walaupun dia sedang berteriak.


"Xiao Yu! Xiao Yu! di mana kau!?". dia berteriak keras dengan kelelahan, Suara Qing Yuan bergema di dalam hutan itu.


"Hosh hosh" Qing Yuan kembali terengah-engah dengan luka nya yang kembali terasa sakit.


Dia menekan dibagian area pinggang nya yang terluka karena terkena serangan pedang milik Lu Zhi sambil menunduk dia tiba-tiba berpikir akan Xiao Yu secara sedih, "Apa Xiao Yu meninggal kan ku? rupanya dia benar-benar tak menyukai kehadiran ku".


Saat dia sedang berpikir yang tidak-tidak akan tentang hal Xiao Yu, tiba-tiba saja Xiao Yu kembali sambil membawakan air dengan bunga giok api merah di tangan nya seraya mengatai Qing Yuan bodoh.


"Bodoh, kenapa kau berteriak-teriak di malam hari? apa kau tidak takut ada binatang buas kultivator tingkat tinggi mendengar teriakan mu itu?" Xiao Yu mengatakan nya dengan sedikit khawatir terlihat dari ekspresi wajah yang di tunjukkan.


Qing Yuan terkekeh senang atas kehadiran Xiao Yu yang kembali, "Aku kira kau sudah pergi sengaja meninggalkan ku".


Xiao Yu mendengkus sambil memejamkan mata sekejap mendengar penjelasan dari Qing Yuan, dia langsung mendekatkan kendi kecil berisi air itu kemulut Qing Yuan menyuruh nya untuk minum, "Minum lah ini".


Qing Yuan meminum air itu sedikit kesulitan dengan mata yang terpejam kasar, melihat hal itu Xiao Yu jadi bertanya, "Apa kau baik-baik saja?".


Pertanyaan itu seketika membuat Qing Yuan tersedak air sehingga batuk-batuk, Xiao Yu hanya menatap nya datar tanpa ekspresi.


Qing Yuan menyeka air yang berhamburan keluar di mulutnya, lalu dia menjawab pertanyaan konyol dari Xiao Yu, "Pertanyaan macam apa itu, apa aku sekarang terlihat baik-baik saja? bahkan orang buta pun tau walaupun tidak bisa melihat". dia menjawab sambil tertawa-tawa kecil.


Lalu, Xiao Yu mengeluarkan bunga giok api merah memperlihatkan kepada Qing Yuan, dia memetik nya sebanyak lima tangkai.


Mata Qing Yuan melebar melihat bunga itu sehingga membuat dirinya gugup takjub sampai tidak bisa berbicara dengan jelas, "I-ini kan, B-bunga ini".


"Sembuhkan lah luka mu menggunakan bunga ini".


Qing Yuan tak mendengar perkataan Xiao Yu gara-gara perhatian nya sudah dikuasai penuh oleh bunga giok api merah.


Dia menengadah menatap ke ara Xiao Yu sambil berbicara secara patah-patah, "I-ini, Bu-bukan kah bunga ini bunga giok api merah yang kehangatan nya bisa menyembuhkan luka ataupun penyakit seseorang?"


"Ya", Xiao Yu langsung menyaut nya, "Maka dari itu, gunakan lah bunga ini untuk menyembuhkan luka mu. tapi, apa kau bisa meraciknya?".


Ekspresi Qing Yuan jadi berubah dari takjub menjadi dingin, sekarang dia menatap Xiao Yu dengan muka datar sembari menjawab pertanyaan konyol dari nya lagi.

__ADS_1


"Apa kau bercanda? mana mungkin aku bisa meracik nya. meracik obat harus ada bimbingan langsung dari master peracik juga harus ada sebuah tungku untuk bisa meracik bunga ini menjadi pil penyembuh".


Qing Yuan menjelaskan sembari menggeleng kan kepalanya sambil menghela nafas panjang.


Xiao Yu mengerti akan hal itu, dia sedikit termangu menatap kearah Qing Yuan kemudian kembali bertanya, "Lalu kita harus bagaimana?".


"Haa entah lah", Qing Yuan menjawab nya dengan helaan nafas.


Seketika keheningan pun terjadi. angin malam yang berhembus sepoi-sepoi terasa agak dingin, disekitar mereka jadi sedikit terang akibat bunga giok api merah yang bersinar terang.


Mereka berdua hanya terdiam sambil menatap kearah bunga itu secara bersama tak bisa melakukan apa-apa dengan Qing Yuan yang masih berusaha menahan rasa sakit.


Saat keheningan itu berlangsung, tiba-tiba saja dari dahi Qing Yuan mengeluarkan cahaya kecil lurus hingga menunjuk ke arah telapak tangan Xiao Yu yang berisi bunga giok api merah.


Cahaya yang keluar dari dahi Qing Yuan membuat mereka berdua terkejut heran dengan hal itu.


Sampai mereka berdua saling bertanya-tanya dalam hati masing-masing dengan perasaan campur aduk, "A-apa ini?".


Bunga giok api merah tiba-tiba melayang-layang dengan cahaya yang terus mengarah ke arah bunga itu berasal dari dahi Qing Yuan.


Setelah bunga giok api merah melayang, cahaya yang berasal dari Qing Yuan mulai kembali meredup dan menghilang.


"Cahaya nya hilang?", Qing Yuan dan Xiao Yu mengucap kata yang sama didalam hati mereka.


Tapi, bunga-bunga giok api merah masih saja melayang-layang di depan mata mereka.


Bunga-bunga itu tiba-tiba bergerak berputar dengan cepat sehingga mengeluarkan cahaya merah yang sangat besar berasal dari bunga-bunga itu.


Sampai membuat Qing Yuan dan Xiao Yu harus menghalangi pandangan mereka akibat tak sanggup akan sinar cahaya merah yang begitu menyilaukan mata.


Tak lama sesudah cahaya besar itu muncul. sinar cahaya itu perlahan demi perlahan mulai meredup dan menghilang.


Sehingga Qing Yuan dan Xiao Yu bisa kembali menurun kan tangan mereka setelah cahaya yang berasal dari bunga giok api merah menghilang.


Begitu sangat terkejut nya mereka sampai membuat bola mata mereka ikut bergetar dengan kemunculan dua buah pil berwarna merah yang dihasilkan dari bunga giok api merah melayang-layang di hadapan mereka.

__ADS_1


Lalu saling menatap satu sama lain mereka kemudian berteriak girang dengan ekspresi takjub, "Pil penyembuh!?".


"Bersambung...


__ADS_2