Pengantin Pengganti CEO Culun

Pengantin Pengganti CEO Culun
Part 17


__ADS_3

Untuk menuntaskan kebingungannya Nadia benar-benar menemui pelayannya. Ia berpikir kali ini ia harus benar-benar mengetahui seluk beluk kehidupan Saddam. Padahal sebenarnya dia tak berhak melakukan hal tersebut karena mereka pada hakikatnya benar-benar tidak menikah. Mereka hanya menikah karena paksaan jadi tak murni dari perasaan mereka.


Maka dari itu Nadia terus saja merasa bingung. Ia tak tahu kapan nasibnya yang seperti ini akan berakhir. Tak mungkin selamanya dia terjebak di rumah ini, namun jika begitu bagaimana caranya untuk ia keluar dari sini?


Nadia menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan. Wanita tersebut pun menghampiri pelayan yang sedang bekerja di dapur. Nadia langsung membantu pelayan tersebut dan kemudian bertanya-tanya mengenai Saddam.


"Nyonya, kau tak perlu melakukan itu. Sudah aku katakan jika kau adalah tuan di rumah ini, jadi tak pantas Nyonya melakukan pekerjaan tersebut."


Nadia hanya terkekeh dan kemudian memasukkan sayur-sayuran yang telah Ia potong ke dalam kuali. Lalu kemudian ia menatap dengan sangat serius ke arah pelayannya tersebut.

__ADS_1


"Bibi, tidak usah khawatir, aku melakukannya dengan sangat ikhlas dan ini memang kemauan aku."


Bibinya tersebut memandang ke arah sang nyonya dengan tatapan terharu karena Nadia benar-benar baik sebagai atasan. Tentunya bagi dirinya orang seperti itu memang pantas untuk mendapatkannya kebahagiaan. Tapi entah kenapa dari raut wajah Naida tak menunjuk adanya kebahagiaan tersebut. Yang ada hanyalah sebuah penyesalan dan juga kesedihan yang sangat mendalam.


"Nyonya. Terima kasih." Mendengar ungkapan tersebut membuat Nadia terpaku di tempat. Kata-kata keramat tersebut terarah kepada dirinya dan bahagia benar-benar merasa sangat senang ada orang yang berterima kasih kepadanya.


Selama ia menjalani hidup orang-orang sekitarnya sangat sulit untuk mengucapkan satu kalimat itu. Nadia bahkan menganggap jika dirinya tak penting bagi mereka dan ia hanyalah seorang benalu yang tak diharapkan.


Mengatakan hal tersebut Nadia pun menarik napas panjang dan iya benar-benar merutuki dirinya yang tidak bisa menahan mulutnya.

__ADS_1


"Nyonya pasti sangat heran dengan hal itu. Baiklah saya yang akan menjawab. Tuan memang seperti itu karena Tuan dari dulu tak suka dengan perempuan yang terus menggodanya dan mendekatinya karena ia tampan. Jadi dia mengubah penampilannya di luar suapaya tidak ada wanita lagi yang akan mendekatinya," jelas pembantu itu yang langsung membuat Nadia paham.


Akhirnya ia menemukan jawaban yang terus ia pertanyakan. Jawaban itu benar-benar masuk akal sebab jika di rumah benar-benar tampan dan bak seorang orang dewa. Makanya ia bingung kenapa Kelly menolak perjodohan tersebut, sepertinya karena Kelly tidak mengetahui bagaimana rupa asli dari Saddam.


Bahkan Nadia yakin jika kalian mengetahui rupa asli Saddam pasti wanita itu tak akan melepaskan Saddam dengan sangat mudah. Tapi entahlah Nadia tak ingin berspekulasi sendiri.


_________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2