
Selesai itu, Qing Yuan kembali menarik pedang nya kembali bangun menatap kearah Lu Zhi dengan tatapan tajam.
Lu Zhi mulai menggenggam erat gagang pedang nya sambil berucap secara geram penuh emosional, "Beraninya rendahan seperti kau banyak tingkah".
Ucapan Lu Zhi seketika membuat Qing Yuan tersenyum bengis dengan perkataan nya itu. Qing Yuan menegakkan kepalanya lalu menjawab, "Bukan kah kau sedang mengatai dirimu sendiri?", ucap Qing Yuan sambil tersenyum angkuh.
Perkataan begitu pedas darinya langsung menusuk di hati Lu Zhi. kini Lu Zhi merasa seperti harga dirinya sedang di remehkan dan injak.
Emosi dalam diri Lu Zhi semakin meluap, ia menatap penuh murka kearah Qing Yuan sambil mengertakkan gigi secara geram dengan nafas berhembus cepat bagaikan harimau yang sangat gerah ingin segera menerkam mangsa di depan nya.
Lu Zhi mulai membuat pedang nya melayang-layang di udara dengan cara mengendalikan nya menggunakan dua jari sebagai arahan sambil mengatakan penuh amarah kepada Qing Yuan, "Kau akan menyesal telah berurusan dengan ku".
Tanpa menunggu lagi Lu Zhi langsung menunjuk kearah Qing Yuan menggunakan dua jari nya sebagai arahan pengendali pedang.
Pedang milik Lu Zhi terbang menerjang kearah Qing Yuan sesuai suruhan dari Tuan nya.
Secara cepat Qing Yuan langsung menangkis pedang Lu Zhi dengan gegabah akibat gerakan pedang milik Lu Zhi punya tingkat kecepatan yang tinggi.
Lu Zhi terus menerus menggerakkan dua jari mengendalikan pedang nya agar terus menyerang hingga membuat Qing Yuan kini terdesak karena pedang Lu Zhi menyerang dari berlainan arah dalam kecepatan tinggi.
"Sringg tang ting!".
Suara tangkisan pedang begitu cepat dari berbagai sisi arah, kecepatan nya membutuhkan indra tajam sampai harus membuat Qing Yuan bergantungan pada insting dengan fokus yang tinggi.
Saat Qing Yuan sedang berusaha fokus menangkis serangan pedang Lu Zhi dalam keadaan kesulitan tiba-tiba saja pedang nya menghilang.
Kehilangan pedang itu tetap tak bisa mengalihkan kewaspadaan Qing Yuan.
Secara was-was dan hati-hati dengan nafas terengah-engah Qing Yuan berjaga-jaga agar tidak terkena serangan saat pedang itu tiba-tiba kembali muncul.
Kemudian Qing Yuan sedikit melirik kearah samping berfirasat bahwa pedang itu akan menyerang dari belakangnya.
Benar saja pedang itu menerjang dengan kecepatan tinggi kembali menyerang dari arah belakang Qing Yuan.
"Tangg!!".
Sontak Qing Yuan dengan cepat berbalik menahan serangan tiba-tiba menggunakan pedang nya.
Pedang Lu Zhi terus mendorong sangat kuat pedang Qing Yuan dengan ujung nya hingga membuat Qing Yuan kesulitan menahan dorongan begitu kuat dari pedang itu.
Lutut Qing Yuan mulai sedikit bertekuk akibat pedang Lu Zhi yang semakin mendorong pertahan pedang milik Qing Yuan.
Namun pada akhirnya, Lu Zhi tiba-tiba saja muncul di hadapan Qing Yuan. sebuah tendangan hebat dari Lu Zhi mendarat di perut Qing Yuan sampai membuat dirinya terlempar jauh hingga menabrak pepohonan dengan punggung nya begitu keras.
__ADS_1
Kini Qing Yuan merasa seluruh tubuh nya merasa sangat kesakitan.
Setelah kejatuhan Qing Yuan, Lu Zhi berdiri santai dengan pedang miliknya melayang-layang dari arah samping kanan sambil menatap kearah Qing Yuan seraya tersenyum remeh.
"Sudah kukatakan bukan? jangan macam-macam dengan ku", jelas Lu Zhi sembari menatap hina kearah Qing Yuan.
Nafas Qing Yuan berhembus tak beratur akibat kelelahan dan menahan rasa sakit, ia menatap kearah Lu Zhi dengan tajam.
Sementara Xiao Yu dia hanya akan terus berdiam diri memperhatikan mereka walaupun Qing Yuan sedang dalam kesulitan.
Lalu Qing Yuan kembali bangun dengan gemetaran keadaan nya kini terlihat sekarat dan kacau sampai dia harus mengandalkan pedang nya itu bisa kembali berdiri.
Dia menatap Lu Zhi dalam-dalam secara tajam sambil kembali mengangkat pedang nya.
"Hiyaaa!!", Qing Yuan berlarian kearah Lu Zhi ingin kembali menyerang dirinya tak terima kekalahan.
Melihat keangkuhan nya Qing Yuan seketika membuat Lu Zhi menyeringai dan berucap, "Inilah yang memuakkan dari orang lemah seperti kau. buat apa terus bertekad melawan jika sudah tahu hasil nya akan tetap sama?". Lu Zhi mengatakannya dengan ekspresi jijik.
"Baiklah, aku akan melayani mu", Lu Zhi mulai kembali menunjuk kearah Qing Yuan yang tengah berlari kearah nya menggunakan dua jari menyuruh pedang nya untuk menyerang Qing Yuan, "Serang dia".
Kemudian pedang Lu Zhi kembali terbang menerjang kearah Qing Yuan.
"Hiyaaa!", Sekuat tenaga Qing Yuan mengayunkan pedang nya menangkis serangan sambil berteriak begitu keras dengan suara yang pecah.
Namun, sekarang Qing Yuan sudah kehabisan tenaga dan merasa sangat lemah hingga tangkisan nya ada yang meleset tak bisa fokus karena dirinya yang sudah kacau saat ini.
"Srrkk!"
Suara goresan dibagian pipi Qing Yuan dengan pedang Lu Zhi hingga mengeluarkan sedikit darah. secara cepat Qing Yuan langsung menangkis serangan.
Namun, Lu Zhi tiba-tiba kembali muncul juga ikut menyerang Qing Yuan seperti barusan, kali ini dari arah belakang nya.
Lu Zhi memutar kan tubuhnya lalu menendang tepat di punggung Qing Yuan.
Tendangan nya membuat Qing Yuan seketika jatuh terlangkup di tanah, tendangan nya memberi efek kepada Qing Yuan sampai batuk darah.
"Uhuk! haa haa", dengan ngos-ngosan hampir kehilangan kesadaran Qing Yuan tetap ingin kembali bangun dan melawan Lu Zhi.
Tapi, baru setengah dia bangun Lu Zhi menghampiri dirinya dan menginjak punggung Qing Yuan sehingga ia kembali jatuh.
"Sampah!", teriak Lu Zhi menghina Qing Yuan.
Injakan Lu Zhi cukup kuat hingga membuat Qing Yuan merasa kesusahan dan akhirnya pingsan.
__ADS_1
Lu Zhi menyeringai kegirangan melihat Qing Yuan yang telah hilang kesadaran, "Sampah lemah seperti mu lebih baik duduk bersembunyi saja daripada menyusahkan orang-orang".
Setelah mengucapkan itu, Lu Zhi sedikit menendang Qing Yuan menggunakan ujung kaki nya.
Kemudian dia melihat kearah Xiao Yu, yang mana diri nya saat ini sedang duduk santai dengan kedua tangan melipat dibawah dada seraya menatap dingin kearah nya.
Lu Zhi menarik pedang nya ke gengaman yang jatuh di samping Qing Yuan dengan cara mengendalikan nya.
Lagi-lagi Lu Zhi kembali menyeringai dia kembali berucap dengan sombong sambil mengarahkan ujung pedangnya kearah Xiao Yu, "Sekarang giliran kau".
Namun, Xiao Yu tak menggubris perkataan nya. dia hanya terus menatap dingin kearah Lu Zhi.
Hal itu membuat Lu Zhi jadi merasa kesal, "Hei apa kau tak dengar aku?".
Sementara Qing Yuan tiba-tiba saja dia bermimpi masalalu dengan gurunya saat dia berusia 12 tahun.
Di dalam mimpi itu Qing Yuan bertanya kepada gurunya, "Guru, ajarkan aku sebuah teknik rahasia ataupun jurus andalan nya guru".
Guru nya tertawa kecil mendengar permintaan dari Qing Yuan, ia berdiri menatap kearah langit sambil menjawab, "Tentu saja aku akan mengajarkan jurus itu padamu".
Begitu senangnya didalam mimpi Qing Yuan tertawa gembira setelah guru menerima permintaan nya.
Lalu Guru nya mengambil sebuah pedang kayu mulai membuat kuda-kuda ingin menunjukkan jurus itu kepada Qing Yuan.
"Perhatikan ini baik-baik Qing Yuan".
Qing Yuan memperhatikan secara seksama melihat jurus itu".
Kemudian guru nya mulai berucap, "Badai di ujung pedang, angin ribut berada di dalam jiwa. buka lah jalan kemenangan untuk ku", Guru nya mulai menebas kearah udara sehingga terasa hembusan angin akibat tebasan dari nya.
Jurus itu tak memuaskan bagi Qing Yuan, "Apa ini guru? jurusnya tidak terlihat unik".
Gurunya mulai menghela nafas sambil tersenyum. ia mengelus kepala Qing Yuan sembari memberi sebuah penjelasan.
"Jika kamu memiliki niat yang tinggi dan tekad luar biasa sehingga jiwa pendekar membentuk dalam dirimu. maka, jurus yang tadi nya tidak berarti akan berbeda menjadi sebuah jurus kedudukan tinggi, paling berharga. apabila jatuh ditangan seorang dengan jiwa pendekar sejati dalam dirinya".
Penjelasan dari gurunya menyentuh hati Qing Yuan.
Sementara Lu Zhi masih saja mengoceh kesal terhadap Xiao Yu, "Berani nya kau meremehkan diriku, akan kubuat kau ikut menyesal seperti teman sampah mu tadi".
Lu Zhi mulai berlarian kearah Xiao Yu dengan penuh emosi.
Ketika ujung pedang nya hampir mengenai Xiao Yu tapi terhenti kan gara-gara mendengar suara Qing Yuan yang menghentikan tindakan nya.
__ADS_1
"Berhenti!".
Bersambung....