
Setelah berbelanja Arin dan Faiz kembali ke apartemen mereka dan Arin langsung membereskan semua belanjaan.
" mas gak balik kekantor" tanya Arin pada Faiz yang duduk dimeja makan melihat Arin membereskan semua belanjaan mereka tadi
" enggak sayang" jawab Faiz santai
Arin berjalan duduk dimeja makan berhadapan dengan Faiz
"maaf mas tapi boleh Arin tanya sesuatu "ucap Arin gugup untuk menanyakannya
"boleh, mau tanya apa"ucap Faiz
"kenapa mas mau nikah sama Arin bahkan mas gak kenal Arin sebelumnya" tanya Arin
" mas kenal sma kamu Arin kita bersekolah di SMA yang sama dan saya juga kenal kamu tapi kamu tidak karena saya pindah saat saya kelas 3 dan tak lama disana"jelas Faiz penjang lebar
"tapi mas kan gak tahu tentang masa lalu Arin bahkan Arin juga sempat punya pacar mas dulunya"jujur Arin tak ingin Faiz tahu dari orang lain
"saya tahu Arin dan Pacar kamu itu selingkuh dibelakangmu kan" sambung Faiz
"bagaimana mas tahu soal itu" tanya Arin heran
"saya orang yang kamu tabrak saat kamu ingin masuk lift dan tidak sengaja mas mendengar semuanya" ucap Faiz
"maaf mas tapi sumpah Arin gak pernah macem-macem sama si Doni itu mas demi Allah"ucap Arin meyakinkan faiz
"iya mas percaya Rin" ucap Faiz meyakinkan Arin
Faiz menatap Arin yang sudah berkaca-kaca kemudian mendekatinya
"mas percaya sama kamu Rin" ucap Faiz memegang pundak Arin kemudian duduk didekatnya
" maaf mas"ucap Arin yang sudah meneteskan air matanya
"iya sayang mas percaya" ucap Faiz mengangkat wajah Arin menghapus air matanya
" kita belum sholat Zuhur Rin , kita sholat sekarang " ajak Faiz menggenggam tangan Arin mengajaknya ke kamar mereka
Malam harinya mereka selesai makan malam dan duduk disofa Faiz mengerjakan pekerjaannya dirumah dan Arin menonton televisi.
"mas mau dibikin kopi atau teh" ucap Arin pada Faiz yang dari tadi memandangi laptopnya
" teh aja sayang" ucap Faiz pada Arin
Arin sudah terbiasa dengan panggilan Faiz untuknya
"sebentar Arin bikinin"ucap Arin berdiri hendak ke dapur belum sempat melangkah pinggang Arin sudah ditarik oleh Faiz dan jatuh dipangkuan Faiz
"mas butuh kamu bukan teh" ucap Faiz lalu mencium bibir Arin dengan lembut ,Arin terkejut dengan perlakuan Faiz padanya dengan cepat Arin melepaskan ciuman Faiz dibibir nya.
Faiz tak membiarkan Arin begitu saja ia langsung menarik tengkuk Arin lalu menciumnya lalu me******* dengan cepat membuat Arin kehabisan nafas, Faiz merasakan Arin sudah kehabisan nafas ia melepaskan ciumannya membuat Arin mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
" maaf" ucap Faiz tersenyum senang melihat Arin kehabisan nafas karena ulahnya
__ADS_1
" maaf mas , arin...." belum sempat Arin berbicara Faiz sudah mengecup bibirnya singkat.
" nanti belajar biar mas lebih betah "ucap Faiz tersenyum penuh arti
Ting...tong....
Bunyi bel apartemen berbunyi membuat Arin langsung berdiri dari pangkuan Faiz
"biar Arin buka "ucap Arin
Faiz langsung berdiri menarik pinggang Arin yang mulai menghindar darinya lalu mengecup singkat bibir Arin
Cup
"biar mas aja"ucap Faiz berjalan menuju pintu
" assalamualaikum kak" ucap Gita tersenyum manis
"kenapa kesini ta"tanya Faiz dingin karena mengganggu kesempatannya
"iih kakak kok gitu sih mukanya Gita mau ketemu kakak ipar lah emang kenapa gak boleh"jawan Gita kesal dengan Faiz
"siapa mas"tanya Arin
"Gita mbak "jawab Gita langsung masuk ke dalam apartemen milik kakaknya itu
"ada apa Gita ke sini"tanya Arin
"Arin kangen sama mbak "jawab Gita memberikan cake yang ia beli tadi
"enggak dong mbak , oh ya mbak Gita boleh nginep di sini gak"tanya Gita membuat Faiz yang baru datang terkejut mendengarnya
"gak boleh" jawab Faiz
" iiih kan Gita nanya sama mbak Arin bukan sama kak Faiz" ujar Gita kesal
"boleh kan mbak"
"kalau mas Faiz izinkan boleh"ucap Arin menatap ke arah Faiz
"oke kalau gitu artinya boleh" ucap Gita penuh kesenangan
Arin selesai bersih-bersih dan berjalan menuju kasur yang Faiz sudah duluan ada disana.
Arin merebahkan tubuhnya disebelah Faiz.
"mas ...."panggil Faiz
" beri Arin waktu untuk menjalankan tugas Arin mas"ucap Arin pada Faiz yang masih sibuk dengan laptopnya
"iya sayang mas akan tunggu kamu siap dan mas harap kamu bisa membuka hatimu untuk mas" ucap Faiz menutup laptopnya dan merebahkan tubuhnya didekat Arin
"Arin akan berusaha mas"
__ADS_1
"iya sayang mas tunggu itu" ucap Faiz menepuk tangannya untuk menjadi bantal bagi Arin
Arin paham dengan kode yang diberikan Faiz
Arin mendekat ke arah Faiz dan menjadikan tangan Faiz sebagai batalnya kemudian mereka tidur sambil berpelukan
Pagi harinya setelah sholat subuh Arin memasak untuk sarapan pagi sebelum mereka ke kantor
"wahh kayaknya enak nih sarapan paginya"ucap Gita yang baru bangun
"iya mbak bikin mie tumis ta"ucap Arin
"kamu duluan aja makanya mbak mau ke kamar dulu ya"ucap Arin menuju kamarnya untuk bersiap ke kantor
"sini mas biar Arin bantu" ucap Arin memasangkan dasi untuk Faiz seperti biasa ia pasti akan mencari kesempatan untuk dekat dengan Arin
setelah sarapan mereka pergi ke kantor dan Gita sudah pergi ke kampusnya
"mas nanti siang Arin makan siang sama Mira dan Siska boleh"tanya Arin pada Faiz yang masih menyetir
"boleh sayang" jawab Faiz mengelus pucuk kepala Arin membuat sang empunya tersenyum
Arin berusaha membuka hati untuk Faiz dan mulai memberikan kesempatan untuk Faiz berada dihatinya dan melupakan masa lalunya
Jam makan siang Arin ,Siska dan mira makan di restoran yang sering mereka kunjungi tak jauh dari perusahaan mereka masing-masing
" Siska gue mau tanya sesuatu sama Lo" ucap Mira pada Siska
"emang ada apa sih kok muka Lo serius amat sih mir"tanya arin
"gue penasaran aja Rin kayaknya ada yang disembunyikan oleh sahabat kita ini" ucap Mira menunjuk Siska
"oke gue bakal cerita sama kalian , sebenarnya gue udah tunangan beberapa Minggu yang lalu" jujur Siska
"what" kaget Mira dan Arin serempak
"kak Raka temannya kak Faiz adalah tunangan gue " ucap Siska
"kenapa Lo gak bilang ka"tanya Arin
"gue dijodohin sama kak Raka dari kecil karena orang tua kita sahabatan " jujur Siska
"Lo suka sama sih Raka itu" tanya Mira dianggukan oleh Siska
" artinya Lo bakalan nikah sama kak Raka dong" sambung Arin
"iya dan pernikahannya tinggal 5 hari lagi " jawab Siska
" kok muka Lo sedih gitu sih ka kan Lo cinta sama kak Raka" ucap Arin
" gue suka sama kak Raka tapi gue gak tahu dia suka gak sama gue" jujur Siska takut jika Raka terpaksa menikahinya
"kak Raka pasti cinta sama Lo" ucap Mira berusaha meyakinkan Siska
__ADS_1
" gue harap juga begitu mir, rin' ucap Siska sedikit khawatir