
Faiz melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sesekali melirik ke arah Arin.
"Arin kita makan di restoran lain aja ya kita belum makan apa-apa soalnya"ucap Faiz
"terserah" jawab Arin singkat
Faiz menghentikan mobilnya mendengar ucapan Arin yang masih terlihat marah
"kenapa berhenti disini sih mas katanya ke restoran "tanya Arin
"mas mau tanya sama kamu , apa yang kamu bilang di restoran tadi itu benar"tanya Faiz penuh harap
"yang mana "tanya Arin balik
"kalau kamu cinta sama mas"ujar Faiz
"menurutnya mas" Arin menatap Faiz
"sayang mas serius tanya sama kamu"ucap Faiz
"mas Arin itu cinta sama mas tapi kenapa mas gak ........"ucapan Arin terpotong karena Faiz sudah menciumnya, merasa kehabisan nafas Arin memukul dada bidang Faiz
"maaf "ucap Faiz melepaskan ciumannya
"mas Arin belum selesai ngomong kenapa main nyosor aja sih"ucap Arin kesal
"maaf sayang maaf terlalu senang"ucap Faiz mencium bibir Arin singkat
"tuh kan main nyosor lagi"
"kamu itu milik mas jadi sah-sah aja sayang"ucap Faiz
"iya-iya serah deh tapi Arin laper mas mau makan disana tadi belum makan apa-apa"ucap Arin
"ya udah kita makan di restoran mas aja ya sekalian mas mau periksa "ajak Faiz
"iya terserah yang penting makan"ucap Arin tersenyum
Setelah sampai mereka langsung memesan makanan kemudian sesuai ucapan Faiz ia akan memeriksa pemasukan dan pengeluaran yang diberikan oleh orang yang dipercaya Faiz untuk mengelola restoran miliknya itu.
"udah mas"tanya Arin pada Faiz
"udah sayang ayo kita pulang"jawab Faiz
"iya udah yuk" ucap Arin berdiri dan memeluk lengan Faiz
"mas besok kan hari Minggu kita ke rumah bunda aja ya Arin kangen sama bunda habis itu kita ke rumah mami"ajak Arin pada Faiz
"boleh sayang"jawab Faiz mengacak rambut Arin
"mas jangan gitu kan jadi berantakan rambut Arin "ucap Arin kesal dengan ulah Faiz
"tetep cantik kok "ucap Faiz mengedipkan sebelah matanya
"kamu ternyata bisa ganjen juga ya mas"ujar Arin
"iya lah apa lagi sama yang udah sah"balas Faiz
"bisa aja"ucap Arin
Sesampainya di apartemen Arin langsung bersih-bersih dan Faiz melaksanakan sholat isya.
"mas udah dong kerjanya kan besok Minggu" ucap Arin kesal melihat suaminya tak ingin memeluknya seperti biasanya saat hendak tidur
"bentar lagi sayang"
"iiihh males banget deh " ucap Arin kesal
Faiz yang mendengar ucapan Arin langsung mematikan laptop miliknya dan berjalan menuju kasur yang sudah ada Arin
__ADS_1
"kenapa sih "
"peluk" ucap Arin merentangkan kedua tangannya
"masyaallah istri aku inih"ucap Faiz gemas dengan istrinya itu
"arin sayang sama mas dan cinta banget "ucap Arin memeluk Faiz
"mas juga sayang "balas Faiz mencium pucuk kepala Arin
"gak sia-sia penantian mas "ucap Faiz
"maaf ya mas"Arin mencium bibir Faiz
"udah mulai nakal nih ya"goda Faiz menghujani wajah arin dengan kecupan
"geli mas "ucap Arin berusaha menghindar dari Faiz
"udah malem sayang besok kita kesiangan kalo belum tidur"ucap Faiz
"ya udh ayok tidur dari tadi juga Arin ngajak tidur"ucap Arin
...°°°°°°°°°°...
"mas udah siap belum ayo keburu siang nanti"
teriak Arin
"udah sayang ayo"
"mas kok tumben pakai minyak wangi ini"tanya Arin yang mencium bau parfum Faiz
"kenapa emangnya kan kamu yang beliin waktu itu,masa lupa sih"jawab Faiz
"ooh iy yah Arin pikir dari cewek aneh itu"ucap Arin
"kan Istri mas yang cantik ini yang beliin "ucap Faiz
♻️♻️♻️♻️♻️♻️
"assalamualaikum" salam mereka masuk ke dalam rumah orang tua Arin
"waalaikumussalam"jawab mereka barengan
"mama alinn ..... papa aizzz..... tangkap aku......."teriak hariss berlari menuju Faiz dan Arin
"dapat" Faiz menangkap Hariss
"ganteng banget sih anak mama"ucap Arin mencium Hariss yang masih digendong Faiz
"Eli maa..." ucap hariss tertawa geli
"eeh anak dan mantu bunda Dateng "ucap bunda
" iya Bun kita kangen "ucap Arin
"bisa aja kamu Rin"ujar bunda memeluk Arin
Faiz menyalami ibu mertuanya itu
"Faiz duduk Deket ayah sama bang Aska aja"suruh bunda
"iya Bun"jawab Faiz berjalan mendekati ayah mertuanya dan kakak iparnya itu
"apa kabar yah,bang"tanya Faiz mencium tangan mereka
"Alhamdulillah baik"jawab mereka samaan
"oh ya iz ayah mau tanya Raka sama Siska beneran mau nikah ya"tanya ayah
__ADS_1
"iya yah tinggal 2 hari lagi" jawab Faiz
"masyaallah , gak kerasa udah mau berkeluarga semua anak-anak ayah"ucap yah Satya
Ayah Satya cukup dekat dengan Mira dan Siska ia sudah menganggap mereka seperti anak kandungnya sendiri dan para orang tua pun sudah mengenal dengan sangat baik.
"iya ya yah gak kerasa adik-adik Aska udah mau nikah semua "lanjut Aska
"iya artinya Abang itu udah lumayan tua"ucap Faiz
"buset dah adik ipar gue satu ini mau gue bacok Lu hah "kesal Aska pada adik iparnya itu
"bercanda bang" kekeh Faiz membuat ayah tertawa karena ulahnya
"dimana Aidan bang"tanya Arin tak melihat putranya yang satunya lagi
"ada lagi minum asi di kamar sama mbak mu"jawab Aska
"ya udah Adek mau lihat dulu ya"ucapnya berlalu pergi menuju kamar sang Abang
tok .....tok......
"masuk aja gak dikunci"ucap Rani
ceklek...
"mbak Adek boleh masuk"tanya Arin
"boleh dek masuk aja"jawab Rani
"waaa anak mama udah tidur padahal mau ajak main"ucapnya kecewa melihat Aidan sudah tidur
"biasanya panggil aunty sekarang ganti jadi mama " ujar Arni bingung
"iya lah mbak biar sama kayak Hariss ,kan Arin punya 2 anak laki-laki "ucap Arin tersenyum
"kamu juga harus punya dek "goda Rani mengedipkan sebelah matanya
"tenang mbak sebentar lagi "kekeh Arin
"kamu ini ada-ada aja"ucap Rani pada adik iparnya itu
"Faiz nginep sini aja ya malem ini"pinta bunda
"bukannya Faiz gak mau Bun tapi habis dari ini kita mau ke rumah mami"tolak Faiz secara halus
"ya udah deh gak papa lain kali aja"ujar bunda dengan wajah kecewa
"maaf ya Bun insyallah lain kali kita nginep disini "ucap Faiz yang masih memangku Hariss yang sudah terlelap
"ya udah harissnya sama bunda aja udah tidur "ucap bunda ingin mengambil Hariss
"gak usah Bun biar Faiz aja yang bawa dia ke kamar"ucap Faiz berjalan menuju kamar Arin untuk hariss
"mas kok disini"tanya Arin yang baru masuk kamarnya
" hariss udah tidur jadi mas tidurkan disini"ucap Faiz berdiri mendekati Arin
"lain kali kita nginep di sini ya sayang, mas gak enak sama bunda"ucap Faiz karena sudah menolak ini mertuanya
"iya mas Arin ikut aja kemana mas pergi"ucap Arin
"kamu kok bisa banget ya gombalnya"goda Faiz mencium bibir Arin singkat
"tuh kan main nyosor aja, mana ada gombal orang itu emang tugas Arin"ucap Arin kesal
Faiz memeluk Arin dan mencium keningnya
"makasih ya"ucap Faiz
__ADS_1
"sama-sama mas love you"ucap Arin membalas pelukan suaminya
"love you to sayang" ucap Faiz mencium pucuk kepala Arin