Penghapus Lukaku

Penghapus Lukaku
Pengakuan


__ADS_3

"mas gak bohong kan"


"enggak sayang mas gak bohong, udah ya jangan nangis lagi "ucap Faiz


Arin langsung memeluk Faiz


"Arin mau tidur "ucap Arin masih memeluk Faiz


"iya sayang kita tidur "ucap Faiz


Faiz melepaskan pelukannya dan naik ke atas kasur lalu berbaring didekat Arin sambil memeluk Arin yang masih tak percaya padanya.


"gak usah peluk"ucap Arin berusaha melepaskan diri


"kalau gak mau dipeluk kamu saya hukum malam ini" mendengar ancaman Faiz , Arin memilih tidur dipeluk olehnya


Faiz melaksanakan sholat sendiri karena Arin kedatangan tamu. Arin memasak untuk sarapan pagi setelah Faiz selesai sholat ia langsung keluar kamar menuju meja makan yang sudah ada sarapan yang dibuat Arin.


" Enak nih masakannya"ucap Faiz ingin mencairkan suasana semenjak kejadian semalam Arin tak banyak bicara lagi padanya.


"ambilin dong sayang"ucap Faiz menatap Arin yang masih sibuk mencuci piring


"Arin lagi nyuci piring mas ,ambil sendiri aja"jawab Arin tak menoleh sama sekali


"ya udah kalau gitu mas nanti aja makannya , kalau mas sakit nanti kamu juga yang repot" ucap Faiz tersenyum licik pada Arin


Arin berhenti mencuci piring dan membilas tangannya lalu mendekati Faiz


"nih"ucap Arin memberikan nasi uduk yang ia masak tadi beserta lauk-pauk yang lain


"kamu udah makan sayang"tanya Faiz


"nanti Arin masih banyak kerjaan"jawab Arin


"ya udah kita makan berdua ya"


"enggak Arin makan nanti aja"


"ya udah kalau gitu kamu suapin mas"ucap Faiz


"mas bukan anak kecil lagi makan sendiri aja"ucap Arin


"kamu kan istri mas ibu untuk anak-anak mas"ucap Faiz tersenyum manis


Arin hanya diam mendengar ucapan Faiz dan sibuk dengan pemikirannya sendiri


"sayang kok diem "ucap Faiz


"enggak "


"ya udah kita makan berdua aja ya"ucap Faiz menyuapkan makanan pada Arin


Tak ada penolakan dari Arin mereka makan dalam tempat yang sama

__ADS_1


...°°°°°°°°°°°°°°...


"insyaallah pak saya akan hadir bersama istri saya" ucap Faiz pada orang yang ditelponnya


Arin masuk kedalam kamar tanpa menghiraukan Faiz


"sayang mas diundang makan malam sama pak Agus kamu ikut mas ya"ucap Faiz mendekati Arin


"Arin gak mau mas"jawab Arin cetus


"kamu harus ikut karena kamu istri mas jam 7 nanti kita pergi "ucap Faiz mencium kening Arin lalu pergi ke ruang kerjanya yang ada di apartemen


maksa banget sih


gumam arin


Setelah selesai sholat Maghrib Arin bergegas untuk berdandan mereka melewatkan makan malam dirumah karena akan makan di luar dengan pak Agus.


"udah siap sayang"tanya Faiz yang baru masuk ke dalam kamar


"udah "


"cantik"ucap Faiz mendekati Arin lalu memasangkan kalung berlian yang ia beli khusus untuk Arin


"kenapa Arin dipasangin kalung ini"tanya Arin


"ini mas beli untuk kamu dan mas mau kamu pakai sayang"jawab Faiz


"kenapa ketawa sih"


"kamu cemburu ya sayang sama mas"tanya Faiz


"enggak"


"gak usah bohong" ucap Faiz mencoel hidung Arin


"emang enggak mas" ucap Arin kesal


"mas mau kamu pakai ini karena kalung itu ada inisial nama mas Arin biar mereka tahu kamu istri mas"ucap Faiz tersenyum


"terserah"jawab Arin


Setelah beberapa menit perjalanan mereka sampai di restoran yang sudah diberitahu pak Agus.


"ayo sayang"ucap faiz menggenggam tangan Arin


"itu mereka"ucap pak Agus


Arin terkejut melihat Saskia juga ada disana


ia menggenggam tangan Faiz lebih kuat


Faiz merasakan tangan Arin menggenggam tangannya begitu kuat hanya tersenyum saja.

__ADS_1


"maaf pak kita terlambat"ucap Faiz


"tidak apa-apa nak Faiz ,silahkan duduk"ujar pak Agus


Faiz mempersilahkan Arin untuk duduk lebih dahulu lalu mengenalkannya pada pak Agus dan keluarganya.


" perkenalkan ini istri saya Arini Faiz Wiranata"ucap Faiz memperkenalkan Arin pada mereka


"salam kenal nak saya pak Agus dan ini istri saya buk Aisyah dan itu putri saya Saskia dia putri tunggal kami" ucap pak Agus memperkenalkan anggota keluarganya satu persatu


"salam kenal pak"ucap Arin tersenyum ramah


"pa dia ini yang merebut Faiz dari Saskia pa"ucap Saskia menunjuk Arin


"apa-apaan kamu Saskia jaga sikap kamu"ucap buk Aisyah mamanya Saskia


"maafkan anak saya nak Faiz " ucap pak Agus


"maaf pak langsung saja ke tujuan bapak mengajak saya makan malam disini"ucap Faiz dingin


"saya mau meminta bantuan nak Faiz untuk memberikan suntikan dana untuk perusahaan om "ucap pak Agus


Perusahaan keluarga Saskia dalam keadaan gawat karena hampir semua perusahaan yang bekerja sama dengan mereka menarik semua investasi yang mereka berikan.


"Faiz dia itu gak baik buat kamu , dia cuman manfaatin kamu doang supaya bisa dapat Harta kamu" ucap Saskia menatap Arin dengan tajam


Arin tak menghiraukan Saskia ia tak ingin nama baik suaminya tercoreng karena perilakunya.


"Saskia jaga bicara kamu nak ,mereka ini tamu papa "ucap pak Agus takut jika Faiz tak ingin memberikan suntikan dana untuk perusahaannya makan ia akan bangkrut.


"papa kenapa belain wanita murahan ini sih"ucap Saskia menunjuk Arin


"dia itu memanfaatkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau iz , dia itu wanita licik lebih baik kamu ceraikan saja dia"lanjut saskia


"setelah suami saya menceraikan saya , kamu mau apa"tanya Arin


"tentu saja menjadi ny. Faiz Wiranata"jawab Saskia penuh keyakinan


"jangan pernah berharap karena suami saya milik saya hanya milik saya"ucap Arin dengan tegas menggenggam tangan Faiz yang ada diatas meja


"Faiz itu tidak mencintai kamu wanita jala** dan kamu jangan berharap dia akan menjadikan mu satu-satunya"ucap saskia


Arin tak terima dengan ucapan saskia membalas dengan kata-kata lebih kasar lagi


"saya bukan wanita murahan seperti apa yang anda bilang dan satu hal lagi yang perlu kamu tahu kalau suami saya mencintai saya begitu pun saya "ucap Arin penuh emosi


"Lo cinta hartanya bukan orangnya"ucap Saskia berdiri memukul meja sontak arin pun berdiri


"gue cinta sama suami gue ,dan satu hal lagi gak akan saya biarkan wanita seperti kamu mendekati suami saya"ucap Arin membuat Faiz terkejut mendengarnya


"mohon maaf pak Agus tapi sepertinya saya tidak bisa melanjutkan kerja sama kita , karena istri saya sudah dihina disini"


"istri saya adalah prioritas saya jadi silahkan mencari investor yang lain"ucap Faiz menarik tangan arin untuk keluar dari sana

__ADS_1


__ADS_2