
Qing Yuan mengalihkan topik pembicaraan, dia langsung bertanya kepada si pemilik kedai akan hal tentang menuju kota Luoyang, "Baiklah, ngomong-ngomong setelah ini kami akan kemana sebelum sampai di kota Luoyang?".
"Anda akan bertemu sungai Luo dan kuning, disana ada penginapan, Tuan bisa menginap dulu disana sebelum masuk ke kota Luoyang".
Qing Yuan mengangguk tersenyum sambil mengucapkan terimakasih, "Terimakasih atas penjelasan anda".
"Sudah kewajiban saya Tuan, kalau begitu saya permisi anda lanjut saja makan Tahu Mapo nya", ucap si pemilik kedai sembari membungkuk hormat dan pergi meninggalkan mereka.
Setelah itu, penjelasan si pemilik kedai kembali terngiang di dalam kepala Qing Yuan, sekarang dia secara bingung dan linglung menatap ke bawah dengan perasaan campur aduk.
Melihat perubahan Qing Yuan, Xiao Yu menatap serius ke arah nya tanpa melanjutkan makan. lalu dia bertanya, "Sekarang bagaimana pilihanmu?".
Qing Yuan kembali mengangkat kepala nya menatap Xiao Yu setelah dia bertanya. kemudia Qing Yuan mulai kembali menurunkan pandangan nya sambil menjawab kurang yakin, "Entahlah. tapi aku tetap akan memilih pergi kesana, seperti yang sudah kukatan aku akan mencari tahu sendiri", walaupun kurang yakin Qing Yuan juga tetap akan memilih untuk pergi.
Xiao Yu langsung bangun dari meja nya setelah mendengar jawaban yang diberikan oleh Qing Yuan.
"Kau mau kemana?", tanya Qing Yuan dengan heran setelah melihat Xiao Yu yang berdiri dari kursi nya.
"Mau kemana lagi? tentu saja kita harus segera ke kota Luoyang", Xiao Yu diam-diam peduli akan Qing Yuan yang merasa kesulitan, dia saat ini sedang berusaha meyakinkan Qing Yuan bahwa pilihan nya itu adalah suatu pilihan yang tepat.
Sejenak Qing Yuan tak paham, tapi akhirnya dia tersenyum dan mengerti dengan maksud perkataan Xiao Yu.
"Baiklah, kalau begitu kita akan membeli kuda dulu", Qing Yuan langsung berjalan mendekati kuda-kuda untuk mereka tunggangi agar secepatnya sampai di kota Luoyang.
Qing Yuan mengelus-elus kepala kuda berwarna coklat dan hitam, terlihat cocok untuk mereka tunggangi.
"Tuan mau membeli kuda?", ucap sang pemilik kedai tadi kembali menghampiri mereka.
"Benar, kami ingin membeli dua kuda ini, tolong anda totalin semua termasuk makanan tadi", ucap Qing Yuan dengan santai sembari menggesek-gesek pipi nya di kepala kuda.
"Baik Tuan, total harga semua nya tiga ribu koin perak dan seratus koin emas".
"Apa!?", Sontak Qing Yuan terkejut dengan mata terbelalak atas ucapan pemilik kedai yang menghitung semua jumlah total harga.
__ADS_1
"Apakah anda sedang merampok!?", tanya Qing Yuan dengan cara meninggikan suara.
Si pemilik kedai merasa sedikit tersinggung dengan perkataan Qing Yuan, dia pun menjawab nya seraya menahan amarah, "Tuan, anda tahu sendiri disini tidak ada lagi kedai selain punyaku", jelas sang pemilik kedai itu mulai kesal.
"Ini tidak adil, bagaimana bisa anda mengambil untung sebanyak itu!?", Qing Yuan meninggi kan suara nya akan tak terima harga yang di bicarakan oleh sang pemilik kedai.
"Jika anda tidak setuju tak perlu beli kuda nya, anda bayar saja harga tahu mapo nya dan pergi dari sini!", Pemilik kedai itu akhirnya tidak bisa lagi menahan emosi dan muak berdebat dengan Qing Yuan.
Qing Yuan masih tak terima, dia melirik ke arah Xiao Yu yang hanya terdiam sambil menatap malas kepadanya. karena Xiao Yu sudah tahu kalau hal ini akan terjadi.
Qing Yuan sendiri tak bisa menyalahkan pemilik kedai, wajar si penjual mengambil untung sebanyak itu karena tidak ada siapapun yang menjual didalam hutan selain dirinya.
Akhirnya ia menyerah dengan ego nya sendiri dan langsung dengan ragu-ragu menyetujui harga yang dibicarakan si pemilik kedai, "Baiklah-baiklah kami menyetujuinya, tiga ribu koin perak dan seratus koin emas", terlihat jelas dari nada nya bahwa dia masih tidak ikhlas menerima harga sebanyak itu.
Qing Yuan langsung mengeluarkan sekantong tiga ribu koin perak dan seratus koin emas untuk diserahkan kepada si pemilik kedai.
Sang pemilik kedai full senyum melihat kantong uang yang di keluarkan oleh Qing Yuan, secara cepat dia langsung mengambil kantong itu dari tangan Qing Yuan sambil berucap, "Senang bisa bertemu dengan anda, silahkan ambil dua ekor kuda nya".
Si pemilik kedai membuka kandang kuda dan menyerahkan dua ekor kuda coklat dan hitam kepada Qing Yuan dan Xiao Yu.
"Hiyaak!".
Dua kuda itu berlarian dengan kecepatan tinggi dan menuju ke kota Luoyang.
.
.
Selama satu jam kuda-kuda yang mereka tunggangi berlarian dalam kecepatan tinggi, akhirnya mulai berjalan berdampingan secara perlahan.
Qing Yuan menunduk lesu dikarenakan menyesal telah memesan tahu mapo sebanyak empat porsi yang sudah menghabiskan uang mereka akibat kerakusan Qing Yuan.
"Xiao Yu kita sekarang sudah kembali miskin", ucap nya lesu tak bersemangat.
__ADS_1
Xiao Yu memutar bola matanya membuat ekspresi malas untuk menanggapi Qing Yuan.
Diketika kelesuan Qing Yuan berlangsung, disaat itu lah para perampok muncul dan menghentikan kuda mereka.
"Berhenti!".
Kuda yang Qing Yuan tunggangi terkejut dengan kemunculan tiba-tiba sang perampok dihadapan nya sehingga kuda itu bersuara terkejut dengan tubuh nya yang terjungkat sampai membuat Qing Yuan yang berada diatas kuda terjatuh ketanah akibat hilang keseimbangan.
"Eh ada apa ini? uwaakh!".
"Brukk!".
"Aduh", ringis Qing Yuan sedikit merasa sakit.
"Mau apa kalian?", tanya Xiao Yu secara dingin seraya menatap tajam ke arah para geng perampok.
Para perampok itu tersenyum sombong sambil berkacak pinggang angkuh dengan anggota yang lebih dari sepuluh.
Si ketua geng menunjuk ke arah Xiao Yu menggunakan ujung pedang saber nya pedang bermata satu yang melengkung. Lebih berat dan dianggap agak kasar dibandingkan dengan Sword yang elegan.
"Tinggalkan semua barang-barang berharga kalian termasuk kuda-kuda itu sebelum kami bersikap kasar", ucap si ketua itu dengan ciri-ciri badan gemuk, dan pendek secara sombong.
Tentu saja itu hal yang tidak bisa diterima, Qing Yuan dengan cepat berdiri dari jatuhnya lalu berteriak meledakkan suara ke ketua geng, "Kau pikir kau siapa seenaknya saja meminta barang-barang berharga kami!", teriak Qing Yuan secara menggebu-gebu sembari menunjuk kasar kepada kelompok perampok.
Si ketua geng berbadan gemuk itu seketika merasa murka atas ledakan suara Qing Yuan yang menganggap nya rendah menurut sisi pandangan dia.
Ia mengepal kuat tangannya sambil mengertakkan gigi, lalu menyuruh anak-anak buah nya menyerang mereka secara bersamaan.
"Serang mereka! jangan kasih ampun!".
Para-para anak buah anggota lain yang memegang senjata persis sama dengan ketua nya dan beberapa yang memegang kapak, spontan lari bersamaan menyerang Xiao Yu dan Qing Yuan dengan jumlah anggota banyak setelah sang ketua mulai memerintah.
"Hiyaaa!!".
__ADS_1
Qing Yuan dan Xiao Yu mulai mengerut dahi melihat jumlah anggota perampok itu yang banyak tapi masih bisa di atasi.
Hanya beberapa perampok yang berlari ke arah Qing Yuan sedangkan lain nya lebih banyak menerjang ke arah Xiao Yu.