
Pekerjaan pria itu hari ini benar-benar sangat menumpuk. Saddam bertekad jika ia harus mengerjakannya hari ini juga karena ia tak terbiasanya tidur dengan tugas yang belum selesai.
Pria itu bahkan bekerja sampai malam. Padahal ia memiliki karyawan yang bisa membantunya bekerja. Tapi hal itu tak dilakukan oleh Saddam karena menurutnya ia yang harus bertanggung jawab dengan semua berkas di atas mejanya itu.
Saddam memutar kepalanya sehingga terjadi bunyi rekahan dari lehernya. Hal tersebut ia laksanakan agar tak merasa sakit pada kepalanya dan ia bisa fokus bekerja.
Saddam membuka kacamatanya dan membaca setiap berkas itu sangat teliti dan kemudian tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan sama sekali Saddam tak menoleh ke arah pintu ruangannya dan hingga perempuan tersebut pun telah mencapai meja kerjanya.
Saddam tak peduli siapa yang datang ke ruangannya, yang ada di pikiran laki-laki itu harus menyiapkan semua berkas-berkas itu hari ini juga. Jadi menurutnya kedatangan orang tersebut taklah penting.
"Kau benar-benar Saddam? Bagaimana menikah dengan adikku?" Dalam hati Saddam terkekeh, tampaknya wanita itu baru pertama kali mengakui bahwa Nadia adalah adiknya.
__ADS_1
Tapi dengan sifat cueknya dan tak peduli dengan sekitar Saddam sama sekali tak menunjukkan ekspresi apapun. Hal itu membuat Kelly merasa jengkel dan dalam hatinya ingin sekali ia membully CEO ini. Andai ia tak disuruh oleh sang ayah untuk mendatangi Saddam ia tak mungkin menggunakan cara murahan ini untuk meminta maaf kepada Saddam karena perbuatannya.
"Kenapa kau sama sekali tidak menghargai kamu?"
"Memangnya kau tamu?" Baru kali ini Saddam mengucapkan sepatah kata. Kelly yang mendengar suara pria itu hanya tertegun karena dari nada bicaranya sudah membuktikan bahwa Saddam adalah orang yang angkuh padahal pria itu sama sekali tak memiliki penampilan yang bagus dan juga menurutnya tak pantas untuk memimpin perusahaan besar ini.
"Terkadang aku masih bertanya di mana kehebatan mu, ya kau memang pintar dan sangat cerdas, tapi ku dengar-dengar banyak investor yang lain mudah menekanmu, apakah kau pantas untuk menjadi pemimpin?"
Saddam langsung berhenti mengetik di laptopnya. Mendengar kalimat dari Kelly membuatnya tertarik. Ia menatap ke arah wanita itu dengan tatapan tajam setajam pisau. Lalu ia mengangkat salah satu sudut bibirnya untuk menunjukkan bahwa ia bukanlah orang yang seperti dikira oleh Kelly.
Kelly tertawa terbahak-bahak. Sejujurnya ia sangat ingin melakukan hal tersebut. Akan tetapi dirinya masih memiliki hati nurani jadi dia memaafkan Saddam.
__ADS_1
"Sejujurnya aku sangat ingin melawan mu dan menekanmu agar tak memberikan perjanjian yang menggiurkan kepada ayahku sehingga ia bertekad menjodohkanku dengan kau. Bahkan kedatanganku ke sini karena suruhannya untuk meminta maaf kepadamu dan memaksamu untuk menikah denganku, Ayah mengatakan Jika Kau pasti tidak bahagia menikah dengan Nadia. Padahal aku tahu jika ayah sebenarnya ingin melindungi Nadia dan ia sama sekali tak peduli denganku. Kau pikir Ayah seperti itu apakah pantas menjadi sosok seorang ayah?"
"Aku tidak peduli dengan hidupmu."
Ada menatap ke arah pengawalnya dan lalu kemudian ia melanjutkan pekerjaannya. Kelly sungguh tak menyangka dengan kata-kata yang menohok hatinya itu terlebih lagi parah bodyguard pria tersebut menariknya keluar.
"Kau benar-benar b******* Saddam! Aku akan membalas mu!"
Saddam hanya menyeringai dan tak sabar menunggu aksi yang akan ditampilkan oleh wanita itu.
______
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA