
dimeja makan mereka semua makan dengan santai sesekali Gita dan Fauzan akan bertingkat membuat suasana hangat dikeluarga itu.
" Arin maklum ya mereka memang kayak kucing dan anjing" ucap mami elin
" Lo yang anjing gue yang kucing" jawab Gita menunjuk Fauzan
"enak aja Lo yang anjingnya kan mirip sama suara Lo" balas Fauzan menatap sinis pada Gita
" udah deh kalian gak usah mulai lagi " ucap Farhan
" oh ya Rin kamu masih kerja diperusahaan" tanya Farhan
" Arin masih mau kerja kak kalau dirumah aja bosen". jawab Arin menoleh ke arah Faiz pandangan mereka bertemu membuat Arin salah tingkah
" saya gak larang kamu buat kerja" ucap Faiz ia tahu jika Arin sedang meminta izin padanya
" oh ya nak kalian tinggal disini aja ya" saran mami elin
"enggak mi , Faiz sama Arin akan tinggal di apartemen untuk sementara waktu" ucap Faiz
" yah padahal mami baru aja ada temen disini" ucap mami elin tertunduk lesu
" kan Arin bisa nginep disini nanti" ucap papi Fakhri
"iya mi insyallah kita bakal sering Dateng ke rumah" lanjut Faiz
" tenang mamiku sayang kan ada anak gadis mami yang satu ini" ucap gita menaik turunkan alisnya
"idih bisa-bisa rumah ini gak tenang Gita" ucap Fauzan
" Lo sibuk banget sih ngurusin gue heran dah" ketus Gita
" eee asal Lo tahu gue juga gak mau ngurusin Lo kurang kerjaan banget gue" ucap Fauzan tak kalah cetus
" udah deh jangan mulai lagi kalau gak kalian berdua papi potong uang jajan" ancam papi Fakhri
Gita menjadi tanggung jawab Fakhri setelah sang adik meninggal karena kecelakaan bukan karena Farhan tak ingin membiayai sang adik tapi papi Fakhri memaksa ingin menjadi pengganti papinya untuk bertanggung jawab atas mereka berdua.
" wah papi ancamannya bukan main deh " ucap Fauzan kesal
" iya nih papi jangan ancem pakai uang Pi" lanjut Gita
" terus pakai apa ancamannya" tanya papi Fakhri
"gak usah ada ancaman papiku sayang" ucap Gita menggoda papi Fakhri
" kalau gak mau dihukum jangan buat masalah Gita , Fauzan" ucap mami elin pada anak-anaknya itu
" siap komandan" ucap Fauzan sambil hormat pada papi Fakhri diikuti oleh Gita membuat semuanya tertawa karena ulah mereka
selesai makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga menunggu azan isya, Arin membantu mami elin bersih-bersih bukan elin tak ingin para maid memasak untuk keluarganya tapi ia ingin mereka makan masakannya bukan yang lain karena itu tugasnya.
__ADS_1
setelah selesai Arin menuju kamarnya untuk sholat isya Faiz sudah lebih dulu berada dikamar.
ceklek...
Arin membuka pintu dan melihat Faiz sedang mengaji sambil menunggunya.
"bapak udah sholat" tanya Arin pada Faiz
"belum saya tunggu kamu" jawab Faiz menoleh pada Arin
"Arin ambil wudhu dulu pak" ucap Arin menuju kamar mandi
Mereka sholat bersama, setelah sholat seperti biasa Faiz akan memberikan tangannya untuk dicium oleh Arin kemudian ia mencium kening Arin. Arin masih sangat canggung dengan Faiz berbeda dengan Faiz yang terlihat santai saja.
" Arin besok saya ada keperluan jadi kita pindah ke apartemen sore" ucap Faiz memulai pembicaraan
" iya pak " jawab Arin singkat
" Arin saya ini suami kamu jadi jangan panggil bapak kecuali dikantor" ucap Faiz menatap Arin yang masih menggunakan mukenah
" jadi saya harus panggil bapak mas gitu" ucap Arin menatap mata Faiz
" boleh " ucap Faiz mengacak pucuk kepala Arin membuat wajah Arin memerah
"mas saya masih boleh kerjakan" tanya Arin yang sudah menggunakan nama panggilan baru untuk Faiz membuat Faiz tersenyum dengan sebutan itu .
" saya sebenarnya tidak ingin istri saya bekerja cukup urus keperluan saya dan menjaga anak-anak saya nanti, tapi jika kamu mau ya saya tidak memaksa" jawab Faiz beranjak pergi menuju kasurnya
gumam Arin menatap punggung Faiz
Arin melepas mukenanya dan berjalan menuju kasur king milik Faiz dan mengambil bantal
" mau kamu apakan bantal itu" tanya Faiz yang sudah duduk di atas kasur
" saya mau tidur di sofa aja mas" jawab Arin tapi tangannya ditahan oleh Faiz
" saya suami kamu Arin dan sah saja jika kamu tidur satu ranjang sama saya" ucap Faiz
" tapi mas"
" saya gak akan macam-macam sama kamu jika kamu tidak izinkan Arin" ucap faiz
"saya janji" lanjut Faiz
" maaf mas , Arin belum bisa menjalankan tugas Arin sebagai istri" ucap Arin menunduk tak berani menatap Faiz.
Faiz berdiri berjalan mendekati Arin lalu memegang kedua bahu Arin
" saya akan tunggu kamu siap Rin, kamu hanya perlu terbiasa dengan saya dan mencoba membuka hati kamu untuk saya" ucap Faiz
Arin menatap Faiz dengan rasa bersalah karena tidak bisa melakukan hal yang seharusnya halal untuk dilakukan mereka
__ADS_1
" maaf mas ,Arin akan berusaha untuk jadi istri mas yang sesungguhnya" ucap Arin
" saya tunggu itu Arin" ucap Faiz menarik Arin ke dalam pelukannya
"sekarang kamu tidur karena besok kita akan pindah ke apartemen " ucap Faiz melepaskan pelukannya lalu mencium kening Arin membuat Arin merasa lebih bersalah
mereka tidur dikasur yang sama , Faiz belum tertidur karena harus memeriksa beberapa dokumen yang baru diberikan diki padanya untuk besok. Setelah selesai ia menuju kasur untuk tidur Faiz tidur dengan memeluk Arin dari belakang.
Arin merasa ada sesuatu di pinggangnya yang cukup berat membuatnya susah bergerak ia membuka matanya dan terkejut melihat Faiz memeluknya , Arin berusaha melepaskan pelukan Faiz dengan pelan agar ia tak bangun.
Arin berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.setelah selesai ia membangunkan Faiz
"mas Faiz bangun udah subuh " ucap Arin menggoyangkan lengan Faiz
" jam berapa Rin" tanya Faiz
" jam 5 mas " jawab Arin
Faiz bangun lalu mengambil wudhu kemudian mereka sholat bersama.
Sesuai dengan ucapan Faiz mereka pindah ke apartemen sore hari.
" sudah semua Arin" tanya Faiz
"sudah mas " jawab Arin
Faiz mengandeng tangan Arin keluar kamar menuju ruang keluarga dimana Papi, mami,dan Fauzan berkumpul untuk pamit.
" mi,Pi kita pamit ya " ucap Faiz mencium tangan kedua orangtuanya diikuti oleh Arin
" iya sayang jaga menantu mami ya jangan lupa sering-sering ke rumah" ucap mami elin memeluk Faiz
" iya mi insyallah" ucap Faiz
" jaga istrimu jadilah imam yang baik iz" ucap papi Fakhri
"insyallah Pi"
"dadah kakakku sayang nanti Fauzan bakal sering datang ke apartemen" ucap Fauzan sambil memeluk Faiz
" iya terserah kamu" ucap Faiz dingin
Mereka sampai di apartemen Faiz setelah 25 perjalanan.arin melihat apartemen yang sangat luas itu dengan tak berkedip.
" Arin...." panggil Faiz karena Arin dari tadi berada di dekat pintu masuk
" iya mas kenapa" tanya Arin
" kamu kenapa, ayo ke kamar" ajak Faiz
Arin berjalan mendekati Faiz menuju kekamar mereka
__ADS_1