Penghapus Lukaku

Penghapus Lukaku
Siska dan Raka


__ADS_3

"jadi gitu deh" ucap Raka setelah menjelaskan semuanya pada kedua sahabatnya tentang pernikahannya dengan Siska


" Lo cinta gak sih sama Siska"tanya Farhan


"ya iya lah kalau gak mana mungkin gue mau nikah sama dia" jawab Raka menatap dingin Farhan


"Lo udah kasih tahu tentang perasaan Lo sama Siska "tanya Faiz


" belum , gue rasa gak perlu deh nanti juga dia bakalan tahu kalo gue kasih perhatian sama dia" jawab Raka


" Siska cinta gak sama Lo" tanya Farhan lagi


" iya dia suka sama gue , gue tahu dari papanya" jawab Raka


Siska sangat dekat dengan papanya sehingga mudah saja bagi Siska menceritakan isi hatinya pada sang papa yang merupakan seorang polisi


" buset Lo kenapa gak bilang sih kalo Lo suka sama dia" ujar Farhan


" gue cuman perlu kasih dia perhatian,kasih sayang dan perlindungan nanti dia juga sadar" ucap Raka


Raka memang seorang yang dingin dan cuek


sehingga wajar saja jika ia akan bersikap seperti pada semua orang , semenjak maminya meninggal Raka berubah menjadi lelaki yang dingin dan cuek


"terserah Lo dah la yang penting Lo bahagia" ucap Faiz tersenyum kecut


Setelah menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya Raka pulang kekantor untuk kembali mengerjakan pekerjaannya yang cukup banyak


" Siska ..."panggil Raka yang baru datang dan melihat Siska dan mira yang baru datang juga


" ada apa pak" jawab Siska menghentikan langkahnya diikuti Mira


" saya mau bicara sama kamu diruangan saya". ucap Raka lalu masuk ke dalam kantornya


" ada apa calon suami Lo ka " tanya Mira


"gue juga gak tahu mir, gue duluan ya bisa-bisa nanti gue kena marah " jawab Siska berjalan pergi meninggalkan Mira menuju ke lift untuk ke ruangan Raka


Raka dan Mira bekerja di perusahaan

__ADS_1


tok...tok....tok ...


"masuk" ucap Raka dari dalam ruangannya


" ada apa pak" tanya Siska yang baru masuk


" saya ada perlu sama kamu" ucap Raka menunjuk kursi yang ada didepannya


" Pernikahan tinggal 5 hari lagi Siska dan saya harap kamu mengerti maksud saya" ucap Raka menatap Siska dengan dingin


Raka meminta Siska untuk berhenti bekerja diperusahaanya untuk fokus pada dirinya dan keluarga kecilnya nanti namun dengan cara yang memaksa


"maaf pak kalau bapak tidak menginginkan pernikahan ini lebih baik tidak usah dilakukan pak "ucap Siska


" Papa kamu dan papa saya yang meminta pernikahan ini dan saya harap kamu bisa menjadi istri saya yang baik Siska " ucap Raka sedikit cetus


" baik pak kalau begitu sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan saya permisi dan mulai besok saya berhenti dari perusahaan"ucap Siska berdiri meninggalkan ruangan Raka


saya meminta kamu berhenti karena saya ingin kamu lebih fokus pada saya nantinya Siska dan saya bisa menjaga kamu dari laki-laki yang ingin merebut kamu dari saya


gumam Raka menatap punggung Siska yang berjalan menuju pintu keluar


"emang dia siapa nyuruh gue gak kerja mentang-mentang CEO pemilik perusahaan nanti kalo gue nikah sama dia gak dinafkahi gimana mau makan pakai apa coba" ucap Siska pelan dengan wajah kesalnya


"mulai besok gue gak kerja lagi mir disuruh sama CALON SUAMI"jawab Siska menekankan kata terakhirnya


"terus kenapa Lo kesel gitu"


"gue gak mau nanti waktu nikah dan jadi istrinya gak dinafkahi terus gue mau makan apa beli make up dari mana uangnya"jelas Siska panjang lebar


"Lo itu tanggung jawabnya Pak Raka nantinya sudah pasti dia akan tanggung jawab apa lagi orang tua Lo ada di Semarang lagi tugas" ucap Mira


Papa Siska seorang polisi yang bertugas di Semarang dan sang ibu ikut sang papa tugas Siska tinggal sendiri ia anak tunggal sehingga sang papa khawatir jika Siska tidak ada yang menjaganya , sang papa memutuskan untuk Siska menikah dengan Raka karena memang sudah tahu jika Siska mencintai Raka anak sahabatnya itu.


mami Raka sudah meninggal dan sang papi sudah sering mendesak ia untuk segera menikah dan memberikan seorang cucu Raka merupakan anak tunggal dari keluarga Arganata. Sang papi mengenal Siska dengan baik karena anak sahabatnya ,papa Siska dan papi Raka cukup dekat sehingga tidak salah jika mereka berencana untuk menjadi besan karena sudah tahu jika kedua anaknya saling mencintai dengan cara diam.


"Lo kenapa sih belain dia mir "ucap Siska cetus


"gue gak belain dia gue cuman kasih masukan buat Lo"jawan Mira tak kalah cetus

__ADS_1


"kalian semua sama aja"ucap Siska pergi menuju ke toilet


"dasar aneh "ucap Mira


" Siska kenapa cemberut"tanya Julian ketika berpapasan dengan siska yang habis dari toilet


"enggak kok Jul gue gak lagi cemberut"jawab siska sopan karena Julian adalah seniornya diperusahaan nya berkerja.


Siska sebenarnya risih dengan Julian karena berusaha untuk mendekatinya walau pun ia sudah menolak secara halus tetapi Julian tak pernah merasa bosan untuk terus mendekatinya dan terus mengatakan jika dia masih mengharapkan cinta Siska.


"maaf Julian saya permisi masih ada pekerjaan"ucap Siska berusaha menghindar dari Julian


"iya silahkan ,oh ya Siska kamu ada waktu malam ini saya mau ajak kamu makan malam" ucap Julian pada Siska


"maaf Jul tapi gue gak bisa ,permisi ya saya duluan"tolak Siska secara halus meninggalkan Julian sendiri


saya suka cara kamu Siska membuat saya lebih tertantang untuk mendapatkan kamu.


gumam Julian melihat pundak Siska yang mulai menjauh


"Julian gila udah gue tolak masih aja gak tahu apa kalau gue ini calon istri CEO nya " ucap Siska pelan takut ada yang mendengar


"maaf pak saya ingin memberikan surat pengunduran diri saya"ucap siska pada atasannya


"loh kenapa Siska , pekerjaan kamu didevisi ini cukup bagus padahal sayang sekali jika kamu berhenti"ucap pak Karno


" maaf pak karena saya akan segera menikah dan suami saya tidak ingin saya bekerja"ucap Siska


"ok kalau begitu selamat ya atas pernikahanmu" ucap pak Karno memberikan tangannya dan disambut oleh Siska


"iya pak terimakasih , kalau bapak bisa hadir silahkan datang pak " ucap Siska mengundang pak Karno


"tapi sepertinya tidak bisa Siska karena Minggu nanti saya akan ke Bali untuk melihat proyek di sana menggantikan pak Raka" ucap pak Karno


"tidak apa-apa pak kalau tidak bisa hadir, kalau boleh pak tolong rahasiakan pernikahan saya pada semua karyawan yang lain pak"ucap Siska


"loh kenapa "


"saya hanya butuh privasi saja pak" ucap Siska

__ADS_1


Tak ingin membuat para penggemar suaminya terbakar api cemburu dan akhirnya menjadi Boomerang untuknya nanti.


"baiklah kalau begitu"jawab pak Karno tersenyum pada karyawannya itu.


__ADS_2