
Hariss dan Arin masuk ke dalam kamar lebih dahulu barulah disusul oleh Faiz.
" Hariss cuci tangan sama kaki terus gosok gigi ya" ucap Arin pada hariss
" ok ma" jawab Hariss masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya sebelum tidur dibantu oleh Arin
Hariss tersenyum melihat Arin begitu menyayangi Hariss, Arin dan Hariss keluar dari kamar mandi Hariss langsung menuju kasur sedangkan Arin memakai skincare nya terlebih dahulu , Faiz masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum tidur.
" ma ,papa tidur disini kan " tanya hariss
Faiz yang baru keluar dari kamar mandi mendengar pertanyaan hariss dan Faiz melihat ke arah Arin
"ma, papa tidur disini kan" tanya hariss lagi
"iya sayang papa tidur disini" ucap Arin
Faiz tersenyum mendengar ucapan Arin setelah selesai Arin menuju kasur diikuti oleh Faiz yang sudah mengganti baju.
"ma, pa elukk " ucap hariss
Faiz dan Arin memeluk hariss tangan Arin berada dibawah tangan Faiz membuat Arin takut ia menarik tangannya tak berselang lama ketiganya tertidur pulas.
tok... tok....
ketika pintu membuat Faiz terbangun dan bangun untuk membukanya ternyata Fauzan ia ingin mengambil Hariss
" Hariss sudah tidur kan iz" tanya Arif
"udah bang kenapa" tanya Faiz balik
" Abang mau ambil dia, kamu gendong dia biar saya bawa ke kamar "ucap Arif
"iya bang sebentar"ucap Faiz
Faiz membawa Hariss keluar kamar dan memberikannya pada sang abinya
" ok terimakasih ya" ucap Fauzan dianggukan oleh Faiz
Faiz menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju kasurnya ia merebahkan tubuhnya di kasur sambil memandangi wajah Arin. Faiz menjadikan tangannya sebagai bantal untuk Arin dan memeluknya dalam dekapannya .
" jangan gitu Rin kamu bisa bangunin sesuatu nanti" gumam Faiz karena Arin memeluk Faiz dan menggerakan wajahnya ke dada bidang Faiz agar dekat ,mereka tertidur sambil berpelukan .
Faiz bangun lebih dulu dari Arin dan menuju kamar mandi mengambil wudhu untuk sholat subuh.
"Arin bangun" ucap Faiz membangun kan Arin
"bentar Bun 5 menit lagi" jawab Arin
" Arin bangun sholat subuh atau kamu mau kita berjamaah dengan cara lain" ucap Faiz
Arin langsung bangun mendengar ancaman Faiz ia lupa jika dia sudah bersuami.
"mana hariss pak"tanya Arin
__ADS_1
ia tak sadar jika semalaman Arin memeluk Faiz membuat tidurnya nyenyak
"Hariss sudah diambil bang Fauzan tadi barusan " bohong Faiz
Arin bangun dan mengambil wudhu untuk sholat berjamaah dengan Faiz , setelah sholat Faiz membaca Alquran sedangkan Arin memilih tidur kembali.
"Faiz ayo sarapan nak" ajak bunda melihat Faiz yang baru turun
" iya Bun" ucap Faiz menuju meja makan yang sudah ada Aska dan ayah Satya
" Arin mana iz"tanya Ayah
" lanjut tidur yah" jawab Faiz sambil memakan sarapannya
" ya Allah Arin " ucap bunda
" Arin kayaknya caper bun makanya habis sholat subuh lanjut tidur" ucap Faiz
" Kalian bakal ke apartemen hari ini iz" tanya bunda
"enggak Bun hari ini ke rumah mami besok baru Faiz sama Arin ke apartemen" jawab Faiz
Arin yang baru datang mendengar ucapan Faiz
" assalamualaikum " salam Arin yang baru turun dan sudah mandi
" waalaikumussalam" jawab mereka semua menoleh ke arah suara
" masyaallah Adek udah nikah masih aja kelakuannya" ucap bunda kesal dengan putrinya
" kamu kalau dirumah mertua jangan kayak gitu ya nak " ucap bunda menasehati Arin
" insyallah bunda" ucap Arin menggoda bundanya lalu duduk didekat Faiz
Didalam kamar Faiz berbicara dengan Arin
" pak hari ini saya ke rumah bapak ya" tanya Arin pada Faiz yang sedang memasukan bajunya ke dalam koper
" iya dan kamu siapkan bakaianmu untuk dibawa ke rumah mami secukupnya saja"
"sisanya biar pak Karim yang ambil untuk dibawa ke apartemen" jawab Faiz menatap mata Arin
Arin hanya mengangguk saja dan segera menyiapkan pakaiannya untuk dibawa ke rumah mertuanya dan sisanya untuk dibawa ke apartemen.
"sudah siap Arin" tanya Faiz
" sudah pak" jawab Arin
" ayo kita ke rumah mami " ajak Faiz pada Arin keluar dari kamar diikuti oleh Arin
" bunda,ayah kita pamit ya" ucap Faiz pada mertuanya
" iya nak jaga baik-baik putri bunda" ucap bunda pada Faiz yang mencium tangannya
__ADS_1
"pasti bunda" jawab Faiz
Arin mencium tangan kedua orangtuanya dan kakaknya tak lupa mencium Aidan berulang kali karena ia akan sangat rindu pada ponakannya satu itu.
Saat diperjalanan tak ada satupun yang dibicarakan oleh Arin dan Faiz , Arin sangat canggung sekarang pada suaminya sekaligus bosnya itu.
Tak berselang lama mereka sampai Dirumah mami elin yang sudah menunggu kedatangan menantunya itu.
"assalamualaikum " salam Faiz dan Arin masuk ke dalam rumah Wiranata
"waalaikumussalam , akhirnya kalian datang juga "jawab mami Maya langsung memeluk menantunya
"maaf mi kita buat mami nunggu terlalu lama" ucap Arin
"enggak papa sayang" jawab mami elin
"hyy mbak saya Fauzan adiknya kak Faiz" ucap Fauzan yang baru datang
" iya mbak sudah tahu" ucap Arin tersenyum pada Fauzan
"mana papi mi" tanya Faiz
" papi di ruang kerjanya" ucap mami elin
Faiz berjalan menuju ruang kerja papinya disusul oleh Fauzan sedangkan Arin diantar mami elin untuk istirahat di kamar Faiz
"buset gede banget kamarnya"gumam Arin saat masuk kedalam kamar Faiz
" Arin istirahat dulu ya nak nanti setelah sholat Maghrib turun kita makan sama-sama ucap mami elin meninggalkan Arin sendiri
"buset gue udah jadi istri CEO gue sendiri" ucap Arin duduk ditepi ranjang
gue harus jadi istri Lo baik buat suami gue , tapi gue gak cinta sama dia terus gimana dong
setelah lama berpikir dengan pikiran yang membuatnya sendiri pusing Arin memilih membersihkan tubuhnya sebelum nanti sholat Maghrib dan makan malam.
Arin sholat Maghrib sendirian ia menunggu Faiz namun tidak datang setelah sholat Arin turun kebawah untuk makan malam.
" mi ada yang bisa Arin bantu" tanya Arin pada mami elin yang sedang menata makanan diatas meja
" enggak usah sayang ini udah selesai" jawab mami elin melihat ke arah Arin yang sedang mencari seseorang
"kamu cari Faiz ya Rin, Faiz lagi keluar sama papi dan Fauzan katanya ada keperluan" ucap mami elin yang tahu siapa yang sedang dicari Arin dianggukan oleh Arin
Tak lama ketiga lelaki tersebut datang bersama dengan Farhan dan Gita
" hyy mbak Arin saya Gita adiknya kak Farhan dan sepupunya kak Faiz tentu saja sepupu orang satu itu mbak" ucap Gita sambil mencium tangan Arin lalu menunjuk Fauzan dengan mulutnya
" siapa yang Lo maksud hah kurcaci" ucap Fauzan menyentil dahi Gita
" aduh... sakit gila Lo ya" ujar Gita kesal
"Lo yang gila , Lo itu lagi bicara sama kakak ipar gue jangan fitnah gue didepannya "ucap Fauzan kesal
__ADS_1
mereka memang jarang akur karena memiliki umur yang sama dan dibesarkan oleh orang yang sama semenjak kedua orang tua Farhan meninggal mereka diasuh oleh mami elin dan juga papi Fakhri kerena papi Gita adalah adik dari papi Fakhri.