
Mira sedikit lebih tomboy dari kedua sahabatnya ia sangat suka mengenai balapan dan ia juga pandai dalam olahraga bela diri ia menguasai taekwondo dan juga pernah memenangkan perlombaan badminton tunggal tinggal nasional waktu SMA. Orang tua Mira yang merupakan seorang TNI angkatan darat yang memiliki sikap yang tegas membuatnya menjadi kepribadian yang ceria, dan disiplin namun juga sangat waspada pada sekitarnya.
"wahwahwah .... Bella udah Dateng ternyata"ucap lawan Mira
Ia menggunakan nama samaran ketika balapan dan juga menggunakan masker agar tak ada satupun yang mengenalinya karena ia takut jika sang Abi tahu bisa-bisa motornya dijual dan akan susah untuk keluar dari rumah saat malam hari.
" iya bos... sikat aja bos kalahkan dia itu" ucap teman dari lawan Mira
" tenang aja kalau gue menang gue mau dia buka maskernya karena gue tahu dia itu cantik terlihat dari matanya itu" tersenyum dengan maksud yang sulit diartikan
Bersedia ... siap.... mulai ......
Mereka melajukan dengan kecepatan tinggi terdapat 6 peserta yang ikut balapan itu dan Mira salah satunya, tak ada kata kalah bagi Mira ia akan memenangkan perlombaan itu dengan semampunya.
Terjadi kejar-kejaran antara peserta yang lainya namun Mira berhasil mendahului mereka dan sampai ke tempat finis lebih dulu.
"yahhh bos kalah gimana mau lihat muka tuh cewek"kesal anak buah salah satu pembalap yang ikut
Mira menang dan langsung pulang tanpa mengambil uang yang ia dapatkan dari perlombaan itu tanpa ada yang mengetahui identitas dirinya, Ia sengaja memakai nama samaran takut jika sang Abi tahu.mira pulang ke rumahnya dengan pelan-pelan takut orang tuanya tahu ia pulang jam 2 dini hari , Mira menelpon mbok nah untuk membuka pintu untuknya.
" non kok pulang jam segini non nanti bapak marah Lo" ucap bik nah takut majikanya tahu jika putri semata wayangnya itu berkeliaran tanpa sepengetahuannya
"mbok nah jangan bilang-bilang ya mbok"ucap Mira masuk ke dalam rumahnya yang sudah ada abinya berdiri didekat ruang keluarga
"dari mana kamu" tanya Abi Boby
" kok mbok gak bilang sih"bisik Mira
"kan udah mbok bilang tadi non "
"mbok gak bilang apa-apa"
Boby sudah tahu jika Mira sering keluar tanpa sepengetahuannya dan pulang di atas jam 12 malam ia sengaja menunggu Mira pulang karena ingin mempergokinya sendiri.
Ia mengancam mbok nah akan dipecat jika tidak memberitahu apa yang sering dilakukan putrinya itu karena sudah 2 malam ia mengecek dan tidak ada Mira didalam kamar.
"maaf non mbok takut sama bapak jadi mbok ceritakan semuanya termasuk soal balapan yang sering non lakukan" ucap mbok nah menunduk takut dengan tatapan majikannya itu .Mbok nah sudah 4 tahun bekerja bersama keluarga Mira sehingga wajar saja jika ia cukup dekat dengan mbok nah.
__ADS_1
"ya sudah mbok gak papa palingan juga Mira kena marah "lirih Mira takut pada abinya yang jika mengatakan A maka akan A susah untuk mengubahnya.
"Abi tanya sekali lagi dari mana kamu" tegas sang Abi
"habis balapan Bu"Jawab Mira menunduk
"Saya permisi dulu tuan " ucap mbok nah pergi ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya
"ikut Abi sekarang ke kamar kamu"
Mira tak menjawab ia hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh abinya itu. sampai dikamar Mira diserbu oleh banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh sang Abi padanya.
"mulai sekarang motor berada dalam pengawasan Abi ,kalau sudah pulang kerja Langsung kasih tahu Abi dan Jika ingin pergi ke mana pun kamu harus lapor" ucap Abi boby
"tapi bi"
"gak ada tapi tapian Yang ada hanya mengikuti semua Yang Abi perintah" ucap Abi Boby
mengambil kunci motor milik Mira
"terus mbak kalau pergi naik apa bi"tanya Mira
"tapi bi "
"motor milik Abi sekarang jadi jangan pakai tanpa seizin Abi paham" ucap Abi Boby tegas
"iya bi" Mira hanya menunduk takut pada sang Abi bila sudah marah
"bi berarti mbak kemana-mana pakai mobil dong "
"iya "jawab Abi Boby singkat
"mana bisa bi itu motor itu mbak beli pakai uang mbak sendiri"ucap Mira tak terima
"uang jajan mbak waktu sekolah kan , berarti uang Abi juga dong yang dipakai berarti itu juga milik Abi mbak" ucap Abi Boby
"Abi jangan gitu dong bi plisss" Mira menyatukan tangannya didepan dada meminta abinya kasihan pada dirinya namun salah pendiriannya masih kokoh ternyata
__ADS_1
"Abi ngantuk mau tidur , besok Minggu gak ke kantor kan "
"enggak bi "
"hukumannya besok gak boleh keluar rumah dan harus hatam 1 juz Alquran besok kalo gak mbak gak usah kerja lagi" ancam Abi Boby
"iya bi mbak ikuti semua hukuman Abi tapi jangan berhenti kerja ya Bi"
"kita lihat besok" ucap Abi Boby pergi ke kamarnya utuk istirahat.
Sesuai dengan hukuman yang didapat Mira melakukan semua hukuman yang diberikan oleh abinya karena hari Minggu dan libur kantor Mira tak diizinkan untuk keluar rumah sama sekali meski hanya izin untuk ke toko untuk membeli keperluannya Meski dikurung dirumah Mira tak merasa bosan ia malah asik dengan menonton balapan motor di televisi.
tok....tok .....tok ....
"mbak maka dulu yuk"ajak umi rena
Ia tahu jika putrinya itu mendapat hukuman dari abinya karena melanggar aturan.
"bentar mi mbak sholat Dzuhur dulu ya nanti mbak turun" teriak Mira dari dalam kamar
"ya udah umi sama Abi tunggu dimeja makan jangan lama-lama" ucap umi rena
"siap "
"Abi besok katanya Lia mau kesini ya" tanya Mira yang baru datang
"iya Lia bakal pulang ke sini "jawab Abi Boby
" yes akhirnya punya temen lagi"
"kenapa kalau Lia pulang kamu seneng"
"karena kita punya hobi yang sama dan umur yang sama plus kita kompak" kekeh Mira
"awas aja kalau macam-macam akan dapat hukuman yang belum kalian tahu " ancam Abi Boby
"iya bi enggak akan"
__ADS_1
Lia sepupu mira yang dibesarkan oleh orang tuanya dan bersekolah di Yogyakarta ia sempat menunda 1tahun kuliah untuk bekerja karena tak ingin merepotkan orang tua Mira namun Abi Boby tak ingin jika lia tak melanjutkan sekolah hanya karena memikirkan biaya karena ia sudah menganggap lia seperti anaknya sendiri.
Orang tua Lia meninggal saat ia berusia 6 tahun karena pesawat yang ditumpangi oleh orang tuanya mengalami kecelakaan ketika menuju Kalimantan untuk bekerja disana orang tuanya dipindah tugaskan disana , ayah lia sama seperti Abi Boby seorang tentara saat akan menjemput lia dan mengurus semua kepindahan mereka namun takdir berkata lain sehingga mengakibatkan kecelakaan, semenjak saat itu pula Abi Boby merawat anak adiknya tersebut.