Pendekar Sampah

Pendekar Sampah
Penasaran


__ADS_3

“Apa? Tapi kenapa?”, Qing Yuan bertanya secara heran dengan tingkah Xiao Yu yang menolak ajakan darinya untuk turun gunung.


“Bukan apa-apa, intinya aku tak mau pergi dari gubuk ini”, jawab Xiao Yu yang kembali berekpresi dingin.


Rasa penasaran dari Qing Yuan kian meninggi kenapa Xiao Yu tak mau di ajak turun gunung, apakah dia punya alasan tersendiri? maka Qing Yuan langsung bertanya, “Kenapa kau tak ingin turun? Kita bisa mencari tempat yang layak daripada gubuk ini, atau jangan-jangan kau punya alasan tersendiri untuk bertekad tidak akan pernah turun gunung?”.


Pertanyaan dari Qing Yuan langsung membuat Xiao Yu mengernyit kening nya di ikuti dengan ekspresi yang terlihat seperti kesusahan.


Namun Xiao Yu menyangkal nya bahwa dia tak punya alasan apapun, “Tidak, jika kau mau turun gunung turun lah sendiri. lagi pula mengapa kau mengajakku kita tak sedekat itu”, Xiao Yu berucap sambil tidur di atas ranjang kayu dan berbaring membelakangi Qing Yuan, “Sudah lah aku mau tidur”.


Tingkah Xiao Yu sama sekali membuat Qing Yuan akan tak paham dengan dirinya. Ia ingin lanjut bertanya tapi karena Xiao Yu terlihat tak mau membicarakan hal itu, Qing Yuan pun terpaksa melupakan pembahasan mengenai masalah turun gunung.


Sekarang Qing Yuan beranjak keluar dan duduk bersandar di dinding gubuk, lalu dia kembali menatap tanda pengenal giok guru nya sembari memikirkan penjelasan Yu Zhen akan tentang menyuruh dia pergi bertemu Xie Xuan di kota Luoyang.


“Kenapa dia menyuruh ku untuk bertemu orang yang bahkan tidak ku kenal? apa Xie Xuan itu juga ada hubungan nya dengan guru sama seperti dia?”, Qing Yuan merenung sendiri dalam kebingungan di tengah malam sambil menatap bulan purnama yang bersinar terang di malam itu.


“Aku harus pergi ke kota Luoyang jika ingin mencari tahu lebih lanjut, tapi bagaimana cara membujuk Xiao Yu agar dia juga ikut bersama ku?’’ Qing Yuan menghela nafas panjang karena kelelahan memikirkan semua hal itu.


Setelah itu Qing Yuan lanjut berpikir, “Lagi pula kota Luoyang adalah kota yang terkenal dengan para ahli penguasa ilmu bela diri dan di penuhi para master yang hebat disana, jika aku ke kota Luoyang aku bisa melatih diriku disana supaya aku bisa membalas sekte Qingyun daripada berdiam diri disini”.


Qing Yuan sudah bertekad bulat untuk mengharuskan dirinya benar-benar pergi ke kota Luoyang, hanya tinggal satu yang membuat nya harus berpikir keras, dan semua itu adalah bagaimana cara membujuk Xiao Yu supaya dia mau ikut turun gunung.

__ADS_1


Kemudian Qing Yuan kembali masuk kedalam gubuk, dia masuk kedalam gubuk hanya untuk memperhatikan Xiao Yu yang sedang tertidur pulas.


Lalu disaat itulah Qing Yuan mulai penasaran akan mata sebelah kiri Xiao Yu yang ditutupi seperti penutup mata di bajak laut.


Keingintahuan Qing Yuan membuat dirinya mendekati Xiao Yu dengan rasa penasaran sungguh luar biasa sambil bergumam, “Ngomong-ngomong kenapa Xiao Yu mata nya ditutup sebelah? Aku jadi penasaran”, gumam nya sembari menatap serius wajah Xiao Yu.


Kini wajah Qing Yuan semakin dekat dengan wajah Xiao Yu, secara ragu-ragu Qing Yuan ingin membuka penutup mata milik Xiao Yu tapi dia kembali menghentikan tindakan tak sopan nya itu dan berpikir, “Ah sial, apa yang aku lakukan? Bagaimana nanti kalau Xiao Yu marah? tapi aku benar-benar penasaran!”, Qing yuan mengatakan nya secara berbisik-bisik sembari memukul-mukul ringan kepala nya.


“Lagi pula dia sedang tertidur, tidak apa-apa kan jika aku melakukan nya?”, ucap nya kembali siap untuk benar-benar membuka penutup mata Xiao Yu.


Dengan bibir bawah yang tergigit sedikit takut dan ragu-ragu, Qing Yuan secara perlahan membuka penutup itu.


Namun tiba-tiba saja Xiao Yu membuka mata terbangun dari tidur nya, secara reflek dia langsung duduk dan menepis tangan Qing Yuan, “Apa yang kau lakukan?”, Xiao Yu bertanya dengan sedikit meninggi kan suara sambil menekan mata kiri menggunakan tangan nya yang kembali tertutup.


Namun, Qing Yuan dengan cepat mengelak agar Xiao Yu tidak curiga, “Ah aku ingin mengambil bunga giok api merah ini. tapi aku malah membangunkan mu, maafkan aku”, Qing Yuan menjawab seraya menunjukkan bunga giok api merah di tangan nya sebagai bukti.


Xiao Yu mengernyit kening nya kurang percaya dengan penjelasan Qing Yu, dia menoleh ke samping benar saja bunga-bunga giok api merah itu berada di arah samping nya.


Setelah mengetahui nya Xiao Yu menghela nafas lega dan mengklaim bahwa perkataan Qing Yuan benar ada nya, “Baiklah, kalau sudah mengambil nya pergi dari sini”, Xiao Yu kembali melanjutkan tidur nya.


Selega-lega nya Qing Yuan menghela nafas panjang lega berhasil keluar dari permasalahan, “Untung lah Xiao Yu mempercayai nya”, ujar nya dengan lega dalam hati.

__ADS_1


Kemudian Qing Yuan menatap kearah bunga giok api merah di tangan nya sambil merenung dengan heran dia berpikir, “Aneh mata kiri Xiao Yu.. merah seperti bunga giok api merah ini, sangat indah! Tapi, kenapa dia menyembunyikan nya? Apakah dia malu gara-gara punya kelainan?”.


Sejenak Qing Yuan memikirkan tentang kelainan mata kiri Xiao Yu yang bewarna merah bagaikan buah permata. Tapi, Qing Yuan hanya memikirkan sementara saja kemudian dia melupakan nya tak lagi menghiraukan ataupun penasaran lebih lanjut.


Esoknya ketika Qing Yuan sudah siap-siap untuk pergi menuju ke kota Luoyang dia kembali bertanya kepada Xiao Yu dengan harapan yang tinggi semoga Xiao Yu mengikuti nya, “Xiao Yu kau benar-benar yakin tidak mau ikut dengan ku?”, tanya Qing Yuan seraya menatap penuh harapan ke arah Xiao Yu.


Tatapan dingin seperti biasa yang ditujunkkan oleh Xiao Yu dari bentuk mata nya yang tajam dengan raut muka datar, dia sungguh menjawab nya secara tak peduli, “Ya, pergilah sendiri”.


Qing Yuan menghela nafas panjang di ikuti dengan mata yang terpenjam, menandakan dia sungguh kecewa atas jawaban Xiao Yu yang menolak ikut dengan nya, “Baiklah kalau begitu aku pergi”, Qing Yuan langsung membalikkan tubuh nya dan berjalan pergi secara perlahan dengan lesu.


Disisi lain Xiao Yu menatap dalam-dalam punggung Qing Yuan yang perlahan berjalan pergi menjauh dari nya.


Tapi setelah melihat kepergian Qing Yuan entah kenapa kini Xiao Yu kian merasakan kekosongan dan hampa. Xiao Yu berpikir sejak kapan manusia seperti nya peduli terhadap perasaan sendiri?.


Baru beberapa langkah Qing Yuan berjalan, namun tiba-tiba dia berhenti mengangkat langkah nya, Qing Yuan dengan cepat kembali berbalik arah menoleh ke arah Xiao Yu sambil berteriak, “Xiao Yu jika kau tidak ikut dengan ku! Kau akan mati kelaparan sendirian di pegunungan!”, Qing Yuan berteriak penuh percaya diri.


Teriakan dari nya membuat Xiao Yu sekali tersenyum tipis sebentar, lalu dia kembali membuat ekspersi datar nya seraya menjawab santai, “Baiklah aku akan ikut”.


“Hah?”.


Setelah mengatakan itu Xiao Yu langsung berjalan melewati Qing Yuan pergi menuju ke kota Luoyang bersama.

__ADS_1


“Hah? Semudah itu?”, sekarang Qing Yuan lagi-lagi dibuat planga-plango atas sikap Xiao Yu yang sungguh sangat membuat orang kebingungan dengan sikap nya yang berubah-berubah.


bersambung...


__ADS_2