
Setelah pernikahan Siska dan Raka selesai Farhan mengantar pulang Mira ,mereka sangat cepat akrab karena sifat mereka yang memang mudah bergaul. Mira anak tunggal dan tinggal bersama kedua orang tuanya sang Abi merupakan seorang tentara angkatan darat dan sang umi seorang guru SD.
"terimakasih calon suami"ucap Mira menggoda Farhan lalu mengedipkan matanya
"iya sama-sama calonku " jawab Farhan tersenyum kecut
"buset dah yang bener atuh" ucap Mira belum keluar dari mobil Farhan
" cepetan gak keluar atau gue yang keluar"ancam Farhan
"gak kebalik pak" ucap Mira tertawa terbahak bahak
"kalo yang punya mobil ngusir itu udah biasa tapi kalau yang punya mobil mengusir diri sendiri itu baru beda"ucap Farhan
"ada-ada aja sih bapak " ucap Mira
" ya udah turun Sono gue mau pulang"perintah Farhan
"siap pak "
"bapak lu apa gue ,masih muda gini tampan lagi panggil AA Farhan"ucap Farhan
"ogahh Lo itu udah tua pak liat aja sendiri"ucap Mira menggoda Farhan
"awas Lo ya keluar Sono tahu tadi gue gak mau anter lu karena perintah adik ipar gue tuh"ucap Farhan sinis menatap Mira
" buset dah perasaan kakak ipar deh kan kak Faiz lebih tua berapa bulan dah" jelas Mira
"bodo amat sama aja "lanjut Farhan
"ya udah terimakasih ya kak , hati-hati dijalan dan sampai jumpa" ucap Mira keluar dari mobil Farhan lalu melambaikan tangan.
Diperusahaan Wiranata ,Diki sekretaris Faiz diangkat menjadi direktur keuangan perusahaan menggantikan pak Adit yang sudah pensiun ia diangkat menjadi direktur keuangan bukan tanpa sebab Faiz mengenal Diki dengan sangat baik ia berkuliah di Australia mendapatkan beasiswa dan menjadi lulusan terbaik dari Indonesia yang mendapatkan beasiswa, Faiz dan Farhan berteman dengan Diki sehingga ia tahu betul bagaimana potensi Diki untuk kedepannya bagi perusahaannya.
Papa Diki meninggal dunia karena sakit dan ia merupakan anak tunggal dan menjadi tulang punggung keluarga.
"udah pulang nak" tanya mama nana ibunya Diki pada putranya yang baru pulang dari pernikahan sahabat temannya sekaligus bosnya
"udah ma ,mama udah makan" tanya balik Diki
"udah sayang, nak kapan kamu mau temuin mama sama calon mantu"tanya mama nana dengan berharap Diki sudah menemukan pendamping
"nanti ya ma Diki masih cari wanita yang cocok untuk Diki mama doakan saja semoga secepatnya"jawab Diki
"selalu sayang, kamu bersih-bersih sana habis itu sholat Dzuhur"ujar mama nana
"oke ma Diki ke atas dulu" ucap Diki naik ke kamarnya
__ADS_1
Diki memiliki kepribadian yang hampir mirip dengan Raka dan Faiz hanya saja ia tidak terlalu dingin dan masih bisa diajak bercanda berbeda dengan Raka dan Faiz pasti akan memasang muak dinginnya pada orang yang tidak mereka suka.
Mira jalan sore bersama umi rena dan abi Boby
orang tuanya di sebuah supermarket untuk belanja kebutuhan mereka.
"Abi ,Mira mau ambil keperluan Mira dulu ya bi"ucap Mira
"iya sayang jangan lama ya "jawab Abi Boby yang sangat menyayangi putrinya itu bahkan jika ada yang berani mendekati bahkan menyakiti putri nya ia tak segan-segan menghajar orang tersebut.
Saat Mira sudah mengambil keperluannya ia tak sengaja menabrak seseorang pria yang sedang ada dibelakangnya.
"astagfirullah maaf mas saya gak sengaja"ucap Mira menoleh sebentar lalu mengambil barang-barang yang terjatuh
" iya mbak gak papa saya juga minta maaf gak liat tadi" ucap orang tersebut memberikan barang yang jatuh pada Mira
Buset ganteng juga nih orang
gumam Mira menatap Diki
Diki memiliki paras yang cukup tampan berkulit putih, mancung, tinggi 182, memiliki bulu mata yang lentik sehingga menambah ketampanannya.
"maaf ya mas sekali lagi saya permisi" ucap Mira mengambil barang miliknya dari Diki
"udah nak" tanya Abi Boby ketika Mira datang
"masih milih bumbu dapur "ujar Abi Boby
"loh calon suami kenapa disini" ucap Mira menyapa Farhan menuju kearahnya
"calon suami siapa"tanya Abi Boby bingung
"assalamualaikum om, Mira" sapa Farhan bersama Gita
" waalaikumussalam " jawab Abi dan Mira bersamaan
"kenalkan bi ini kak Farhan dan ini Gita adiknya , yang mbak maksud calon suami itu cuman candaan aja bi" ucap Mira mengenalkan Farhan dan Gita
"salam kenal om saya adik ipar Faiz dan Arin jadi maklum om kalau ketemu Mira suka ngomong ngaur " jelas Farhan tak ingin ada kesalahpahaman
" iya putri saya ini memang suka aneh-aneh"sambung Abi Boby
"astagfirullah Abi kok gitu sih sama wanita cantik kayak mbak" tak terima Mira dengan muka kesalnya
"mbak Mira mau temenin Gita gak buat beli buah soalnya Gita gak tahu yang mana yang bagus " ucap Gita
"boleh dong zeyang apa sih yang enggak untuk kamu my love" ucap Mira tersenyum manis
__ADS_1
"bi mbak temenin Gita dulu ya "izin Mira pada abinya
"iya sayang"
"mbak lucu deh sama kayak mbak Arin" jujur Gita
Mira memang cepat akrab dengan orang yang baru ia kenal sehingga ia banyak mengenal orang-orang yang memiliki profesi yang berbeda dan umur yang cukup jauh terkadang ia juga akan berusaha menjadi teman atau juga menjadi musuh pada orang yang suka bersikap aneh padanya.
" masa sih.... kamu lebih lucu" ucap Mira
"mau beli buah apa ya"
"mangga, jeruk sama pisang mbak "
"ya udah mbak pilihin deh" ucap Mira
"ok Gita percaya kalau mbak-mbak Gita yang pilih pasti bagus" puji Gita
"bisa aja kamu" ucap Mira
Setelah berbelanja keperluan rumah dan membeli keperluannya sendiri Mira pulang bersama Abi dan uminya.
" mbak Abi ada teka teki kalau mbak bisa jawab akan Abi belikan makanan apapun yang mbak mau" tantang Abi Boby
"bener yah bi awas bohong"
" mana ada Abi suka bohong Yang ada mbak sering kibulin Abi" ucap Abi Boby
Umi rena hanya tersenyum mendengar percakapan anak dan bapak tersebut.
"cepetan bi apa teka tekinya " ucap Mira tak sabar
"Nembaknya ke lantai tapi yang kena hidung, tahu nggak apa?" ucap Abi Boby
" apa ya mi... , kok mbak baru denger bantuin mikir dong mi " pinta Mira pada sang umi
"eeh mana bisa curang kalau umi yang bantuin" tak terima Abi Boby
"iih Abi pelit"
"apa ya bi mbak gak tahu bi nyerah deh" ucap Mira menyerah karena tak tahu jawabannya
"nyerah yah , jawabannya iyalah........... kentut..... wahahahaha " ucap Abi Boby tertawa terbahak bahak
" astagfirullah Abi jorok banget sih ihhhhh " kesal Mira
"Abi ada-ada aja " ucap umi rena memukul pelan lengan suaminya
__ADS_1