
Hari ini kelulusan Arin dari salah satu universitas di Jakarta bersama dengan kedua sahabatnya yang juga lulus dan dihadiri oleh orang tua mereka.
" Gak kerasa ya yah anak kita udah besar" ucap Bunda laras memegang tangan suaminya ayah Satya Hermawan
" iya Bun, putri kecilku sudah tumbuh dengan baik" lanjut ayah Satya menatap bunda Laras yang meneteskan air matanya melihat sang putri yang sudah dewasa
Arini Cantika Putri anak ke dua dari dua bersaudara memiliki kakak bernama Aska Anggara Hermawan mereka selisih umur 4 tahun.
Aska seorang dosen sekaligus pembisnis ia memiliki restoran dan juga beberapa ruko yang ia dirikan sendiri.
Arin mendekati kedua orang tuanya yang sudah dari tadi ia cari" bunda sama ayah disini toh dari tadi Arin cari " ucapnya mencium bunda dan ayahnya secara bergantian
" Selamat ya sayang , anak bunda udah besar sekarang" ucap bunda Laras mencium pipi putrinya
" terimakasih Bun ini semua juga berkat bunda dan ayah" ucap Arin memeluk kedua orangtuanya
" Karena Adek udah lulus bagaimana kita rayakan dengan makan bakso " ajak Arin pada orang tuanya
Melihat sang putri yang begitu antusias ayah Satya mengiyakan ajakan putrinya tersebut.
" Loh bang Aska sama mbak Rani gak Dateng Bun" tanya Arin pada sang bunda
" Mereka Dateng sayang tapi kayaknya macet jadinya mungkin telat" jawab sang bunda
Tak berselang lama orang yang ditunggu pun datang
" Selamat ya adik kecilku" ucap Aska langsung memeluk adik kecilnya yang sekarang sudah tumbuh dewasa
" terimakasih Abang ku sayang" jawab Aris membalas pelukan sang Abang
"selamat ya dek " ucap Rani kakak ipar Arin
" terimakasih mbak ku , dan calon keponakan aunty Arin" ucap Arin mengelus perut buncit Rani lalu memeluknya
" kita foto dulu yuk buat kenangan" ajak Aska mengeluarkan kamera yang ia bawa dari rumah
" ok siap laksanakan bos" jawab Arin
Mereka berfoto bersama kemudian ke dua sahabatnya datang bersama kedua orang tuanya siapa lagi jika bukan Karin dan juga Mira.
" Bang Aska sekalian fotoin kita bertiga habis itu rame-rame deh" ucap Mira yang baru datang kemudian mencium tangan kedua orang tua Arin begitu juga sebaliknya Arin dan juga Karin.
" ya udah tapi bayar loh mir gak gratis" goda Aska pada Mira
__ADS_1
Aska menganggap Mira dan juga Karin seperti adik kandungnya sendiri karena mereka sering bermain bahkan menginap dirumahnya bersama dengan Arin dan juga mereka anak tunggal sehingga menganggap Aska sebagai kakak yang berbeda rahim. Kedua orang tua mereka pun sudah mengenal satu sama lain
sudah seperti keluarga besar ketika berkumpul.
Setelah makan bakso yang di minta tadi Arin dan keluarganya pulang ke rumah untuk beristirahat.
" masyaallah akhirnya gue lulus juga saatnya cari kerja " ucap Arin didalam kamar sembari melihat langit-langit kamarnya
Grup w*
Arin
guys kita cari kerja lusa aja ya soalnya gue besok mau santai dulu
Karin
oke gue juga mau santai dulu baru deh mikirin kerja apa
Mira
oke gue mah ikut kalian aja
Arin
ya udah sampai ketemu Lusa sahabat ku tersayang
Mira
Karin
bye kesayangan
Karena kelelahan Arin terlelap di kasur empuknya dan memeluk guling miliknya dengan erat. Hari yang ditunggu pun tiba mereka melamar pekerjaan diberbagai perusahan dan mencari lowongan pekerjaan yang ada untuk lulusan Akuntansi karena mereka merupakan lulusan prodi Akuntansi.
" wah udah siang guys kita cari makan yuk" ajak Karin pada kedua sahabatnya
" iya gak kerasa udah siang aja" ucap Mira melihat jam miliknya
" ya udah kita makan di warung makan nasi Padang yuk ,udah lama gak makan nasi Padang" ucap Arin
" boleh juga tuh, yuk kita ke sana" ujar Karin menunjuk sebuah warung nasi Padang
Setelah selesai makan mereka pulang ke rumah masing-masing dan tinggal menunggu hasil lamaran pekerjaan yang mereka berikan ke perusahaan yang mereka lamar tadi.
__ADS_1
Tiga hari berlalu Arin tak mendapat kabar sari lamaran yang ia ajukan ke berbagai perusahaan bersama sahabatnya ia malah mendapat sebuah foto yang tidak tahu siapa yang mengirimkannya. Arin sangat terkejut dengan apa yang ia lihat tanpa pikir panjang Arin langsung pergi ketempat yang diberikan.
" siapa sih nih orang, awas aja kalau bohong" ucap yesha didalam mobil yang melaju dengan cepat
" maaf mbak kamar no 34 dilantai beberapa ya" tanya Arin pada resepsionis Hotel yang ia kunjungi
" Dilantai no 8 mbak" jawab resepsionis tersebut
Dengan cepat Arin menuju Lantai 8 untuk melihat sendiri apakah orag yang mengirimkannya foto itu memang benar atau hanya sebuah editan.
Karena terburu-buru Arin tak sengaja menabrak seorang lelaki yang juga ingin masuk ke lift.
" maaf saya gak sengaja mas" ucap Arin menundukkan kepalanya
" iya tidak apa-apa mbak" jawan pemuda tersebut dan Arin memberanikan diri untuk menatap wajah lelaki tersebut
" maaf sekali lagi mas " ucap Arin kemudian masuk terlebih dahulu ke dalam lift baru lelaki itu masuk.
lift terbuka dan Arin bergegas terlebih dahulu keluar dari lift untuk mencari kamar no 34 disaat yang bersamaan keluar dari kamar tersebut seorang wanita dan pria yang Arin sangat kenal dengan pria yang menggandeng tangan wanita tersebut dengan bahagia.
Arin menghampiri pria dan wanita tersebut dan tanpa aba-aba tamparan langsung didapatkan oleh pria tersebut.
" apa-apaan ini kenapa anda menampar pacar saya" teriak Kania
" gila Lo " ucap Doni
" Lo yang gila dasar laki-laki berengsek" ucap Arin menatap Doni dengan amarah yang memuncak
" kenapa Lo gak suka" tanya Doni santainya
" mulai sekarang kita putus" ucap Arin lantang
" oke kalau itu mau Lo asal jangan sampai Lo ngemis cinta sama gue nantinya" ucap Doni menatap Arin dengan tatapan puas
" harusnya anda tahu diri mana ada seorang pria pacaran hanya sebatas pegang tangan aja" ucap Kania
" jadi kalian...." ucapan Arin terpotong
" ya , sesuai dengan pikiran Lo sekarang" ucap Doni
" berengsek Lo Don" ucap Arin kesal
" gue pacaran sama Lo antara punya pacar dan gak tahu gak sih Lo , kemana-mana selalu pegangan tangan doang gue mau yang lebih " ucap Doni
__ADS_1
" Dan karena Lo udah tahu dan kita udah putus terserah gue dong mau jalan sama siapa aja" lanjut doni
" Satu hal lagi gue harap Lo bisa ngelupain gue secepatnya " ucap Doni menarik tangan Kania dan berlalu meninggalkan Arin