
Sementara Lu Zhi masih saja mengoceh kesal terhadap Xiao Yu, "Berani nya kau meremehkan diriku, akan kubuat kau ikut menyesal seperti teman sampah mu tadi".
Lu Zhi mulai berlarian kearah Xiao Yu dengan penuh emosi.
Ketika ujung pedang nya hampir mengenai Xiao Yu tapi terhenti kan gara-gara mendengar suara Qing Yuan yang menghentikan tindakan nya.
"Berhenti!".
Setelah mendengar kata-kata itu, Lu Zhi menarik kembali pedang nya yang tadinya hampir mengenai Xiao Yu.
Secara perlahan sedikit memasang ekspresi masam dia menoleh kearah Qing Yuan menjadi lebih kesal dan marah terhadap Qing Yuan yang masih saja ingin mengusik dirinya.
Tapi setelah tolehan itu, sontak Lu Zhi terkejut dengan mata melebar melihat kearah Qing Yuan, "Apa-apaan itu?", Lu Zhi bertanya-tanya dalam hati nya apa yang sedang dilakukan Qing Yuan hingga membuat Lu Zhi jadi termangu seperti itu.
Posisi Qing Yuan saat ini sedikit bertekuk dan membungkuk sambil memegang erat-erat gagang pedang nya dengan Pusaran angin terlihat mengelilingi Qing Yuan yang mana pusaran angin itu sedikit demi sedikit semakin membesar menjadi sebuah pusaran angin begitu hebat dan terasa kuat.
Dedaunan pepohonan yang ada di dalam hutan itu mulai berguguran akibat pusaran angin Qing Yuan seperti badai topan.
Daun-daun itu berterbangan kearah Qing Yuan dan masuk kedalam pusaran angin ikut mengelilingi Qing Yuan bersama badai angin dirinya. itu terlihat sedikit indah.
Sementara disisi lain, baju hanfu Lu Zhi ikut berterbangan serta rambut panjang nya gara-gara hembusan angin kuat berasal dari pusaran milik Qing Yuan.
Lu Zhi mengernyitkan keningnya menatap kearah Qing Yuan seperti tatapan sedikit ketakutan.
Namun itu hanya sesaat saja, Lu Zhi berpikir mungkin itu hanya jurus biasa, Qing Yuan sengaja menggunakan nya hanya untuk menakut-nakuti dirinya.
"Jurus seperti itu tidak akan membuat ku tercengang ataupun takut", Lu Zhi mengerut dahi nya menatap kearah Qing Yuan.
Namun, Qing Yuan tak menggubris perkataan nya, kini Qing Yuan terlihat seperti orang yang sudah hilang kesadaran.
Melihat hal itu, Lu Zhi membuat pedang nya kembali melayang-layang, kali ini dia menggerakkan jari jemari tangan nya seperti ingin mengeluarkan sebuah jurus.
__ADS_1
Benar saja, pedang milik nya tiba-tiba terbagi menjadi 10 bagian.
Pedang-pedang itu mulai bergerak dan membuat sebuah formasi pedang menjadi bentuk lingkaran bulat berada di belakang Lu Zhi.
Kini Qing Yuan merasa seperti masih ada di masalalu dimana gurunya memperlihatkan cara menggunakan jurus pedang yang selama ini dia latih selama 5 tahun.
"Qing Yuan jika kau ingin melatih jurus ini, kau harus bisa membuat kemarahan angin terasa seperti meluap-luap dalam jiwa pedang mu, buat lah mereka bisa menerimamu untuk menumpahkan segala aramah dan ancaman melalui ujung pedang milik mu. ingatlah itu".
Suara guru yang beberapa kali terngiang dan terdengar jelas seperti nyata, seolah-olah gurunya saat ini sedang memberitahu langsung kepada dirinya.
Begitu juga dengan Lu Zhi, sesudah dirinya membuat formasi pedang dia mulai menunjuk ke arah Qing Yuan dengan dua jari tangan nya menyuruh mereka untuk menyerang Qing Yuan bersamaan, "Pergi!".
Spontan pedang-pedang milik Lu Zhi secara siaga terbang menerjang menyerang Qing Yuan bersamaan.
Tapi, pedang-pedang itu tak bisa menerobos ataupun menembus pusaran angin Qing Yuan, itu seperti sebuah pertahan yang sangat kuat hingga pedang-pedang Lu Zhi kesulitan untuk menerobos pusaran angin Qing Yuan.
Tangan Lu Zhi menjadi bergetar akibat terus menerus menekan kekuatan berusaha mengendalikan pedang nya untuk bisa menerobos pusaran angin itu.
Tapi itu semua sia-sia saja, Lu Zhi mengertakkan gigi karena kesusahan menembus pusaran itu mulai mengalami kesulitan saat ini dia merasa terpojok.
Tanpa menunggu lagi, Qing Yuan mulai mengayunkan pedang menebas dari bawah hingga keatas mirip seperti yang gurunya lakukan seolah-olah kini jiwa guru nya berada bersamaan didalam tubuh Qing Yuan.
"Heyaaaa!!
Teriakan begitu keras dari Qing Yuan, tebasan terlihat begitu indah hingga membuat Xiao Yu melebarkan matanya dengan takjub karena melihat keindahan tebasan itu. tebasan ini sangat langka. Ah bukan! melainkan tebasan ini belum pernah sekalipun Xiao Yu lihat.
Kini Lu Zhi sangat kepanikan melihat tebasan begitu besar dari pedang Qing Yuan menerjang maju ke arah nya. dengan cepat Lu Zhi kembali menggerakkan dua jari tangan menyuruh pedang-pedang nya menghancurkan tebasan itu.
"Serang!!".
Pusaran angin itu pecah bersama dedaunan, tebasan Qing Yuan menghampiri Lu Zhi. pedang-pedang milik Lu Zhi semua nya hancur tak tersisa akibat berusaha menahan dan melawan tebasan itu.
__ADS_1
Hingga tebasan nya mengenai Lu Zhi sampai dia terpental dengan kuat begitu jauh setelah menerima tebasan itu.
"Uhukk!"
Darah berhamburan dengan kental keluar dari mulut Lu Zhi hingga membasahi hanfu yang dia kenakan. dengan terengah-engah Lu Zhi merasakan kesakitan sungguh luar biasa bagaikan seluruh tubuh nya diremukkan dalam sekejap.
Tatapan nya kini mulai sayu dan samar sehingga pada akhirnya Lu Zhi jatuh pingsan dengan darah yang sangat kental terus mengalir keluar dari mulutnya.
Tebasan Qing Yuan meninggalkan bekas di tanah begitu jelas.
Selesai sudah semua perkelahian itu, Qing Yuan berdiri sempoyongan berusaha berdiri tetap.
"Haa haa"
Dengan kesusahan Qing Yuan bernafas kelelahan sambil menguatkan dirinya. tapi tetap saja, sampai pada akhirnya dia goyah dan hilang kesadaran.
Pada saat dirinya mau jatuh Xiao Yu tiba-tiba muncul dan menangkap Qing Yuan menahan dirinya agar tidak terjatuh ke tanah.
Xiao Yu sedikit menatap Qing Yuan tanpa ekspresi, lalu dia menoleh kearah para-para murid sekte awan yang pertama dijatuhkan oleh Qing Yuan sedang menahan-nahan dan meringis kesakitan.
Dia menatap tajam serta dingin yang menusuk kearah mereka sambil mengatakan, "Cepat enyah kalian dari sini", Xiao Yu mengatakan nya dengan suara nya yang serak nan dalam terdengar lembut tapi menyeramkan.
Dengan cepat murid-murid sekte awan bangun setelah mendengar ucapan dari Xiao Yu, mereka berlarian sambil membawa Lu Zhi ikut pulang bersama mereka ke sekte awan.
Sesudah mereka pergi, Xiao Yu merangkul Qing Yuan untuk membawa nya ke sebuah pohon besar dan menyandarkan tubuhnya disana.
Secara dalam-dalam Xiao Yu menatap luka-luka di tubuh Qing Yuan dengan kening yang mengernyit sedikit khawatir, "Luka-luka nya cukup serius", Xiao Yu bergumam kekhawatiran terlihat jelas dari ekspresi wajah nya yang sedikit gelisah.
Lalu Xiao Yu kembali menatap kearah Qing Yuan yang tengah hilang kesadaran seraya berkata, "Tunggulah sebentar aku akan pergi mencari beberapa tumbuhan obat yang ada di sekitar sini. jadi tahan lah".
Setelah mengucapkan itu, Xiao Yu dengan buru-buru langsung pergi meninggalkan Qing Yuan sendirian disana untuk mencari tanaman obat yang bisa menyembuhkan luka ataupun menghilangkan rasa sakit nya.
__ADS_1
Bersambung...