
Nara membulatkan matanya melihat cowok yang sangat ia kenal bersama seorang cowok yang baru Nara tau, siapa lagi kalau bukan Awan.
"Gawat, jadi leader Black Rose Awan. Dan cowok yang gue suka anggotanya," lirih Nara kaget setengah mati.
Rangga Aryasena ialah cowok yang mampu merebut hati Nara yang begitu keras layaknya batu.
Awan berjalan dengan diikuti anggotanya, mendekati genk yang akan menjadi lawan Awan nantinya.
Sedangkan Nara yang dari tadi diam, perlahan mundur ke belakang dan mencari sesuatu yang bisa untuk menutup wajahnya. Ya walaupun nantinya Rangga pasti tahu jika itu dirinya.
Nara semakin dibuat kelimpungan saat genk Black Rose semakin dekat dan Nara tak kunjung menemukan sesuatu yang berguna menutupi wajahnya.
Tiba-tiba otak Nara terpikir satu buah masker hitam berlogo burung elang yang terdapat di sakunya. Dengan sigap, Nara nemakainya dan berusaha bersikap biasa saja.
"Woy bro, gue kira masih lama lo nyampainya," tegur salah satu teman segank Nara yang bernama Adit.
"Lebih cepat lebih baik. Lagian gue sudah sangat penasaran sama jagoan gank kalian," sahut Awan angkuh.
Sedangkan Nara yang berada di belakang mengumpati keangkuhan Awan dengan kata-kata kasar.
Saat Nara sedang mengumpat, mata Nara tertuju pada cowok yang tengah menatap sekelilingnya mencari seseorang, hingga tatapanya menangkap keberadaan seorang yang ia cari, dan tak lain ialah Nara yang sedang dicari oleh Rangga.
"Nara!" seru Rangga keras.
Semua mata tertuju pada Nara yang berada di paling belakang. Nara yang menyadari itu segera mendekat ke seorang yang Nara rindu sebab sudah lama tak bertemu, yaitu Rangga.
"Nah, ini jagoan kita. Nara yang akan lawan lo Wan," celetuk Arga.
Awan menatap Nara kaget, sebab Awan pikir yang akan menjadi lawanya adalah pria, tapi salah dugaanya.
__ADS_1
'Nggak salah gue lawan cewek?' batin Awan tak percaya.
"Dia lawan gue nanti?" tanya Awan sambil menatap Nara dari atas sampai bawah yang terlihat seperti preman.
"Yaps, dia orangnya," jawab Arga santai.
Tidak cuma Awan yang kaget, semua anggota Balck Rose pun kaget termasuk Rangga.
Rangga yang mendengar ucapan Arga menjadi cemas sendiri, mengingat kemampuan balap liar Awan yang sudah tak diragukan lagi, membuat Rangga tak yakin jika Nara akan sanggup melawan Awan.
"Takut?" tanya Nara tersenyum mengejek Awan.
"Apa?! Ngaco!" seru Awan tak terima.
Nara hendak menyauti, namun sebuah pelukan hangat mendarat.
"Gue kangen," ucapnya.
Sedangkan Awan, menatap keduanya heran. Muncul berbagai pertanyaan di benanknya, mulai dari, apakah mereka saling kenal? Sudah lamakah? Dan berbagai pertanyaan lainya.
'Diliat-liat, nih cewek kok kayak nggak asing yah? Dari bodynya kok mirip Naya? Ah sudahlah mungkin cuma mirip' batin Awan menatap Nara curiga tapi segera Awan menepisnya.
Setelah cukup lama berpelukan, keduanya saling melepaskan pelukan itu. Semburat merat terlihat di wajah Rangga, dan terasa panas di pipi bagi Nara.
Canggung? Sudah pasti. Keduanya disaksikan oleh banyak orang. Dari penonton, hingga teman-temannya, bahkan tidak sedikit yang bersorak karena baper dengan adegan Nara dan Rangga.
"Ok, acara lepas rindunya 'kan sudah nih. Gimana kalau kita mulai acara tanding balap liarnya?" usul Dimas salah satu teman segenk Awan.
Semuanya bersorak setuju, dan Awan maupun Nara melangkah menuju motornya serta menggunakan jaket dan helem full facenya.
__ADS_1
****
Brum brum brum
Suara motor Nara dan Awan beradu keras bersautan. Keduanya memfokuskan pikiran dan menenangkan hati masing-masing.
Setelah cukup lama beradu kerasnya suara deruman motor, bunyilah suara tanda dimulainya balap liar dengan keras, dan melesatlah motor keduanya dengan sangat cepat.
Sorakan demi sorakan terdengar dari penonton yang meneriakin jagoan-jagoanya. Dari kejauham, terlihat Awan berada di posisi paling depan, dengan Nara berada di belakang dan posisi hampir mendekati Awan.
'Gue harus menang, masa iya seorang Kanarab Herdzigova Afriana kalah sama curut tengil brengsek igu,' batin Nara menyemangati dirinya sendiri.
Sedangkan Awan yang berada di depan, terlihat sangat waspada, sebab posisi mereka yang hanya berjarak sangat sedikit.
'Gawat! Gue gak boleh kalah, masa cowok kalah sama cewek, mau ditaruh di mana muka gue,' batin Awan.
****
"Awan!"
"Awan!"
"Nara!"
"Nara!"
Seperti itulah suara sorakan-sorakan yang terdengar di sepanjang jalan menuju garis finish.
Dan di sisi jalan depan gari finish, riuh suara sorakan yang sangat keras hingga memekikan telinga terdengar dari para penonton yang sangat histeris saat motor Awan dan Nara hampir mendekati garis finish dengan jarak yang hampir sama, dan ... wow! ternyata pemenangnya adalah ...
__ADS_1
Bersambung ...