Pengantin Pengganti CEO Culun

Pengantin Pengganti CEO Culun
Part 25


__ADS_3

Saddam menatap ke arah pria tua di depannya. Ia tersenyum tipis namun tak menunjukkan kegembiraan yang hanya ada senyum licik di wajahnya. Laki-laki tersebut menarik napas panjang dan kemudian menatap berkas yang ada di tangannya.


Berkas tersebut adalah tanda bukti kerjasama mereka. Hanya saja pria tua itu tak menyadari jika ada beberapa kejanggalan dari kertas tersebut. Siapa lagi jika bukan ulah Saddam yang melakukan itu semua. Secara tak langsung ia juga ingin membalaskan dendam Nadia.


Entah Kenapa ia tiba-tiba ingin membantu wanita itu. Apakah karena mereka pernah mengalami posisi yang sama yaitu penuh dengan penderitaan. Sehingga Saddam mengerti apa yang dirasakan oleh Nadia.


Walaupun ia terlihat sangat dingin tapi sesungguhnya Saddam adalah tipe yang cukup memiliki kepedulian di dalam hatinya. Bisa dikatakan Ia adalah pria green flag. Laki-laki tersebut memang memiliki sifat yang cukup baik hanya saja tertutupi oleh aura dingin dan cueknya.


"Bagaimana dengan kerjasama kita? Tampaknya kau sangat senang, bagus jika kau menyukai kerjasama ini."


"Seharusnya saya yang mengatakan itu, kerjasama ini cukup baik dan aku berterima kasih kepadamu."

__ADS_1


Tanpa melepas senyum licik dari wajahnya, Saddam pun mengangguk. Tanpa disadari oleh ayah Nadia, Saddam sedang menunjukkan sisi menakutkannya.


Tidak ada yang sadar karena dampak buruk itu belum terjadi kepada mereka. Tapi menurut Saddam hal tersebut cukup baik, Dan semoga saja mereka suatu hari nanti sadar dengan apa yang telah mereka perbuat.


Rapat itu selesai dan kerjasama juga sudah terjalin. Ayah Nadia pun sudah pulang dan tinggallah Sadam di dalam ruangan itu bersama asistennya. Asistennya menyerahkan beberapa berkas yang memang harus dikerjakan oleh dikerjakan oleh Saddam.


Saddam mengambil berkas itu dan lalu keluar dari ruangan rapat dan menuju ke ruangan pribadinya. Saat ia membuka ruangan pribadi tersebut ia melihat sosok wanita yang asing lagi di wajahnya, Kelly.


Terlihat jelas bahwa pria itu ingin memakai wanita tersebut tapi kita hanya karena ia menyadari bahwa Kelly adalah wanita dan ia tak boleh memperlakukannya sesuka hati.


"Saddam!" Saddam tak bersuara sama sekali ketika wanita itu memanggil namanya. Ia hanya menunggu apa yang akan dilakukan oleh Kelly. "Kau benar-benar menyetujuinya dengan mudah, aku cukup bahagia dengan kerjasama ini. Tapi aku rasa, kai pasti menyukaiku, kan? Laki-laki culun, kau memang sangat pantas untuk Nadia yang sama sepertimu."

__ADS_1


Setelah menghina Saddam dengan seenaknya Kelly pergi begitu saja dari ruangan laki-laki tersebut. Sadang pon mahela nafas lega melihat wanita itu telah pergi.


Sungguh berbeda dengan saudaranya, perbedaan itu bagaikan bumi dan langit. Saddam membenci sifat tersebut dan ia berharap tak ada memiliki hubungan apapun yang membuatnya terikat dengan Kelly.


Namun entah kenapa Saddam memiliki sebuah pemikiran yang cukup unik. Sepertinya akan sangat menarik jika ia menunjukkan wajah sebenarnya kepada Kelly. Ia menjadi penasaran apa reaksi Kelly dan apakah wanita itu menyesalinya?


"Benar-benar wanita tidak tahu malu."


_________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2