Pengantin Pengganti CEO Culun

Pengantin Pengganti CEO Culun
Part 8


__ADS_3

Saddam tahu jika saat ini Nadia tengah terkejut dengan wajah tampan miliknya. Wajar saja orang akan terkejut karena ia hanya berpenampilan seperti ini kepada orang terdekatnya saja dan sekarang Naida sudah menjadi bagian hidupnya. Laki-laki tersebut tersenyum tipis, walaupun ia selalu muak kepada wanita yang selalu terpesona kepada dirinya akan tetapi ia tak sama sekali merasa muak dengan Nadia.


Sebab ia juga meyakini bahwa Nadia memiliki sesuatu yang sangat sepesial pada dirinya. Ia akan menantikan hal tersebut.


"Nadia! Apa yang kau lihat?" Suaranya sangat berat dan wajahnya sangat tampan, apakah saat ini Nadia sedang jatuh cinta? Kenapa dadanya tiba-tiba dadanya berdetak sangat kuat? Orang-orang mengatakan jika berdebar seperti ini kepada seseorang itu tandanya ia sedang jatuh cinta. Tidak, tidak mungkin ia sedang jatuh cinta kepada pria ini. Ia bahkan tak bisa membayangkannya jika hal tersebut terjadi.


Nadia menelan ludahnya dengan susah payah dan lalu menggelengkan kepalanya mengenyahkan pikiran tersebut.


Saddam yang tak bisa membaca pikiran Naida pun menaikkan satu alisnya. Ia meletakkan tangannya di kening Nadia dan hal tersebut sukses membuat Nadia langsung terpaku dengan laki-laki tersebut.


"Ada apa dengan mu? Tampaknya kau sangat lelah. Tidurlah terlebih dahulu. Aku bisa tidur di situ."

__ADS_1


"Eumm."


Saddam pun meninggalkan Nadia dan kembali fokus untuk bekerja. Nadia hanya bisa melihat dengan tatapan sendu ke arah pria itu. Mana mungkin ia jatuh cinta kepada orang setampan dan juga yang memiliki reputasi seperti Saddam. Ia merasa sangat bersalah telah merasakan hal tersebut.


Ia berharap bisa membuang perasaan yang hari ini dirasakan olehnya. Nadia pun termenung di ranjangnya dengan pikiran yang melayang entah ke mana. Wanita tersebut tak tahu harus berbuat seperti apa terhadap perasaannya.


Tentu perasaan ini akan tumbuh setiap harinya dan Nadia tak ingin hal berisiko kepada dirinya akan terjadi.


Ia merasa sangat bersalah membuat pria itu tidur di sana sementara ia malah menguasai tempat tidur laki-laki tersebut.


"Tampaknya aku benar-benar sudah sangat keterlaluan," ucap Nadia pelan dan lebih seperti gumaman.

__ADS_1


Wanita tersebut pun merebahkan dirinya dengan perasaan yang sangat bersalah kepada Saddam. Ia hara bisa secepatnya tertidur dan melupakan apa yang telah terjadi kepada dirinya hari ini.


Tak lama Nadia pun telah pergi ke alam mimpi dan Saddam yang dari tadi hanya terfokus kepada laptopnya. Saat melihat Nadia yang terlelap di tempat tidurnya membuat Saddam termenung. Ini adalah kali pertamanya ada wanita yang tidur di kamarnya. Ia benar-benar merasa sangat gugup dan berharap jika ini adalah yang terkahir kalinya walaupun hal tersebut tidak akan mungkin karena orang tuanya pasti pasti akan mendesak dirinya untuk segera memiliki anak.


Apalagi orang tuanya paling berbakat dalam mendesak orang, contoh saja saat ia mendesak dirinya untuk menikah dan dirinya tak bisa menolaknya dan hari ini ia benar-benar memenuhi keinginan dari orang tuanya tersebut.


Saddam menghela napas panjang dan lalu kemudian memejamkan matanya.


_________


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA

__ADS_1


__ADS_2