Penghianatan Cinta Naya

Penghianatan Cinta Naya
EPS#6


__ADS_3

Naya di kagetkan dengan suara yang muncul di belakangnya dan seketika menoleh.


" Kamuuu"


" Awas minggir!!" ucap Rama yang kemudian mengeluarkan motor Naya dari parkiran yang sempit tadi.


Refleks Naya memberikan uang parkir sebesar 2000 rupiah pada rama setelah motornya berhasil di keluarkan dari himpitan motor lain.


" Emang tampang gua kek tukang parkir apa !!" ucap Rama kesal karna melihat uluran uang 2000an dari Naya.


" Ya maaf, aku kira kamu tukang parkir disini" ucap Naya seraya memasukkan uangnya karena merasa malu akan tindakannya.


" Enak ajaa gue dibilang tukang parkir. tadi gue liat lo kesusahan ngeluarin motor, makannya gue bantu"


" Ehhh iyaa maaf, makasih kalo gitu udah bantu aku"


" Enak ajaa, ga gratis tau"


" Hahh, teruss? tadi aku kasi uang ga mau!!" dengus Naya merasa kesal.


" Yaa masak kang parkir ganteng dan kece gini kamu kasi 2000 an" jawab Rama sembari menyisir rambutnya kebelakang dengan jari tangannya.


" Idihhh sok ganteng banget sihh, teruss mau di bayar berapa?"

__ADS_1


" Bayar pake nomer hp lo dong"


" Hahhhh!!!" Naya mendadak syok karena mendengar permintaan Rama.


" Udahh buruan mana nomer hp lo"


" Iyaa iyaa, nihhh" ucap Naya sembari menunjukan ponselnya ke Rama. " Bisa baca sendiri kan!!"


" Galakk amat neng jadi cewe, tapi gapapa guee suka kok sama yang galak gini. hahaha"


" Huh dasar"


" Nanti malem aku telfon yaa, byeee cantikk" Rama pun berlalu meninggalkan Naya. Naya pun kemudian bergegas meninggalkan parkiran untuk menjemput ibunya kemudian pulang kerumah.


**


" Kayak mau ketemu presiden ajaa pake dandan" dengus Naya yang dari awal sudah tidak suka dengan acara malam ini.


**


Malam harinya di kediaman Naya, Damar dan sang Mama datang bertamu. Ibu Naya yang selepas isya sudah menunggu kedatangan mereka pun menyambutnya dengan sangat senang ditemani bapak yang juga berusaha hangat menyambut mereka.


" Assalamualaikum dikk" sapa ibu Damar diambang pintu rumah Naya

__ADS_1


" Waalaikumsalam mbaa, alhamdulillah tamu yang ditunggu sudah sampai. marii masukk mbaa di gubuk kami" ucap ibu Naya sembari mempersilahkan Damar dan mamanya masuk.


" Terimakasih dikk,maafkan kami karna merepotkan dik Linda karna kedatangan kami kemari"


" Tidakk ada yang repot mbaa, saya senang bisa menyambung silaturahmi dengan mba dan keluarga"


" Ya sudahh ayoo masuk, masa sedari tadi ngobrolnya di depan pintu" ucap bapak yang sudah mulai lelah berdiri.


" Ohh iyaa pakk, bu, kenalkan ini Damar anak semata wayang saya" ucap bu Rita kepada bapak dan ibu Naya.


" Damar om, tante" sapa Damar sembari mencium kedua punggung tangan bapak dan ibu Naya.


" Marii silahkan duduk mbaa Rita dan nak Damar"


" Owhh iyaa dikk, putri dik Linda mana? kok ndak keliatan dari tadi?" tanya mama kepada ibu Naya yang penasaran akan keberadaan Naya.


" Maaf yaa mbaa, lagi saya minta membuatkan minuman untuk mbaa Rita dan Damar di dapur, sebentar lagi pasti keluar" jawab bu Linda seraya menepuk pelan punggung tangan bu Rita. " Nahh itu yang di bicarakan teruss keluar"


Naya pun meletakkan cangkir minuman di meja setelah itu mencium punggung tangan bu Rita. Yaa memang Naya sudahh sering bertemu dengan Rita saat pengajian dengan ibunya. Namun tidak dengan Damar, Naya terkejut saat mengetahui priaa yang duduk dengan bu Rita kali ini adalah pria yang hampir menabraknya tempo hari.


Naya pun mengulurkan tangan kepada Damar sembari memperkenalkan diri " Naya" ucap Naya singkat yang di balas oleh Damar dengan senyuman


.............

__ADS_1


*** Bersambung ***


__ADS_2