
Hari ini pernikahan Arin dan Faiz semua keluarga sudah berkumpul untuk melakukan ijab Qabul. pernikahan Arin dan Faiz cukup mewah terlihat elegan.
SAH
SAH
SAH
Faiz mengucapkan ijab Qabul dengan satu kali tarikan nafas dan lugas membuat semua yang ada disana tersenyum bahagia karena mereka telah menjadi satu keluarga.
Arin yang berada diruang tunggu bersama dengan bunda dan kakak iparnya terharu mendengar ucapan Faiz yang lantang dalam satu kali tarikan nafas membuat bunda Laras merasa bahagia.
" Kau resmi memiliki suami dek" ucap bunda memeluk Arin
" terimakasih bunda sudah membesarkan Adek sekarang Adek sudah ada yang punya bunda" ucap Arin menangis sambil memeluk bunda Laras
"jangan nangis dek nanti make up nya luntur" ucap mbak Rina
" iya mbak " jawab Arin
Mami elin datang ke ruang tunggu Arin untuk menjemput menantunya itu.
"ayo nak turun suami mu sudah menunggu" ucap mami elin menggandeng tangan Arin
Arin turun dari ruang tunggu menuju ke arah Faiz. semua mata tertuju pada Arin cantik itulah yang diucapkan mereka. Arin langsung mencium tangan sang suami dan mendapatkan kecupan di dahinya.
" silahkan kepada pengantin untuk memasang kan cincinnya" ucap pak penghulu
Setelah pemasangan cincin mereka langsung mengganti pakaian untuk melanjutkan ke acara resepsi yang suah disiapkan oleh mami elind am bunda Laras.
"selamat ya Rin semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah " ucap Karin dan mira
" makasih " ucap Arin ingin menangis
"luntur nanti tuh make up" goda Mira
"apaan sih Lo" ucap Karin memukul lengan Mira pelan
"oh ya selamat ya kak Faiz , salam kenal kami sahabat Arin , Karin dan mira" ucap Mira memperkenalkan dirinya dan Karin kepada Faiz
"salam kenal saya Faiz"ucap Faiz pada Mira sembari tersenyum
Selesai mereka bersalaman dengan Arin dan Faiz ,Mira mengajak Karin untuk makan namun Karin malah terhenti saat seorang pria berada tepat dihadapannya.
" maaf permisi mas kita mau lewat" ucap Mira tak tahu jika Karin sudah bertunangan
" saya mau bicara dengan tunangan saya " ucap pria itu tak lain dan tak bukan adalah Arka
"siapa yang anda maksud" tanya Mira bingung
__ADS_1
"Karin adalah tunangan saya" ucap Arka langsung menarik tangan Karin untuk mengikutinya. Mira terdiam mengetahui hal tersebut.
Lo harus ceritakan sama gue semuanya nanti rin
" ada apa mas"tanya Karin pada Raka
" saya ingin kamu disini sama saya " ucap Raka dingin
" Karin mau sama Mira aja" ucap Karin ingin pergi meninggalkan Raka namun tangannya ditarik oleh Raka
"saya bilang disini Karin" ucap Raka tegas tak ingin dibantah, Karin terpaksa menuruti perintah Raka
Arin terlihat sangat canggung berbeda dengan Faiz yang terlihat santai saja bahkan ia menggenggam tangan Arin dari tadi.
Acara selesai mereka semua pulang ke rumah masing-masing , Faiz dan Arin pulang ke rumah ayah dan bunda Arin untuk menginap karena disuruh ayah Satya.
" Arin ke kamar dulu ya Bun" ucap Arin yang baru datang karena sudah gerah dan ingin membersihkan dirinya
" iya sayang "ucap bunda Laras
" suami mu mana dek" tanya mbak Rina yang sedang menggendong Aidan
" didepan mbak lagi ngobrol sama ayah dan bang Aska"jawab Arin berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai 2
Setelah selesai mandi Arin turun ke bawah sambil menunggu azan Maghrib.
"bunda " teriak Arin
Arin tak menghiraukan ucapan sang Abang ia malah menatap Aska dengan tajam
" maaf ya nak Faiz , Arin emang begitu " ucap ayah Satya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu
Arin dan Faiz didalam kamar untuk melakukan sholat Maghrib berjamaah , suasana yang canggung sangat terasa.
" Arin sholat Maghrib jamaah " ajak Faiz
" iya sebentar pak" ucap Arin
Mereka melakukan sholat Maghrib setelah selesai Faiz memberikan tangannya pada Arin untuk dicium ,Arin yang mengerti langsung mencium tangan Faiz lalu mencium kening Arin . Arin terdiam mendapatkan perlakuan dari Faiz yang menurutnya akan sangat canggung jika dilakukan oleh orang yang menikah tanpa mengenal sebelumnya.
Faiz turun terlebih dahulu menuju ruang makan karena sudah diajak ayah Satya .
Arin turun dan langsung menuju meja makan
ia duduk disebelah Faiz.Tanpa harus disuruh Arin mengambilkan makanan untuk Faiz.
"mau yang mana pak lauknya" bisik Arin pada Faiz
"ayam , soto sama sambel" ucap Faiz berbisik pada Arin
__ADS_1
melihat pengantin baru yang sedang berbisik membuat semua yang ada dimeja makan memandang ke arah mereka
"kenapa kok ngeliatin Arin kayak gitu" tanya Arin
" enggak kok " jawab bunda Laras
tersenyum karena putrinya sudah mengerti sedikit akan tugasnya
selesai makan mereka duduk di ruang keluarga tak lama berselang ada teriakan yang sangat Arin kenal memanggil namanya
" mama alinnn......." teriak Hariss yang baru datang ,mereka semua melirik ke arah suara yang begitu keras itu
" kenapa nak" tanya Arin melihat Hariss berlari memanggil namanya
" alisss angen maaaa...." celoteh Hariss yang berumur 2 tahun itu memeluk Arin
" mama juga kangen sama anak mama yang embul ini" ucap Arin mencium pipi Hariss membuat dia tertawa geli
" maaf yah telat tadi macet "ucap Fauzan
" iya gak papa , oh ya kalian nginep sini kan" tanya ayah Satya
"iya yah "jawab Fauzan
" ma om ini ciapa"tanya Hariss menunjuk Faiz
Arin menoleh dan tak sengaja pandangan mereka bertemu dengan cepat Arin mengalihkan pandangannya
"papa Faiz" jawab Arin membuat sang punya nama tersenyum
" hyyy papa aizz " sapa Hariss dan turun dari pangkuan Arin dan duduk di pangkuan Faiz
" papa aizz anteng" ucap Hariss membuat semua orang tertawa
Faiz memang tampan memiliki hidung mancung kulit putih bersih memiliki tinggi 184 cm dan bulu mata lentik.
" kamu bisa aja hariss tahu mana yang ganteng" kekeh umi Rissa membuat sang suami merasa tersaingi
"enggak mas ku sayang cuman bercanda" rissa berusaha menenangkan sang suami yang cemburu
Jam menunjukan jam setengah 10 mereka pergi menuju kamar masing-masing untuk istirahat.
" ma aliss mau idur Ama mama"ucap Hariss
"hariss tidur sama umi dong nak " ucap Rissa tak ingin mengganggu malam pertama pengantin baru
" enggak mau mi aliss mau Ama mama alinn"ucap Hariss mengeratkan pelukannya pada Arin. Arin menatap Faiz meminta izin untuk hariss tidur dikamarnya dan mendapatkan anggukan dari Faiz yang artinya setuju.
"enggak apa-apa mbak biar hariss sama kita aja" ucap Faiz
__ADS_1
"ya sudah kalau begitu maff ya mengganggu kalian " ucap Rissa merasa tak enak hati
" gak papa mbak ". jawab Hariss