
Arin saya masih ada meeting kamu tunggu saya diruangan saya saja pulang sama saya
Isi pesan Faiz
iya mas
balas Arin
Arin menunggu Faiz dituangnya sekitar 1jam an Arin menunggu sampai tertidur karena bosan.
"Arin ...."panggil Faiz yang duduk didekat Arin yang tertidur disofa sambil mengelus pipi mulus Arin
Arin merasakan ada sesuatu dipipinya dan membuka matanya perlahan
"kita pulang ya"ajak Faiz tersenyum pada Arin
"iya mas" ucap Arin yang berusaha mengumpulkan nyawanya sehabis tidur
"maaf ya nunggu lama" ucap Faiz mencium kening Arin
"gak papa mas"
"ini udah jam 6 lewat 40 sayang kita sholat Maghrib dulu ya disini"ucap Faiz pada Arin
" udah Maghrib mas, terus kita kekunci dong disini" ucap Arin panik
"enggak sayang , kantor kan ada security malamnya yang akan berjaga jadi kita gak sendiri " ucap Faiz menenangkan Arin
"maaf ya mas"
"mas yang minta maaf karena mas kamu sampai tidur disini"ucap Faiz
"gak papa" ucap Arin tersenyum
Mereka melaksanakan sholat Maghrib di ruangan Faiz setelah selesai mereka menuju parkiran mobil Faiz.
"Arin kita makan diluar aja ya"ucap Faiz yang masih menyetir
" terserah mas aja"jawab Arin
"ok kita makan di restoran mas aja ya"ajak Faiz
"iya mas" jawab Arin
Mereka sampai direstoran milik Faiz pribadi yang ia bangun ketika masih SMA. Ia sudah memiliki restoran sejak ia duduk dikelas 2 SMA dan menjadi besar karena keahliannya dibidang bisnis sehingga tak hayal jika Faiz menjadi pengusaha muda yang cukup berpengaruh di Indonesia.
"mau pesen apa sayang" tanya Faiz
"Arin mau makan nasi aja mas takut maag nya kambuh "jawab Arin
__ADS_1
Arin memiliki maag yang cukup berat karena terlalu sering terlambat makan.
"ya udah"
"mbak kita pesen yang ini sama yang ini ya minumannya air putih dingin 2 dan jus alpukat 1" ucap Faiz pada pelayan restoran tersebut
"baik pak tunggu sebentar ya" ucap pelayan tersebut ramah ia tak tahu jika Raka merupakan pemilik restoran tempat ia bekerja
" bagus mas restorannya rame lagi" ucap Arin melihat para pengunjung yang ramai berdatangan
"iya sayang , Alhamdulillah " ucap Faiz melihat Arin yang masih kagum dengan restorannya
" mas hebat bisa punya restoran saat masih SMA , waktu itu Arin malah sibuk dengan lomba taekwondo" ucap Arin
"iya sayang Alhamdulillah mas bisa bangun ini walau awalnya cukup sulit" ucap Faiz
"tapi mas berhasil ,Arin bangga "ucap Arin tersenyum senang
"terimakasih, ini juga untuk kamu nantinya"ucap Faiz membuat Arin melototkan matanya mendengar ucapan Faiz
Arin hanya tersenyum saja tak menghiraukan ucapan Faiz
Disaat mereka makan seorang wanita memanggil Faiz dan berjalan menghampirinya dan berusaha memeluk Faiz namun Faiz berhasil menghindar.
"Akhirnya ketemu juga sama Lo iz"ucap Saskia
"hyy Saskia "sapa Faiz singkat
"Lo kok gitu sih kan gue kangen sama Lo gue masih suka tahu sama Lo"ucap Saskia tak menghiraukan kehadiran Arin
"maaf Arin tapi saya tidak memiliki perasaan sama kamu dan tolong hargai perasaan istri saya" ujar Faiz menatap Arin
"masa sih Lo punya istri kayak dia gak mungkin banget"ucap Saskia meremehkan Arin
"mohon maaf mbak tapi saya memang istri dari mas faiz "ucap Arin berdiri dan berjalan mendekati suaminya lalu memeluk lengan Faiz membuat Faiz tersenyum senang
"alah gak usah ngaku-ngaku deh Lo mana mungkin Faiz mau sama kamu"ucap Saskia berusaha memeluk tangan Faiz sebelahnya
Arin langsung menarik Faiz menjauh dari Saskia dan Arin berada didepan Faiz berusaha melindungi miliknya dari Saskia.
"saya memang istrinya mbak dan saya harap mbak gak usah berharap sama suami saya "ucap Arin dengan cetusnya
" Faiz kamu serius udah nikah ,tapi kalau jadi yang kedua gue juga mau kok" ucap Saskia tanpa malunya
"gak akan pernah mbak ,Suami saya tidak akan pernah menikah untuk kedua kalinya" ucap Arin penuh penegasan dan langsung menarik tangan Faiz menuju kasir untuk membayar makanan mereka tadi
"mas bayar aja Arin liatin tuh cewek aneh"ucap Arin menggenggam tangan Faiz yang hendak membayar di kasir
"iya sayang tapi tangannya dilepas dulu mas mau ambil dompet" perintah Faiz
__ADS_1
Arin melepas tangannya dari Faiz kemudian setelah selesai Arin kembali menggenggam tangan Faiz sampai menuju mobil mereka.
Didalam mobil tak ada pembicaraan antara mereka ,Faiz bingung dengan sikap Arin setelah 3 Minggu menikah baru kali ini Arin bersikap seperti ini padanya.
Mereka sampai di apartemen dan Arin tak berbicara sedikit pun pada Faiz.
"sayang mas mandi dulu ya "ucap Faiz namun tak ada sahutan dari Arin yang duduk di meja riasnya
"minggir mas Arin mandi duluan" ucap Arin berjalan mendahului Faiz dan menutup pintu dengan keras
"astagfirullah Arin kok gini sih " ucap Faiz bingung
Setelah selesai Arin menunggu Faiz untuk sholat berjamaah dan setelah sholat masih sama saja Arin mendiamkan Faiz.
" Arin kamu kenapa sih" tanya Faiz setelah sholat karena Arin tak ingin mencium tangannya seperti biasa
"gak tahu" jawab Arin singkat dan berdiri meletakan mukenanya
" mas ada salah sama kamu ,kalau iya kasih tahu Rin biar mas tahu salahnya dimana"ucap Faiz mendekati Arin
"gak ada"Jawab Arin kemudian berjalan menuju kasurnya
"astagfirullah sayang jangan gini dong"ucap Faiz mendekati Arin yang sudah duduk di sisi kasur
"mas kenapa gak cerita sama Arin soal Siska, atau jangan-jangan mas mau nikah lagi ya "ucap Arin menatap Faiz dengan penuh emosi
"astagfirullah enggak sayang mas gak mungkin nikah lagi cukup kamu aja sayang" ujar Faiz berusaha memeluk Arin namun ditolak Arin
"Arin ngantuk mau tidur "ucap Arin
Belum sempat Arin merebahkan tubuhnya Faiz sudah menariknya ke dalam pelukannya
"mas cintanya sama kamu dan sayangnya juga cuman sama kamu Arin "ucap Faiz
Arin tak mendengarkan ia masih berusaha untuk lepas dari pelukan Faiz
"sayang mas serius ,Mas gak akan nikah lagi Rin"ucap Faiz mengeratkan pelukannya namun Arin terus memberontak
"kamu kenapa sih Rin , mas bingung kalau kayak gini terus"ucap Faiz
"Arin gak mau dimadu mas kalau sampai itu terjadi Arin bakal minta pisah "ucap Arin menangis sesegukan dipelukan Faiz
"ya Allah Arin ,mas gak pernah berpikir untuk menduakan kamu mas dari dulu cintanya sama kamu Rin"ucap Faiz melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Arin
Cup
Faiz mengecup bibir Arin singkat lalu menghapus air matanya menggunakan tangannya
"mas cinta sama kamu Rin dan itu kenyataannya "ucap Faiz
__ADS_1