Pengganti Sang Kembaran

Pengganti Sang Kembaran
1.


__ADS_3

Suara ricuh terdengar, suara sorakan pada seorang gadis cantik dengan mata yang dihiasi bulu lentik serta warna bola mata coklat yang sangat indah.


Wajahnya yang putih alami, tinggi semampai, berkepribadian lembut, anggun, dan selalu berbicara sopan pada semua orang. Bahkan saat dirinya dihina oleh semua orang di sekolahnya, dia akan menunduk menangis tanpa mau melawanya.


Dan sekarang, dia Kanaya Herdzigova Afriani dengan baju kusut dan berantakan, serta pipi putih mulusnya menjadi lebam akibat sebuah tamparan yang mendarat dengan keras di pipi kananya, hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.


Naya tertunduk dengan bibir bergetar didertai siara isakan yang menandakan betapa sakitnya pipi dan hatinya saat ini.


"Berani sentuh-sentuh pacar gue lagi, mampus loe!" ancam seorang wanita yang tak terima dengan Naya yang dengan beraninya menyatakan cintanya pada seorang kakak kelasnya dan merupakan siswa terpopuler dengan ketampananya dan kekayaanya. Namun, dibalik itu semua dia adalah cowok angkuh, arogan, dan tak segan menyiksa seseorang, dengan alasan yang tak begitu masuk akal.


Termasuk saat Naya menyatakan cintanya. Dengan keji, cowok bertubuh tinggi tegap, wajah yang sangat tampan, tatapan tajam seperti elang dan kulit putih seputih susu.


Awan Ariandra Pratama, mempermalukan di depan umum hingga banyak siswa lain menghujat Naya apalagi fans fanatik Awan yang sangat berapi-api dalam menghujat Naya dan terkadang dibumbui dengan kekerasan fisik, walaupun tidak sedikit yang menatap iba pada Naya, namun tidak dapat membela Naya di depan Awan, karena itu sama saja dengan mendorong dirinya sendiri ke jurang pembullyian.


"Cewek cupu kayak lo mau nembak gue buat jadi pacar lo? Mimpi yak?!" ketus Awan dibarengi suara sorakan dari banyak siswa.


"Huuu ...!" sorak para siswa.


Cupu? Sebenarnya Naya tidaklah cupu. Naya selalu berpakaian rapi, cantik, dengan rambut pirangnya yang tergerai indah, serta poni yang memebuatnya menjadi sangat menggemaskan.


Tapi, cupu itu berasal dari sikap Naya yang terlalu polos, dan hanya bisa menunduk dan menangis.

__ADS_1


Karena sudah tak kuat menahan malu dan sakit, Naya beranjak dari duduknya yang semula bersimpuh di lantai dan langsung berlari meninggalkan sekolahnya.


Miris? Yang memang sungguh miris nasib Naya, namun apa boleh buat, seorangpun tak berani melawan Awan dan sang kekasih yang bernama Bunga, sehingga membuat sebagian menatap miris Naya.


Naya terus berlari dengan sekuat tenaga. Wajah yang tadinya puith, mendadak pucat. Pasokan udara terasa semakin menipis, tangan kanan Naya memegang erat dadanya serta yang kiri meremas ujung rok pendeknya.


"Hosh hosh hosh. S-sakit akhs argh!," rintih Naya mengerang sakit.


Napas Naya semakin tersengal-sengal. Wajah Naya kini berubah yang tadinya pucat sekarang membiru, hingga pandangan Naya buram dan akhirnya Naya jatuh tak sadarkan diri di depan sebuah halte bis yang terletak tak jauh dari sekolahnya.


****


Pihak rumah sakit, telah menghubungi keluarga Naya dengan mencari nomor kontak di ponsel Naya yang kebetulan berada di saku seragam Naya.


Seorang wanita dan pria yang umurnya berkisaran 50 Tahun datang tergopoh-gopoh menghampiri ruangan itu disertai isak tangis dan tubuh yang terlihat lemah akibat shock.


Salah seorang warga yang menolong Naya langsung memeberikan barang pribadi Naya. Seperti handphone, dan dompet mini Naya.


"Terimakasih, Pak sudah menolong putri saya," ucap Rendi ayah Naya sambil menjabat tangan warga itu.


"Sama-sama, Pak," jawabnya.

__ADS_1


Setelah warga itu pergi, tak lama dokter keluar dari ruang ICU. Wajah ibu dan ayah Naya nampak cemas mengenai kondisi putrinya yang memang sejak terlahir tidak seperti kebanyakan anak yang lain.


Naya memiliki keterbatasan yaitu jantungnya yang bocor. Sehingga Naya harus menjalani pengobatan demi pengobatan.


Setelah menginjak kelas 3 SMP, Naya hendak dioperasi. Namun, Naya menolak karena takut, takut bila justru membuat nyawanya melayang. Kedua orang tua beserta dokter berusaha untuk membujuk namun tetap gagal, Naya kekeh menolaknya.


"Bagaimana kondisi anak saya?" tanya Arini ibu Naya cemas.


"Kondisi pasien kritis, dan harus segera dioperasi. Seharusnya, itu sudah dilakukan sejak awal, dan sekarang waktunya sedikit terlambat. Jadi, Ibu dan bapak berdoa saja, minta yang terbaik buat anak ya," jelas Dokter bername tag Raisa.


"Lakukan yang terbaik Dok," ucap Rendi dan Arini dengan pasrah mengenai kondisi anaknya.


Sedangkan, dari kejauhan seorang gadis cantik yang sangat mirip dengan Naya berlari dengan diiringi oleh seorang pria yang yang tak jauh beda umurnya dari gadis itu menuju ke arah ruang ICU.


Gadis itu langsung memluk ayah dan ibunya. Matanya sembab akibat terlalu lama menangis.


"Papah, Mamah!" panggilnya sembari berderai air mata.


Bersambung ...


Baca juga ceritaku yang lain. Yang berjudul ~ Istri Simpanan Dosen ~

__ADS_1


__ADS_2