
setelah rapat Faiz ditelpon oleh sang papa untuk bertemu dengannya disebuah cafe yang berdekatan dengan cafe tempat ia meeting tadi. Faiz sampai dicafe yang disuruh sang papi .
" maaf Pi Faiz telat " ucap Faiz mencium tangan Fakhri sang papi
" ia nak gak papa" ucap Fakhri
lalu Faiz duduk didekat sang papi yang juga ada Farhan dan juga teman sang papi
" oh iya nak kenalkan ini teman papi namanya pak Satya" ucap Papi Fakhri memperkenalkan ayah Satya pada sang putra , Faiz mencium tangan dan tersenyum pada ayah Satya
" oh ya nak apa om boleh bertanya padamu" ucap ayah Satya
" boleh om mau tanya apa" ujar Faiz menatap Ayah Satya
" om tahu kamu menyukai anak om " ucap Ayah Satya
" maaf om tapi saya tidak kenal dengan anak om"jujur Faiz karena ia baru pertama kali bertemu dengan ayah Satya
" goblok anaknya om Satya itu Arin " jawab Farhan
Faiz melototkan matanya karena ia katahuan sang papi sedang menyukai perempuan karena mulut Farhan
" jadi begini nak om berencana ingin menjodohkan kamu dan Arin jika kamu setuju" ucap Ayah Satya dianggukan oleh papi Satya
" tapi om anda belum kenal saya bagaimana mungkin anda percaya dengan saya untuk menikahi putri anda" ucap Faiz gugup
" Farhan sudah menceritakan semuanya pada om Faiz" ucap ayah Satya
Farhan menceritakan semuanya pada ayah Satya bahwa Faiz sudah lama mencintai Arin sejak mereka SMA hanya saja Faiz tidak dapat mengutarakan perasaannya karena Arin sudah menjalin hubungan dengan Doni jauh sebelum Faiz sekolah di sana.
Faiz , Farhan dan Raka pindah ke sekolah Arin ketika mereka kelas 3 SMA. Dan saat melihat Arin ia sudah jatuh cinta padanya namun tak dapat diutarakan karena Arin sudah berpacaran dengan Doni , namun cintanya pada Arin tak pernah luntur malah semakin mencintai Arin .
Faiz tidak sengaja bertemu dengan Arin di hotel saat Arin melihat Doni selingkuh dibelakangnya dan memutuskannya , membuat Faiz merasa ada kesempatan untuk dirinya meski Arin tidak mengenalnya.
" Apa kamu mau nak ,om percayakan putri om padamu" ucap Ayah Satya dengan tatapan memohon
" nak kalau jodoh tidak akan kemana dan selagi kamu mencintainya maka ia pun akan mencintaimu" ucap papi ayam meyakinkan putra sulungnya
__ADS_1
" kalo gue mah setuju aja iz" ucap Farhan menggoda Faiz
" insyallah Faiz siap menikah dengan Arin om" jawab Faiz tersenyum senang
Akhirnya ia bisa menikah dengan wanita yang ia cintai .
" kalau begitu insyallah Lusa kami kerumah mu Satya untuk membicarakan tentang pernikahan anak-anak kita" ucap papi Adam dengan gembira
...°°°°°°°°°°...
Keesokannya Wiranata grup melakukan meeting bersama semua karyawan mengenai sebuah kejanggalan yang ada pada berkas yang tidak sesuai dengan pengeluaran perusahaan , Faiz mengambil alih rapat yang membuat perusahaan akan rugi besar karena adanya sebuah kecurangan.
" saya kumpulkan kalian semua disini untuk memberitahukan bahwa jika sampai ada yang melakukan korupsi uang perusahaan kalian akan merasakan jeruji besi yang lama" ucap Faiz pada semua karyawannya yang hanya diam tak berani melihat sang pewaris perusahaan.
" Apa kalian mengerti, jangan harap kalian bisa lolos sekarang kalian aman sampai nanti saya mengetahui siapa yang berani-beraninya bermain api dengan saya rasakan sendiri akibatnya" ancam Faiz pada semua karyawannya
Arin yang juga hadir di rapat tersebut pun hanya diam termasuk semua karyawan yang lain , Faiz dikenal sangat tegas dan terkenal dingin pada semua karyawannya.
"gila gue gak bisa bayangin istrinya pak Faiz nanti" ucap Mela pada Arin dan juga Siska
" iya gue gak sanggup punya suami kayak gitu" lanjut Siska
" apalagi gue" sambung Arin tertawa bersama kedua temannya itu.
Arin pulang ke rumahnya selesai bekerja dan langsung masuk ke kamarnya untuk bersih-bersih kemudian menemui keponakan kecilnya Aidan yang ia rindukan untuk mencium dan menggendong nya sambil menunggu azan magrib.
Mereka semua selesai sholat Maghrib dan langsung makan makan bersama setelah selesai ayah mengajak semua anggota keluarga duduk di ruang keluarga untuk membicarakan tentang perjodohan Arin dan Faiz yang akan dilakukan besok.
" enggak yah Adek gak mau" tolak Arin
" Adek ayah harap Adek setuju karena ini keputusan ayah dan ini yang terbaik untuk Adek" ucap ayah Satya meyakinkan Arin
" pokoknya Adek gak mau yah" jawab Arin dan langsung pergi ke kamarnya
"Biar bunda yang meyakinkan Arin yah" ucap bunda menyusul putrinya untuk meyakinkan nya .
Bunda Laras sudah tahu tentang perjodohan ini dan bunda Laras juga setuju karena menurutnya ayah Satya tidak mungkin tidak memiliki alasan untuk sesuatu hal yang menyangkut kehidupan putrinya.
__ADS_1
" bunda Adek gak mau dijodohkan sama orang yang gak Adek kenal" ucap Arin memeluk sang bunda
" nak ayah pasti memiliki alasan kenapa Adek dijodohkan " ucap bunda menenangkan Arin
" tapi Bun Adek gak cinta sama dia bahkan tahu mukanya aja enggak Bun" lirih Arin
" nak kamu hanya perlu belajar untuk mencintai orang yang juga mencintaimu" ucap bunda Laras
Setelah sekian lama meyakinkan Arin akhirnya Arin setuju dengan perjodohan ini dan akan menerima apa yang diputuskan oleh sang ayah,
Aska sudah tau tentang perjodohan ini dan sudah bertemu dengan Faiz tadi siang dan Aska setuju jika adiknya menikah dengan Faiz.
malam ini keluarga Wiranata akan datang untuk melamar Arin dan ini untuk pertama kalinya Arin akan melihat wajah lelaki yang akan menjadi suaminya.
"assalamualaikum " ucap mami Ellin
"waalaikumussalam"jawab bunda Laras mereka berpelukan dan tersenyum karena sebentar lagi akan menjadi bagian keluarga.
Mereka duduk di ruang tamu, dan bercerita sebelum akhirnya Arin turun untuk menemui calon keluarga barunya nanti.
" masyaallah cantiknya calon mantu mami" ucap elin saat melihat calon mantunya menuju ke arah ruang tamu, semua mata tertuju pada Arin termasuk Faiz yang tiada henti memandangi calon istrinya itu.
Arin kaget ketika tahu jika yang akan menjadi suaminya adalah bosnya sendiri, ia bingung dengan keadaan dan memilih diam.
" cantik ya calon kakak ipar Fauzan mi" ucap Fauzan pada sang mami dan dianggukan oleh mami elin
Acara perkenalan keluarga pun selesai mereka telah sepakat akan melaksanakan pernikahan 1 Minggu lagi , membuat Arin tertunduk lesu mendengar akan segera menjadi bagian dari keluarga Wiranata.
" nak mami pulang dulu ya , mami harap kamu akan bahagia bersama kami nantinya menjadi bagian keluarga Wiranata" ucap mami elin pada Arin mengelus pundak Arin
" insyallah Tante" jawab Arin
ia belum terbiasa memanggil elin dengan sebutan mami
Faiz terus mencuri pandangan pada Arin tanpa sadar diketahui oleh calon kakak iparnya Aska.
Aska hanya tersenyum saja melihat kelakuan calon adik iparnya itu.
__ADS_1