Penghianatan Cinta Naya

Penghianatan Cinta Naya
EPS#16


__ADS_3

Naya sempat tersipu mendapat ungkapan yang cukup membuat paginya gembira...namun iaa masih saja bingung siapa yang mengirimkan bunga-bunga itu.


Siang ini Naya ada janji bertemu dosen pembimbing skripsinya. Setelah selesai melakukan bimbingan Naya segera melangkahkkan kakinya untuk pulang.


Saat berjalan menuju parkiran tempat ia memarkirkan motornya, tiba-tiba ada seseorang yang mensejajari langkah kakinya.


Naya menengok ke arah orang tersebut sekilas tanpa berkata apapun kemudian kembali fokua pada arah jalannya.


" Kamu dah terima bungaku pagi tadi Nay?" Ucap Rama mencoba memulai percakapan.


Naya merasa tersentak karna yang mengirimkan bunga untuknya tadi pagi adalah Rama. Seketika ia menghentikan langkah kakinya dan menatap punggung Rama yang sudah sedikit ada di depannya.


Rama pun menghentikan langkahnya dan memutar badannya menghadap Naya.


" Jadii yang ngirim bunga tadi pagi kamu?" Tanya Naya dengan Nada penasaran.


" Iyaa, emang ada lagi yang ngirim bunga ke kamu tadi pagi selain aku?"


" Dari mana kamu tau alamat rumahku?" Serbu Naya dengan berbagai pertanyaan difikirannya.


" Dari temenmu"


" Temen?"


" Iyaa" jawab Rama singkat.


" Siapaaa maksud pertanyaanku tadi?"

__ADS_1


" Ga penting.... udahh yaa sekarang mending kamu pulang, kayaknyaa sihh mau ujannn bentar lagi"


Yaaah memang bulan ini adalan musing penghujan, sehingga hampir tiap siang menjelang sore pasti akan turun hujan.


Naya pun memutuskan untuk menuruti perkataan Rama dan berlalu meninggalkan Rama untuk segera pulang ke rumah.


**


Selepas sholat maghrib Naya bersiap karna ia ingat dengan janjinya untuk nonton dengan Damar.


Iaa cukup lama menunggu sampai waktu isya tiba. Akhirnyaa Naya memutuskan untuk menunaikan ibadah sholatnya dahulu.


Setelah selesai sholat Damar belum juga muncul di rumahnya. "Apa dia lupa dengan janjinya kemarin" batin Naya dalam hatinya.


Tidak mau ambil pusing Naya pun memutuskan kembali ke kamarnya dan menunggu sambil bermain sosial media di ponsel miliknya.


Namun rasa kecewanya berusaha terus iaa sanggah, iaa mencoba berfikir positif bahwa Damar sedang ada banyak pekerjaan sehingga ia masih sibuk dan belum sempat mengajak nonton Naya.


Ketika Naya akan melepas atribut yang sudah ia kenakan sedari tadi, ponselnya berdering.


Iaa berharap itu adalah Damar, tapi bagaimana bisa itu Damar kalau mereka saja belum pernah bertukar nomor ponsel sebelumnya.


Dengan malas Naya melihat panggilan di ponsel miliknya.


" Sari?" ucap Naya bingung karna yang menelfonnya adalah Sari.


Segera Naya menjawab panggilan telfon dari Sari.

__ADS_1


" Assalamualaikum" ucap Naya


" Waalaikumsalam....Nayyyy kamu haruss liat yang aku temui barusan" ucap Sari tergesaa-gesaa.


" Apasihhh"


" Udahh buruan buka wa ku"


" Iyaa iyaaa" Naya pun membuka pedan whatsapp dari Sari.


Betapa terkejutnya Naya mendapati foto yang dikirimkan oleh Sari adalah foto Damar yang sedang merangkul wanita.


Nampak dari foto itu mereka akan meninggalkan hotel dan masih menginjakkan kaki di depan loby hotel.


Seketika Naya bertanya pada Sari.


" Ini foto kapan?"tanya Naya pada Sari karena terkejut dengan apa yg baru saja ia lihat.


" Baru ajaa Nayaa... ini aku masih di hotel buat penelitian"


Air mata Naya menetes dengan sendirinya. iaa tak menyangka bahwa Damar dapat malakukan hal sedemikian.


Dalam hatinya iaa bersyukur kemarin sempat menunjukan foto yang ia ambil bersama Damar dan mama Rita keada Sari saat berkunjung kemarin, sehingga iaa dapat mengetahui hal semacam ini.


........


*** Bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2