Pengantin Pengganti CEO Culun

Pengantin Pengganti CEO Culun
Part 11


__ADS_3

Saddam menarik napas panjang dan menatap ke arah kertas-kertas yang menumpuk di atas mejanya. Ia begitu fokus dengan pekerjaannya sehingga lupa jika ada hal yang perlu ditangani oleh-nya. Nadia masih berada di rumah dan ia baru sadar jika orang tuanya pasti akan memastikan jika ia akan berada di samping Nadia terus.


Tidak mungkin ia membawa Nadia ke sini hanya karena untuk menghindari ayahnya. Saddam menarik napas panjang dan lalu menghembuskan napasnya secara perlahan. Ia pikir dirinya harus bisa berubah karena sekarang ia bukan lagi seorang lajang.


Mau tidak mau dirinya harus mengikuti alur kehidupan. Tapi memberikan keturunan walaupun sudah dipikirkan olehnya sejak lama tapi tetap saja ia belum bisa melakukan hal tersebut. Memberikan seorang anak dan itu ia harus melakukan hubungan yang tak pernah terpikirkan olehnya bahwa ia akan melakukan hubungan tersebut.


Itulah yang mengganggu fokus Saddam dari tadi. Cepat atau lambat pasti akan didesak untuk memiliki anak. Saddam menghela napas lalu kemudian memijat keningnya.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Saddam menatap ke arah pintu dan kemudian merapikan mejanya. "Ya masuk!"


Pintu pun terbuka dan tak lama seseorang masuk ke dalam ruangannya. Mata Saddam terus terarah ke arah orang tersebut dan ia kemudian berjejak malas. Benar dugaannya jika sang Ibu tak akan melepaskan dirinya dan hari ini Ia datang membawa Nadia.


"Kenapa kau melupakan Nadia, setidaknya kau jangan meninggalkan dia sendirian di rumah. Hari ini aku membawanya karena Nadia harus tahu bagaimana lingkungan pekerjaan mu," ucap ibunya sembari menyuruh Nadia menyerahkan rantang yang berisi masakannya kepada Saddam.


"Nadia!" Nadia yang tengah melamun terkejut ketika namanya dipanggil. Wanita itu memandang ke arah sang ibu yang heran dengan keterdiaman dirinya. Padahal itu terjadi karena Saddam yang menatapnya berbeda. "Ada apa?"


"Ah, Mama tidak apa-apa. Aku hanya merasa sedikit gugup mungkin karena ini adalah pertama kalinya aku ke tempat yang sebesar ini. Sebelumnya aku tak tahu jika ada tempat yang seperti ini," ucap Nadia dengan senyum tipis di wajahnya.

__ADS_1


Saddam dalam hati ingin menertawakan wanita itu. Ia tahu jika wanita tersebut merasa parno karena terus ditatap olehnya. Namun ia merasa wajar saja jika hal tersebut terjadi karena mengingat Nadia yang begitu lemah.


Berbeda dengan Saddam yang hanya berpura-pura lemah dan menjadi orang yang culun. Padahal aslinya pria itu bahkan mampu untuk melawan mereka yang terus meremehkan dirinya hanya karena dirinya berpenampilan culun.


"Baiklah, kamu di sini saja." Sang ibunda menatap ke arah Saddam penuh arti, "Saddam, kamu harus bawa istri kamu berkeliling dan mengenalkan perusahaan kita."


Saddam pun menganggukkan kepalanya dengan ragu. Tentu saja ia tak melakukan hal tersebut karena menurutnya sangat membuang-buang waktu. Apalagi mereka menikah hanya karena membutuhkan. Nadia membutuhkan pernikahan ini untuk keluar dari lingkar keluarga yang begitu kejam dan sementara dirinya menikah agar bisa memenuhi keinginan sang ibu.


____________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA


__ADS_2