Pendekar Sampah

Pendekar Sampah
Kebingungan


__ADS_3

Diketika itu lah Qing Yuan bertanya kepada Xiao Yu yang tadinya tidak mau ikut tapi sekarang mengangguk dengan hanya teriakan dari nya, "Xiao Yu kenapa tiba-tiba?...


"Aku ikut hanya demi makanan, bukan karena mu", sahut Xiao Yu yang menyela ucapan Qing Yuan.


Kejanggalan yang ada dalam hati Qing Yuan kini memuncak dengan sikap Xiao Yu yang sungguh membuat diri nya di ambang kebingungan.


Tapi, dibalik kejanggalan dan kebingungan itu juga ada perasaan senang dan gembira atas kehadiran sesosok pria dingin terlihat tak peduli dengan sekitar namun dibalik itu semua rasa kemanusiaan masih tertinggal didalam hati pria tersebut, pria yang tak lain adalah Xiao Yu menyetujui untuk pergi bersama menuju kota Luoyang, kota terkenal di kalangan para kultivator, dan juga dikalangan para master atau tetua.


Sebuah senyuman lembut nan manis yang ditunjukkan oleh Qing Yuan secara tulus kepada pria dingin yang sulit dibujuk itu, kini telah ikut sendiri tanpa bujukan sulit.


Mata Xiao Yu hanya fokus kedepan berjalan dengan muka datar, dia sedikit melirik ke arah Qing Yuan. kegelian itu muncul ketika melihat ekspresi Qing Yuan yang sungguh membuat Xiao Yu merasa geli luar biasa.


Dia kembali memutar bola matanya melihat kedepan sambil bertanya dengan ekpresi geli, "Kenapa kau tersenyum menjijikkan seperti itu sambil melihat ke arah ku?", Xiao Yu kini sedikit berjalan cepat menghindari suasana kengerian itu bagi nya.


Secara santai masih tersenyum-senyum Qing Yuan menjawab seraya mengikuti langkah Xiao Yu yang berjalan sedikit cepat, "Tidak, hanya saja suasana hari ini membuat ku tersenyum", kebohongan itu terlihat jelas, karena sedari tadi dia menatap kearah Xiao Yu bukan ke alam.


"Kau benar-benar pria gila", dingin dan tajam Xiao Yu mengatakan nya sambil memutar bola mata malas semakin mempercepat langkah kaki nya.


Qing Yuan mematung sebentar dengan perkataan Xiao Yu hanya sesaat, kemudian dia juga semakin mempercepat langkah nya tak menggubris perkataan Xiao Yu.


Sekarang kini mereka masuk kedalam hutan menuju ke kota Luoyang yang terletak di provinsi Henan barat.


Itu perjalan yang cukup jauh, mungkin membutuhkan waktu dua hari untuk bisa sampai kesana.


Sehingga mereka berjalan selama setengah hari tanpa istirahat hanya terus berjalan, tentu saja itu sangat melelahkan berjalan di bawah sinar matahari yang terik bisa menebus celah pepohonan di hutan itu tetap merasa lapar dan haus dahaga.


"Xiao Yu tidak bisakah kita istirahat sebentar?", Qing Yuan mengeluh secara lesu sambil menuangkan air di kendi kecil yang hanya tinggal setetes saja kedalam mulut nya.


Mata Qing Yuan juga ikut sayu akibat kelelahan.


Beberapa keluhan dan ocehan Qing Yuan sedari tadi selama perjalanan siapa yang tidak membuat orang kesal? Xiao Yu berusaha keras menahan emosi sampai pada akhirnya dia juga menyerah dan akhirnya meledak.

__ADS_1


"Diam! aku sudah muak mendengar keluhan oceh kau itu sedari tadi! kau pikir aku juga tidak merasa kelelahan!?", Xiao Yu berteriak dengan mulut nya yang sangat dekat diantara wajah Qing Yuan sampai beberapa percikan air liur nya berterbangan dan menempel di muka Qing Yuan.


Qing Yuan terkejut dengan ledakan suara Xiao Yu serta air liur nya yang berterbangan mengikuti gerakan mulut dan teriakan dari Xiao Yu sehingga menempel diwajahnya, "Apa ini? air apa ini?", Qing Yuan menyeka percikan air liur dan melihat ke arah tangan nya, "Tidak mungkin kan ini air liur Xiao Yu? rupanya dia punya kebiasaan yang buruk", batin nya sambil menatap ke arah Xiao Yu yang sudah berjalan jauh dari nya secara kesal.


Setelah itu, Qing Yuan berlari mendekati Xiao Yu dan kembali berjalan letih lesu dengan sebuah harapan agar sebuah keajaiban itu datang.


Benar saja keajaiban itu datang setelah mereka melewati hutan lebat ada sebuah kedai makanan dengan beberapa ekor kuda yang dijual berada di dalam hutan itu.


"Ke-keajaiban itu datang", Qing Yuan melebarkan matanya bagaikan melihat sebuah keajaiban luar biasa, padahal itu hanya sebuah kedai biasa.


Dia langsung berlari mendekati kedai itu meninggalkan Xiao Yu di belakang.


Melihat tingkah lakunya Qing Yuan membuat Xiao Yu menggeleng-geleng kepalanya tak habis pikir mengapa dia harus bertemu orang seperti Qing Yuan.


Kedai itu sepi, Qing Yuan langsung duduk disalah satu kursi meja dan disusul pemilik kedai yang mendekati dirinya.


"Tuan mau membeli makanan?", tanya si penjual dengan ramah tamah.


"Kami hanya menyediakan satu makanan saja, yaitu Tahu Mapo".


Kini Xiao Yu telah sampai dan duduk di kursi meja yang sama saling berhadapan dengan Qing Yuan.


"Kalau begitu kami pesan empat porsi", Qing Yuan mengatakan nya sambil membuat bilangan jari tangan menjadi empat, dia melakukan nya secara sombong.


"Baik Tuan, mohon tunggu sebentar".


Qing Yuan mengangguk sombong entah gara-gara dia sedang mempunyai uang banyak, dan pemilik kedai itu pergi menyiapkan makanan.


Xiao Yu mengerut dahi nya dan bertanya, "Kenapa kau pesan sebanyak itu?".


"Xiao Yu, itu hanya makanan murah paling harga nya sekitar seribu koin perak. lagipula kita sedang memiliki banyak uang", Qing Yuan menjawab pertanyaan Xiao Yu sambil melipat tangan secara angkuh nan sombong.

__ADS_1


Xiao Yu mendengkus lelah dengan sikap Qing Yuan, kemudian dia melupakan itu dan bertanya, "Kenapa kau mau pergi ke kota Luoyang mempercayai perkataan pria semalam?", tanya Xiao Yu secara serius.


Ekspresi Qing Yuan berubah menjadi serius setelah Xiao Yu melontarkan pertanyaan itu, "Aku merasa kalau orang yang bernama Xie Xuan itu ada hubungan nya dengan guru. maka dari itu aku benar-benar harus pergi ke kota Luoyang dan mencari tahu sendiri", dia menjawabnya secara percaya diri.


Jawaban nya hanya membuat Xiao Yu menatap datar kepada Qing Yuan pertanda bahwa perkataan dia ada benar nya.


"Tuan ini empat porsi tahu mapo sudah siap", ucap si pemilik kedai seraya meletakkan makanan itu diatas meja mereka.


Mata Qing Yuan terbelalak saat melihat makanan yang sungguh membuat air liur berjatuhan dengan bau nya yang sedap.


Qing Yuan menggesek dua telapak tangan nya sambil menghirup aroma sedap yang dihasilkan oleh tahu mapo, dia langsung memakan nya secara lahap.


Tatapan bengong dari Xiao Yu dan pemilik kedai kepada Qing Yuan, tak habis pikir dengan seseorang tanpa ada rasa malu.


Kemudian pemilik kedai itu bertanya, "Ngomong-ngomong Tuan-tuan ini mau kemana?".


"Kami ingin menuju ke kota Luoyang", jawab Xiao Yu sambil memakan satu persatu tahu mapo secara anggun.


"Kota Luoyang? saya tahu betul kota itu kota yang dipenuhi para ahli bela diri dan berada sangat jauh dari sini. apa anda-anda ini kesana ingin melatih diri?", tanya sang pemilik kedai penasaran.


Sekarang giliran Qing Yuan yang menjawab, "Kami ingin mencari orang yang bernama Xie Xuan".


Pemilik kedai itu menaikkan bibir bawah nya secara heran dengan ucapan Qing Yuan yang tak masuk akal, "Xie Xuan? saya tahu jelas dengan kota itu, marga Xie salah satu klan terhormat dan terkuat yang ada di kota Luoyang. tapi saya belum pernah mendengar orang marga Xie yang bernama Xie Xuan", jelas sang pemilik kedai dengan detail.


Sontak Qing Yuan dan Xiao Yu terkejut dengan penjelasan sang pemilik kedai, jika orang yang bernama Xie Xuan itu tidak ada dikota Luoyang apakah mereka telah dibohongi oleh Yu Zhen?.


Qing Yuan melirik ke arah Xiao Yu yang mana dirinya sedang menunjukkan tatapan serius mengandung makna seolah-olah menyuruh Qing Yuan memilih jalan yang tepat.


Qing Yuan mengerti, dia memilih menuju ke kota Luoyang tak mungkin orang yang punya hubungan dengan guru nya bernama Yu Zhen itu membohongi mereka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2