
Saddam menatap ke depan dengan pandangan dingin. Ia melihat Nadia yang pulang sangat malam dalam keadaan basah kuyup. Entah kenapa ia tak tega melihat wanita itu dan samara melihat Nadia dalam kondisi tersebut tiba-tiba muncul di dalam hatinya.
Sedangkan Nadia tak berani berkutik sama sekali. Apalagi yang melihat tatapan Saddam yang begitu membunuh. Nadia tak tahu harus mengatakan apa ketika ia pulang selarut ini dalam keadaan basah kuyup.
Nadia baru saja mencari pekerjaan dan hingga sampai malam begini tetap saja ia tak menemukan pekerjaan. Ia hanyalah anak yang baru saja memasuki usia dewasa. Dan ia tak memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan juga pekerjaan sehingga membuat nada yang sulit untuk menemukan lowongan pekerjaan yang bisa menerima dirinya.
Akibat sulitnya mencari pekerjaan tersebutlah yang membuat Nadia pulang sampai malam. Nadia sangat cemas dengan tatapan Saddam yang tak mengalihkan pandangannya dari dirinya.
"Saddam!"
Sadar menarik nafas panjang lalu kemudian menarik tangan Nadia dengan kasar. Laki-laki tersebut tak berbicara akan tetapi ia terus menarik tangan Nadia ke kamar mandi dan lalu kemudian menyuruh wanita itu mandi menggunakan air hangat.
"Apa yang kau lakukan di luar sana hingga pulang selarut ini?" Sadam bertanya kepada Nadia yang hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Nadia pun berusaha untuk menjawab pertanyaan dari Saddam. Ia tak ingin berbohong kepada pria itu dan juga apa urusan laki-laki tersebut jika dia mencari pekerjaan.
"Aku sedang mencari pekerjaan, tapi sampai sekarang aku tak menemukannya."
Saddam pun menatap Nadia dengan lamat. Seperti sedang mencari sesuatu dari wanita itu. Ia pun menarik nafas panjang dan lalu kemudian menganggukkan kepalanya.
"Memangnya apa yang kau bisa?" tanya Sadam kepada Nadia yang membuat wanita itu kebingungan memikirkan apa keahliannya.
"Apakah kau bisa menulis?"
"Aku tidak tahu sama sekali dengan baca tulis, karena aku dididik dalam keluarga yang tidak ingin membuat diriku pintar. Aku tahu aku bodoh dan aku tak bisa melakukan apapun."
"Masakan mu enak, lebih baik kau menjadi koki di dapur perusahaan ku."
__ADS_1
Nadia menatap ke arah Saddam dengan tatapan tak percaya. Wanita itu berbinar namun seketika senyumnya langsung lenyap saat menyadari bahwa dirinya tampaknya tak semudah itu masuk ke perusahaan Saddam yang cukup besar.
"Lantas bagaimana aku bisa masuk ke perusahaan? Aku tak memiliki pengalaman sama sekali."
Saddam mendekatkan wajahnya ke arah Nadia hingga membuat mereka dalam posisi yang benar-benar sangat dekat. Saddam menatap mata Nadia yang terkejut tersebut dengan senyum miring.
"Datang saja ke perusahaan ku. Kau pasti akan diterima. Aku atasannya dan aku yang menyuruhmu untuk masuk ke perusahaanku jadi otomatis ka pasti akan lolos. Apalagi masakanmu disukai oleh bos mu. Aku akan memberikanmu pekerjaan namun ketika kau telah memiliki anak aku tak akan membiarkan kau bekerja." Mata Nadia membulat. Apa yang baru saja dikatakan oleh laki-laki itu? Jika ia memiliki anak? Itu artinya ia akan hamil dan akan melakukan hubungan tersebut dengan Saddam. Seketika itu juga tubuh Nadia menegang. "Ya aku akan memiliki anak dari mu, dan aku harus melakukannya dengan cepat."
__________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1