
Nadia menelpon Kelly dan mengatakan kepada wanita itu bahwa ia tak berhasil membujuk Saddam untuk menjalin hubungan kerjasama dengan ayah mereka. Mendengar kabar tersebut untuk membuat Kelly sangat marah.
Bahkan ditelepon tadi Kelly sampai memaki-maki Nadia dan mengancam wanita itu. Kelly tak ingin alasan apapun, Ia hanya berharap Saddam bekerjasama dengan ayahnya.
Sebabnya sampai melakukan hal nekat seperti itu karena dirinya diancam oleh sang ayah harus berhasil membuat Saddam bekerja sama dengan mereka.
Alhasil semua beban itu dilimpahkan kepada Nadia. Nadia yang tak tahu menahu harus menjadi korban mereka dan wanita itu pun pasrah karenanya. Mendengar ancaman dari sang ayah kepada Kelly membuat Nadia berpikir dua kali untuk menolak keinginan sang kakak.
Sebentar lagi akan makan malam, pasti Saddam ada di acara makan malam tersebut. Maka dari itu Nadia segera bergegas ke ruangan makan. Ia melihat bahwa pria tersebut telah makan terlebih dahulu. Nadia mendekati meja makan dan menatap ke arah Saddam yang sama sekali tak peduli dengan kehadirannya.
Nadia duduk sembari memperhatikan laki-laki tersebut dengan seksama. Dari tadi sampai sekarang ya belum juga memasukkan nasi ke dalam piringnya, seolah-olah Nadia sedang menunggu Saddam selesai makan sebab yang penting saat ini adalah membujuk Saddam agar mau bekerja sama dengan ayahnya.
__ADS_1
Saddam pun sudah selesai menyantap hidangan tersebut. Laki-laki itu melipat tangan di dadanya dan menatap karena dia dengan tatapan datar. Sebenarnya ia sudah mengetahui apa yang diinginkan oleh wanita itu.
"Dari tadi kau tak berhenti ingin membujukku rupanya."
Kalimat yang keluar dari mulut Saddam tersebut membuat Nadia merasa malu dan menundukkan kepalanya. Ia pun menarik napas panjang dan menatap ke arah Saddam dengan penuh permohonan.
"Aku ingin bertanya kepadamu sekali lagi, apa untungnya aku bekerja sama dengan ayahmu? Apa urusanku jika ayahmu bangkrut? Apakah mereka penting bagiku?"
Lebih baik ia mengabaikan permintaan kakaknya. Lagi pula mereka seharusnya pantas mendapatkan perusahaan mereka yang di ambang kebangkrutan. Mereka sangat jahat kepadanya dan bahkan tak pernah menganggap dirinya di dalam keluarga itu, jadi buat apa iya peduli kepada keluarganya tersebut?
Itulah yang ada di pikiran Nadia, pikiran tersebut merupakan pikiran buruknya yang selalu ditepis oleh Nadia. Nadia sudah memantapkan hatinya bahwa ia tak boleh merasa dendam kepada keluarganya dan ia harus melakukan apapun demi keluarganya.
__ADS_1
"Mama," lirih Nadia yang teringat dengan wajah lugu sang Ibunda yang selalu menyemangati hidupnya dalam keadaan apapun.
Tak ayal ia juga sangat merasa merindukan sang ibu yang sudah berada di atas sana. Nadia menundukkan kepalanya dan setetes air mata pun tumpah ke permukaan wajahnya. Hal tersebut terjadi karena ia menyimpan rasa rindu yang sangat mendalam kepada sang ibunda.
"Kau tahu jika aku sangat merindukanmu. Sekarang aku sudah keluar dari keluarga itu dan menikah dengan pria yang tak akan pernah mencintaiku. Aku tak akan mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan karena memang sepantasnya aku harus mendapatkan hukuman ini. Selalu mendapatkan masalah."
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1