
Mendengar perkataan Doni membuat hati Arin terluka tapi tak berdarah ingin rasanya ia menangis dan juga berteriak sekuatnya tapi ia sadar ini bukan tempat yang tepat , Arin berjalan menuju lift untuk keluar dari hotel dan berusaha menahan air matanya agar tak jatuh.
Sialan cuma karena gue gak bisa ngasih lebih Lo selingkuh dibelakang gue Don , gue gak akan pernah balikan sama Lo apa lagi ngemis cinta Lo itu janji gue
Tanpa Arin sadari ia melewati laki-laki yang ia tabrak saat akan masuk lift di lantai satu tadi ia tidak sadar kalau ada orang yang mendengar pertengkarannya ,ia hanya berusaha tidak menangis di tempat umum.
" sialan Lo Doni gue benci sama Lo ,gue gak akan balikan sama Lo apalagi ngemis cinta busuk Lo" teriak Arin di dalam mobilnya dan mencengkeram kuat stir mobil yang ada didepannya
Setelah merasa tenang Arin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang ia tak ingin terjadi sesuatu padanya hanya karena emosinya. Akhirnya Arin sampai di rumahnya dengan berurai air mata.
" Uda pulang anak bunda ,kenapa nak kok nangis" tanya bunda Laras ketika melihat putrinya pulang dengan air mata memenuhi pipi mulusnya itu
" Bunda Arin ..... hiks.....hiks..."
" kenapa nak , cerita sama bunda sayang"
" Arin putus sama Doni bunda" jawab Arin lirih
bunda yang melihatnya langsung membawa Arin untuk duduk kemudian memeluknya
" Memangnya ada masalah apa nak" tanya bunda merasa khawatir
" Doni Selingkuh Bun, dia bilang kalau pacaran sama Arin gak bisa dapat lebih" jawab Arin dengan tangis yang semakin kencang
"ya sudah nak, artinya i
Doni memang bukan jodohmu " ucap bunda menenangkan Arin dalam pelukannya dan Arin hanya mengangguk mendengar ucapan sang bunda
" maaf Bun karena Adek sempat membantah bunda" ucap Arin penuh penyesalan
Bunda Laras melarang Arin pacaran dengan Doni karena ia melihat sendiri Doni pernah berciu**n dengan wanita lain saat hendak menjemput nenek Arin dari Palembang.
" iya nak sekarang kamu harus bisa move on dari dia buka hatimu untuk laki-laki yang benar-benar mencintai mu nak" ucap bunda dengan tegas lalu mencium kening putrinya
"iya Bun , Arin bener-bener nyesel Bun maaf " lirih Arin dengan tertunduk
" iya sayang sekarang kamu bersih-bersih lalu istirahat" ucap bunda dianggukan oleh Arin
Arin menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Beberapa hari setelah kejadian yang membuat nya terluka untuk pertama kalinya karena cinta Arin jarang keluar kamar membuat bunda dan ayah khawatir dengan kondisi Arin.
Bunda sudah menceritakan semua kejadian yang dialami Arin pada sang ayah.
" ya gimana ini Arin udah hampir satu Minggu mengurung diri dikamar " ucap bunda khawatir
"biar ayah yang bicara sama Adek Bun" ucap ayah menenangkan bunda dan menuju ke kamar Arin
" assalamualaikum, Adek ini ayah buka pintunya nak ayah Bawakan makanan buat Adek " ucap ayah Satya berusaha menenangkan sang putri
" waalaikumussalam, adek gak laper yah" sahut Arin dari dalam kamar
" dek ayah mau bicara sebentar sama kamu , buka dulu pintunya nak" ucap ayah masih terus berusaha
" Adek lagi gak mau diganggu yah Adek mau sendiri maaf" ucap Arin sendu
Tak dapat kesempatan untuk menemui sang putri ayah kembali dengan wajah kecewa.
Marah? tentu saja ia akan menghajar laki-laki yang berani membuat putrinya sepeti itu.
" Awas saja jika kamu bertemu dengan saya Doni" ucap ayah kesal
" kenapa yah adek gak mau makan lagi" tanya bunda lagi karena tak mendapat jawaban dari sang suami
"gimana ini yah bunda gak mau liat Adek gitu" ucap bunda Laras menitihkan air mata
Melihat bunda menangis ayah Langsung memeluknya untuk menenangkannya
" tenang bunda ayah akan berusaha untuk membuat putri kita kembali ceria seperti dulu lagi" ucap ayah menenangkan bunda yang terus-menerus menangis dalam pelukannya
Satu bulan sudah Arin menyendiri, mengurung diri didalam kamar dan. hanya sesekali keluar ketika ia merasa lapar dan haus setelah itu kembali lagi ke kamar.
Arin melihat Handphone miliknya ia terkejut ketika melihat tanggal hari ini 12 Mei adalah hari ulangtahun sang ayah.
Arin berpikir sejenak sudah berapa lama ia mengurung diri dikamar " astagfirullah udah satu bulan gue ngurung diri ayah sama bunda pasti sedih banget " ucapnya lirih
" gue harus bangkit dari keterpurukan ini gue harus jadi Arin yang dikenal tegas dan stong gue gak boleh kemah karena Doni gila itu" ucap Arin menghapus air matanya
Arin memutuskan untuk bangkit dan memulai hidupnya yang baru dan melupakan pernah mencintai laki-laki yang sudah menyakitinya.
__ADS_1
Arin turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarganya.
" assalamualaikum semuanya" ucap Arin berjalan menuju meja makan
semua yang ada di sana bertanya-tanya dengan lirikan mata mereka
" waalaikumussalam , anak ayah udah...." ucapan ayah terpotong karena Arin langsung memotongnya
"iya ayah Arin mau berdamai dengan masa lalu" ucap Arin tersenyum pada sang ayah
" bagus nak itu baru anak ayah" ucap ayah bangga lalu berdiri dan memeluk sang putri
" maafin Arin ya yah dan untuk semua karena Arin kalian semua khawatir" ucap Arin merasa bersalah
" tidak apa-apa nak yang penting Arin kami kembali" ucap bunda senang melihat putrinya tersenyum kembali
Satu bulan sudah Arin mencari pekerjaan tak kunjung ditemukannya dan mbak Rina sudah melahirkan bayi laki-laki bernama Aidan evano putra keponakan Arin.
" wahh ganteng banget sih ponakan aunty" ucap Arin melihat wajah tampan Aidan yang dia gendong
" iya dong kayak siapa dulu" ucap bang Aska menaik turunkan alisnya
" idih PD banget Lo bang " ucap Arin melihat kelakuan abangnya yang menyebabkan
" makanya cepetan punya anak dek" ucap mbak Rissa yang baru datang untuk menjenguk Rina yang habis melahirkan Rissa kakak sepupu Arin
" iya mbakku tunggu tanggal mainnya aja" ucap Arin cengengesan
" oh iya mana anak aku yang pinter mbak " ucap
Arin mencari Hariss anak Rissa dan Fauzan
" inni Aliss ma.... " ucap Hariss yang baru datang langsung lari untuk memeluk Arin
" waaa anak mama udah pintar ya sekarang makin ganteng lagi" ucap Arin menidurkan Aidan di keranjang bayi dan langsung memeluk putra kecilnya itu
" iya ma alis angen mama " ucap Hariss yang tidak ingin lepas dari gendongan Arin
" iya sayang mama juga kangen sama putra mama ini" ucap Arin menciumi pipi Hariss terus menerus
__ADS_1
" eli ma .... hahhaa..... ". ucap Hariss merasa geli diciumi terus menerus oleh Arin yang gemas dengan Putra kecilnya itu