
Pagi ini dan seperti pagi sebelumnyaa sunyi sepi dengan pikiran masing-masing ketika sarapan.
**
Di dalam mobil dalam perjalanan menuju kantornya, Damar masih saja teringat akan Naya. Akibat kegalauan hatinya Damar dengan sengaja mengemudikan mobilnya ke kediaman Naya.
Damar menghentikan mobilnya beberapa meter sebelum rumah Naya. Tanpa kata Damar terus menatap rumah ber cat putih dengan pagar kayu berwarna coklat itu.
Tampak dari kejauhan Naya tengah menyiram tanaman di halaman depan rumahnya.
" Cantik" gumam Damar pada dirinya sendiri yang sedari tadi mengamati Naya dari kejauhann.
Kali ini Damar dalam kondisi bimbang, ntah kenapa dia sudah mulai merindukan Naya sampai sepagi ini dia sudah melajukan mobilnya kemari hanya untuk tau kabarnya.
Namun tidak ada keberanian pada diri Damar sehingga ia lebih memilih meninggalkan rumah Naya sesaat setelah melihat naya masuk kembali.
**
" Buuu, Naya pamit yaa mau ke kampus" ucap Naya di ambang pintu dapur rumahnya sembari menatap sang ibu yang tengah sibuk memasak.
" Tumben kamu ke kampus, mau bimbingan?" tanya ibu yang kemudian menoleh ke arah Naya.
"Engga bu, mau ngerjaiin tugas sama sari aja hehe, ya udahh yaa Naya pamit, assalamualaikum" jawab Naya sembari mencium pipi ibunya dan berlalu pergi.
__ADS_1
" Ehhh Nayyy tunggu sebentar" kejar ibu menyusul Naya yang sudahh ada di depan pintu keluar.
" Ada apa bu?"
" Nanti pulangnya jangan kesorean yaa, ibu mau minta tolong anterin makanan ke rumah tante Rita"
" Iya buu, insyaallah aku ga sampe sore kok"
**
Setibanya di kampus Naya segera memarkirkan motornya dan mengambil beberapa barang bawaannya. Belum sempat ia turun dari motornya di sebelah kiri ada laki-laki yang juga memarkirkan motornya.
Naya sesaat tertegun memperhatikan siapa yang ada di sebelahnya kini karna merasa familiar dengan si pengendara.
Setelah melepas helm yang dikenakan Rama langsung mengambil setangkai bunga mawar yang di selipkan di tasnya kemudian diberikan pada Naya yang masih tertegun menatap Rama.
" Ishh paan sihh, lebayy deh" ucap Naya seraya pergi meninggalkan Rama.
Dengan segera Rama mengusul Naya dan mengiringi langkahnya.
" Jutek amat sih pagi-pagi"
" Biarin" jawab Naya singkat.
__ADS_1
" Ini lhoo udah tak beliin bunga, terima kenapa sihh. Hargai dong usahaku yang pagi-pagi udah nyariin bunga buat kamu" celoteh Rama yang masih berusaha mengejar langkah Naya.
" Emang aku minta dibeliin bunga, engga kan"
" Ayo lahh Nayy, anggap aja salam perkenalan dariku" pinta rama yang kemudian berdiri di depan mencegah Naya yang terus berjalan.
" Okee, aku trima, makasih" ucap Naya sembari mengambil setangkai mawar dari tangan Rama kemudian berlalu pergi masuk ke dalam perpustakaan.
" Yesss yesss yesss, huhhh akhrinyaa ada kemajuan. Se engganya hari ini dia udah nerima bunga ku, dan nanti dia akan nerima hatiku" ucap Rama bahagia karna bunganya di terima oleh Naya.
Sedangkan di dalam perpustakaan Naya jadi tidak konsen mengerjakan tugasnya dan terus menatap mawar di hadapannya.
" Laki-laki yang lucu" gumam Naya sendiri.
Sari yang mendengar ucapan Naya jadi mengurungkan niatnya untuk menyapa Naya dan justru memilih mengejutkannyanya.
" Hayoooo siapa yang lucu" sentak Sari mengagetkan Naya dari lamunannya yang kemudian duduk di hadapan Naya.
" Apaan sihh, siapa jugaa yang lucu" bantah Naya.
" Ohhh....jadi ga ngaku nihh sekarang"
" Ehmmm Sarr, aku mau cerita sesuatu sama kamu"
__ADS_1
.............
*** Bersambung ***