Pendekar Sampah

Pendekar Sampah
Masalalu Yu Zhen 2


__ADS_3

Ketika Yu Zhen masih menahan pedang ganda Jing Ling sekuat tenaga. tiba-tiba tiga orang marga Chu terbang menerjang kearah nya ingin menyerang secara bersamaan.


Ketiga marga Chu, Chu Yuan dan Chu Changli mengarah kan ujung pedang pembunuh nya ke arah leher Yu Zhen. sedangkan Chu Bei menyerang Yu Zhen dengan jarum-jarum beracun nya.


Yu Zhen masih menahan pedang Jing Ling sekuat tenaga, sedikit lagi serangan ketiga marga Chu hampir mengenai nya. Yu Zhen mengertakkan gigi secara geram tiba-tiba pusaran gumpalan energi kekuatan besar berasal dari jurus pedang gelombang bintang Yu Zhen.


Gumpalan pusaran energi kekuatan dari jurus pedang gelombang bintang Yu Zhen membuat Jing Ling dan ketiga marga Chu terpental begitu kuat menjauh dari Yu Zhen.


"Hosh hosh", Yu Zhen bertekuk lutut menopang diri nya menggunakan pedang dan mengatur nafas mulai merasa kelelahan.


Akan tetapi, musuh tidak akan memberi Yu Zhen waktu untuk mengatur nafas nya.


Tiba-tiba Hong Yi muncul mengayun tombak nya tepat di area wajah Yu Zhen.


Yu Zhen sedikit melebar kan mata nya karena terkejut. Dengan reflek Yu Zhen langsung menarik tubuh nya kebawah menghindari ayunan tombak Hong Yi.


Tombak Hong Yi melewati berdekatan diantara wajah Yu Zhen sedikit lagi hampir mengenai muka tampan nya.


Secara cepat Yu Zhen langsung bangun setelah tombak Hong Yi melewati wajah nya. sesudah itu Yu Zhen meloncat ke atas sekali berputar lalu melepaskan tendangan nya dan mendarat tepat mengenai di wajah Hong Yi.


Seusai Hong Yi jatuh, lagi-lagi muncul seribu pisau Bai Hua dari arah belakang Yu Zhen, mereka tidak memberi sedikit waktu pun kepada nya untuk berhenti sejenak.


Yu Zhen kembali mengeluarkan pertahanan teknik pedang Dewi Phoenix untuk menghancurkan seribu pisau Bai Hua.


"Boom!".


Seribu pisau Bai Hua dan burung Phoenix Yu Zhen hancur bersamaan dalam sekejap.


Kemudian Jing Ling muncul dari sisi kanan Yu Zhen mengeluarkan jurus tebasan haus darah nya dari pedang ganda.


Tebasan pedang ganda Jing Ling pergi melesat ke arah Yu Zhen.


Namun, Yu Zhen menghancurkan tebasan Jing Ling dengan cara membalas menggunakan tebasan pedang nya juga.


"Bumm!".


Tebasan pedang mereka saling bertabrakan dan hancur bersamaan.

__ADS_1


Lalu muncul lah pedang pembunuh dari Chu Yuan dari belakang Yu Zhen, Chu Yuan mengarahkan pedang nya tepat di bagian leher Yu Zhen.


Serangan Chu Yuan sedikit menggoresi leher Yu Zhen dengan bilah pedang nya. untung saja Yu Zhen cepat menyadari serangan dadakan dari Chu Yuan.


Yu Zhen langsung menangkis pedang pembunuh Chu Yuan. lalu dia tiba-tiba menghilang dari pandangan Chu Yuan.


Chu Yuan mulai was-was atas kehilangan Yu Zhen di depan mata nya, "Kemana dia pergi?".


Namun, tiba-tiba Yu Zhen muncul lagi dari arah belakang nya. Chu Yuan sontak terkejut dengan kemunculan Yu Zhen. baru sedikit Chu Yuan ingin menoleh, Yu Zhen langsung memegang kuat kepala Chu Yuan dan menghantam muka nya secara kuat ke tanah.


"Buaakk".


Hantaman begitu kuat dari Yu Zhen sehingga membuat tanah menjadi retak juga meninggalkan bekas wajah Chu Yuan di tanah dengan sangat jelas seperti jiplakan murni. bekas itu memberi kesan bahwa hantaman nya benar-benar kuat.


Setelah menjatuhkan Chu Yuan, sekarang giliran Chu Bei yang menyerang.


Chu Bei melepas kan lima jarum-jarum beracun nya pergi untuk menusuk Yu Zhen.


Satu jarum di hindari oleh Yu Zhen. masih tersisa empat jarum lagi. Yu Zhen berlari menghindari jarum-jarum itu, namun jarum-jarum Chu Bei mengikuti kemana pun Yu Zhen berlari.


Sehingga pada akhirnya, Chu Bei membolak-balik dua jari untuk mengendalikan empat jarum nya menjadi dua kelompok.


Yu Zhen dengan cepat berhenti ketika jarum Chu Bei tiba-tiba berpindah di hadapan nya.


Lalu Chu Bei menepuk kedua tangannya sebagai suruhan kepada jarum-jarum untuk mulai menyerang Yu Zhen.


Jarum-jarum itu mulai bergerak menerjang ke tubuh Yu Zhen. namun, Yu Zhen berhasil menangkis jarum-jarum itu dengan cara menebas menggunakan pedang nya secara berputar.


Akan tetapi, Chu Bei tiba-tiba muncul di hadapan Yu Zhen dan melemparkan sebuah anak jarum dengan cara menyentil dan menancap tepat di bahu kanan Yu Zhen.


"Ukhh". Yu Zhen terkejut dan sedikit meringis kesakitan sambil meremas bahu kanan nya.


Sekarang Yu Zhen sedang terpojok, mereka semua mulai menerjang ke arah Yu Zhen seperti sekumpulan harimau yang hampir berhasil menangkap mangsa liar nya.


Tapi, Yu Zhen mulai kembali mengangkat pedang ke atas dengan sulur sulur energi yang meresap kedalam bilah pedang nya.


Yu Zhen menggenggam gagang pedang nya menggunakan kedua tangan secara erat-erat setelah semua energi terkumpul di bilah pedang tersebut.

__ADS_1


Lalu Yu Zhen menancap kan pedang nya di tanah sambil berteriak, "Amukan sang Dewi Phoenix!".


Kedahsyatan energi riak gelombang yang di ciptakan oleh jurus pedang kemarahan sang Dewi Phoenix.


Tiga burung-burung Phoenix yang tercipta dari energi kekuatan terbang melesat ke arah musuh secara mengamuk dengan suara siulan nyaring nya yang terdengar kacau balau tak karuan pertanda kemarahan.


Para musuh sempat membuat perisai pelindung. namun kemarahan sang Dewi Phoenix yang keluar melalui tancapan pedang Yu Zhen bisa menghancurkan perisai-perisai itu hingga tak tersisa.


"Uwaakkhh!!".


Burung-burung Phoenix menghantam mereka sampai membuat mereka mengalami luka dalam berat. para marga Chu sekarang sudah tergeletak tak berdaya untuk lanjut penyerangan membunuh Yu Zhen.


Namun, diluar pikiran para sekte aliran darah iblis masih sanggup melawan Yu Zhen dalam keadaan mengalami luka berat.


"Uhukk Hosh hosh", sebercak darah keluar dari mulut Yu Zhen. Yu Zhen menatap sayu ke arah para sekte aliran darah iblis karena racun jarum Chu Bei yang tertancap di bahu Yu Zhen perlahan mulai menyebar menyeluruh.


Yu Zhen sudah mencapai batas, kini akibat racun itu Yu Zhen tidak bisa melanjutkan lagi untuk menyerang para sekte aliran darah iblis.


Melihat hal itu, Hong Yi menyeringai licik atas kejatuhan Yu Zhen, "Haha, bukan kah kami akan sangat terkenal di seluruh penjuru dunia jika kami bisa membunuh mu?".


Yu Zhen hanya menatap sayu ke arah mereka dengan nafas yang semakin lama semakin sulit untuk menghembuskan nafas secara normal.


"Jika kau mau memberikan cincin itu secara baik-baik mungkin kami akan mengampuni kau Yu Zhen", cengir Jing Ling secara licik terlihat ada maksud lain di perkataan nya itu.


Mendengar itu Yu Zhen tertawa jijik dengan perkataan Jing Ling, dengan berani nya Yu Zhen masih menyaut ucapan Jing Ling walaupun dia tahu setelah menjawab itu dia akan langsung dibunuh.


"Haha memberikan cincin ini? kau pikir aku bodoh? setelah aku memberi cincin ini kalian akan langsung membunuh ku. mempercayai perkataan para sekte aliran darah iblis seperti kalian itu adalah hal yang konyol dan mustahil", Yu Zhen menjawab nya dengan terengah-engah.


Bai Hua menyeringai senang dengan jawaban Yu Zhen terlihat jelas dari ekspresi wajah nya yang punya aura psikopat, kemudian Bai Hua berkata, "Seperti yang di harapkan dari Yu Zhen, jika kau sudah tahu maka kami akan langsung saja membunuh mu!".


Bai Hua, Jing Ling, dan Hong Yi mereka berlari ke arah Yu Zhen sambil mengangkat senjata nya dengan ringaian kesenangan iblis.


Yu Zhen memejamkan mata mulai pasrah dengan hidup nya walaupun menyerahkan nyawa kepada mereka adalah suatu hal yang menjijikkan tapi itu semua sudah terlanjur terjadi.


Saat serangan mereka hampir mengenai Yu Zhen. tiba-tiba muncul seseorang yang menangkis serangan mereka bertiga.


"Berhenti!".

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2