Pengganti Sang Kembaran

Pengganti Sang Kembaran
9.


__ADS_3

Awan, Yaps dialah pemenangnya. Awan berjarak sangat tipis dengan Nara. Namun, walau seperti itu, tetaplah Awan pemenangnya.


Tak sedikit para gadis yang mengerumuni Awan yang masih duduk di atas motor gedenya, dan meminta foto, atau hanya sekedar menyentuh wajah tampan Awan.


Ya, walaupun langsung Awan tepis kasar, sebab Awan adalah tipe cowok yang sangat tidak suka tubuhnya tersentuh oleh seseorang, bahkan Bunga yang notebanenya kekasih Awan.


Awan turun dari motornya sembari menyugar rambut hitam gelapnya ke belakang, dan tersenyum puas, plus bangga.


'Sial! kalah lagi gue. Malunya sumpah,' geram Nara kesal melihat Awan yang sedang tersenyum puas melihatnya.


Awan berjalan mendekati Nara yang tak jauh darinya. Senyum sinis terukir di bibir tipis nan seksinya.


"Berhubung gue yang menang. Jadi, lo harus tepatin perjanjian yang sudah dibuat antara genk kita, ok?" ucap Awan tersenyum mengejek Nara yang menatapnya kaget plus heran.


"Perjanjian?" tanya Nara kaget.


'Kampret, gue dijebak. Perjanjian apa lagi. Sial banget sih hidup gue ah!'geram Nara dalam hati.


"Yaps perjanjian. Lo pasti tahu lah," jawab Awan sambil tersenyum mengejek.


Nara merengut karena terlalu kesal mendengar kata perjanjian yang sama sekali Nara tak ketahui. Kalau seandainya saja, Nara tahu ajang balap liar ini membuat perjanjian konyol, tak 'kan sudi Nara menjadi lawan Awan.

__ADS_1


Dan bodohnya, Nara tak menanyakan, dan tak berpikir panjang dulu, bahwa tak ada pertandingan, jika tidak ada sesuatu yang dipertaruhkan.


"Ok, fine! gue harus apa sekarang hah? Gue nggak tahu isi perjanjianya apa" ucap Nara kesal.


"Perjanjianya, lo harus ..., jadi Babu gue selama satu bulan penuh," jawab Awan enteng.


"What!" pekik Nara.


*******


Pukul 23.25 WIB, Nara masuk kamarnya, lalu membersihkan dirinya. Tak lupa, Nara melakukan serangkaian perawatan wajah rutinya, sehingga membuat wajah Nara, terlihat glowing.


Nara merebahkan tubuhnya yang terasa begitu letih. Matanya terpejam, menerawang kejadian-kejadian yang telah dilaluinya. Hingga tanpa sadar, tertidur dengan sendirinya.


****


Tapi, sebelum itu, Nara pamit pada kedua orang tuanya. Awalnya, Rendi dan Arini heran dengan Nara. Sebab, yang ia ketahui, sebelum terbang ke Indonesia, Nara meminta Izin untuk melanjutkan pendidikanya di bangku kuliah.


Tapi, mengapa justru mengulang masa SMA-nya? Itulah yang ada dalam pikiran Rendi dan Arini, sebelum mendapat penjelasan dari Nara.


****

__ADS_1


Nara melangkah menuju kelas, setelah memarkirkan motornya. Suasana yang masih pagi, membuat para siswa yang berada di parkiran, melihat Nara mengendarai motor gedenya. Dan semua itu, sukses membuat semua siswa tercengang.


Bagaimana bisa, Naya bisa mengendarai motor gede? Itulah pertanyaan yang ada dalam benar mereka. Sebab mereka semua tak mengetahui, bahwa yang dilihatnya bukanlah Naya, melainkan Nara.


Sesampainya di kelas, Nara langsung duduk di bangkunya, tanpa menghiraukan ocehan demi ocehan yang Nara dengar.


'****! Berisik banget sih,' geram Nara dalam hati mulai panas, saat mendengar seorang siswa yang dengan sengaja menghina Naya di depan Nara.


Cibiran-cibiran itu mulai tak terkendali, bahkan dengan sengaja, seorang gadis menyebut Naya murahan, dan lebih parahnya, ******.


Nara yang sudah tak tahan dengan cibiran itu, langsung berdiri menggebrak meja, dan menendangnya dengan keras.


"Ck! Banci. Beraninya cuma di belakang." Nara tersenyum sinis.


"Kalau berani, maju sekarang!" tantang Nara pada ketiga gadis yang sempat mengatai Naya murahan, bahkan ******.


Nara menatap ketiga gadis itu, dengan tatapan membunuh. Tapi, ketiga gadis itu, menatap tajam balik Nara. Tak ada rasa takut dalam diri ketiga gadis itu, sebab mereka kira, dirinya sedang berhadapan dengan Naya.


Naya, yang akan takut, nunduk, menangis, dan pergi begitu saja, serta mengakui kekalahanya.


Tanpa aba-aba, Nara memelintir, dan mengunci tangan gadis itu, lalu mendorongnya hingga jatuh ke lantai, dan membuatnya meringis kesakitan.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2