
"Sringg!"
Suara ketajaman bilah pedang Qing Yuan yang ditarik dari dalam sarung bersuara nyaring dan dalam begitu lah terdengar.
Mereka berdua mulai bersiap-siap dan siaga ketika para anggota perampok itu sudah di dekat dengan berbagai senjata yang bisa membunuh seseorang.
Xiao Yu turun diatas kuda dengan cara meloncat, disaat itu lah muncul satu anggota berbadan besar dan tinggi mengayun kapak tepat di dahi Xiao Yu sehingga beberapa helai poni Xiao Yu jadi sedikit terpotong dengan ayunan ketajaman kapak.
Cara menghindar yang begitu sempurna ditunjukkan oleh Xiao Yu dengan insting setajam kilat.
"Buakk!".
Xiao Yu menghindar sambil menendang lengan si perampok itu sehingga kapak yang berada ditangan nya terlepas dan jatuh ketanah.
"Singg!",
Sebuah sebilah pedang bermata satu yang tajam melewati leher Xiao Yu sangat berdekatan terlihat jelas bahwa sedikit lagi pedang melengkung besar itu hampir memotong leher nya.
Xiao Yu dengan cepat menangkap dan memegang tangan anggota lain yang hampir membuat leher nya itu terpotong, ia memegang secara erat-erat lalu membanting perampok itu ke tanah sekuat tenaga.
"Brakk!".
"Uhukk", saliva si perampok itu berhamburan keluar akibat bantingan begitu luar biasa nya sakit dari Xiao Yu.
"Hiyaaa!!".
Segerombolan perampokan itu mulai maju melawan Xiao Yu dengan menggila seusai melihat kejatuhan teman nya.
Xiao Yu menoleh sambil mengertakkan gigi nya setelah mendengar teriakan dan melihat segerombolan para pengganggu yang tengah menggila ingin menyerang dirinya.
__ADS_1
Karena sedikit merasa susah, akhirnya Xiao Yu lari sedikit menjauh dari sana dengan para segerombolan perampok yang mengikuti nya dibelakang agar Xiao Yu mudah melawan.
Sementara Qing Yuan, dia menahan senjata-senjata para perampokan itu menggunakan pedang nya untuk pertahanan.
Dia tak bisa fokus karena sebab khawatir dengan Xiao Yu yang dia tahu tidak bisa berkelahi, bagaimana keadaan nya saat.
Tak fokus nya itu memberi untung bagi para perampokan, salah satu anggota mereka menendang di bagian perut Qing Yuan sehingga dia hilang keseimbangan dan termundur beberapa langkah.
"Buakk!".
"Ukh", Qing Yuan sedikit merasa sakit, tendangan perampok itu tak seberapa seperti tendangan Lu Zhi yang dia rasakan.
Akhirnya Qing Yuan mulai merasa kesal dan geram kepada para perampokan itu.
"Hiyaa!".
"Uwakhh!".
Kehebatan kekuatan pedang yang bisa menciptakan tebasan sekuat itu bagi seseorang ditahap menengah membuat si ketua perampok tak habis pikir dengan Qing Yuan.
"Apa-apaan bocah itu?", kini si ketua merasa gelisah dan susah atas kejatuhan para-para anak buah nya.
Sementara disisi lain, Xiao Yu masih menghindari para perampok itu sampai dia merasa situasi dan tempat ini sudah pas bagi nya untuk mulai menyerang.
Xiao Yu berlari dan melompat dengan cara terjungkir sambil meletakkan kaki disalah satu pohon untuk mendorong tubuhnya kebelakang melewati para perampok.
Para anggota perampok menengadah ke atas langit seketika mematung dan terpaku melihat Xiao Yu yang terbang sambil menatap mereka dari atas.
Di saat itu lah Xiao Yu mengambil empat anak buah bom, lalu menyematkan di sela-sela jari tangan nya dan menjatuhkan bom-bom itu dari atas kepada segerombolan perampok.
__ADS_1
"Bahaya!" teriak salah satu anggota yang menyadari nya tapi sudah terlambat.
"Boomm!".
"Uwakhh!", mereka semua terpental dan terkapar di tanah dengan terluka parah serta baju yang menjadi sobek-sobek akibat terkena bom-bom Xiao Yu.
Suara ledakan itu membuat Qing Yuan terkejut dan menoleh kebelakang dia mengira kalau Xiao Yu terkena bom dari para perompak itu. tapi ternyata tidak seperti yang dia pikirkan, Qing Yuan mendengkus lega setelah melihat para anggota yang jatuh sedangkan Xiao Yu masih dalam keadaan baik-baik saja.
Kemudian Qing Yuan menoleh ke arah siketua yang mana diri nya kini kian merasa ketakutan setelah melihat kehebatan Qing Yuan dan Xiao Yu yang bisa menjatuhkan anak-anak buah nya dalam sekejap.
Qing Yuan menodongkan pedang nya di leher si ketua buruk rupa itu sambil menyeringai dan berbisik dia mengatakan, "Pedang ku ini bisa membuat leher mu terpisah dari tubuh dalam sekali serang", ucap nya terdengar menyeramkan bagi si ketua.
Kaki si ketua mulai bergetar sampai si ketua gemuk dengan tubuh pendek itu terkencing gara-gara ketakutan melihat wajah Qing Yuan yang terlihat seperti seorang psikopat dari sisi padangan nya.
"Ma~maafkan aku, uwaaa", sang ketua berlari terbirit-birit takut dari sana meninggal kan anak-anak buah nya.
"Heh baru diancam seperti itu", ucap Qing Yuan sembari menghela nafas.
"Sudah selesai?", tanya Xiao Yu dingin.
"Ah Xiao Yu! kau baik-baik saja? darimana kau mendapatkan anak bom-bom itu?".
"Aku baik-baik saja, aku membeli nya dulu untuk keselamatan", jawab Xiao Yu masih dingin dengan ekpresi datar.
Qing Yuan tersenyum lalu dia berkata kepada Xiao Yu, "Ternyata kau juga pintar berkelahi".
Xiao Yu hanya sedikit melirik ke arah Qing Yuan tak mengatakan apapun, dia kembali naik ke atas punggung kuda dan hanya mengucapkan beberapa kata, "Mari teruskan kita hampir sampai di penginapan sungai Luo".
Qing Yuan mengangguk, dia juga kembali naik ke atas kuda dan meneruskan perjalanan mereka menuju ke kota Luoyang sebuah kota yang dipenuhi dengan beberapa misteri.
__ADS_1