
Suara pintu kamar di ketuk dan tidak lama seseorang masuk kedalam kamar Naya.
Naya yang baru menyadari ada seseorang sudah masuk ke dalam kamarnya kemudian menoleh, dan terlihatlah ibu yang sudah duduk di tepi ranjang tempat tidurnya.
"Nay, gimana bimbingan hari ini?" tanya sang ibu seraya mengelus kepala putrinya yang kini sudah beranjak dewasa.
" Alhamdulillah lancar bu, semoga saja Skripsi Naya cepet selesai ya bu. Doakan naya buu" balas naya sembari mendudukan badannya agar sejajar dengan ibunya.
"Ibu boleh bertanya sesuatu sama kamu Nay"
"Yaa bu, tanya aja"
"Ehmm, usiamu kan sekarang sudah 22 tahun, dan sebentar lagi kamu juga sudah menyelesaikan studimu"
Ibu terdiam sesaat menatap Naya. Naya pun menatap ibunya keheranan dengar pernyataan ibunya barusaja. Pasalnya selama ini ibu Naya tidak pernah berbicara demikian terhadap Naya.
" Ada laki-laki baik yang ingin mengenalmu nak" lanjut ibu Naya.
"Ehmm maksud ibu apa yaa bicara gitu ke Naya"
" Anak teman ibu belom menikah, ibunya kemarin meminta ibu untuk menjodohkan anaknya dengan mu"
"Buuuu.....Naya ga mau menikah karna perjodohan nantinya" keluh Naya pada ibunya.
"Ibu tidak akan langsung memaksamu menikah Nay...ibu hanya ingin kamu belajar mengenal anak teman ibu. Kalau nantinya kalian berjodoh yaa Alhamdulillah, tapi kalau tidak yaa ibu tidak akan memaksa"
" Nooo buuu, noooo. Naya ga mau buuuu"
__ADS_1
" Naya benar bu, urusan jodoh biar Naya sendiri yang menentukan" sahut Bapak dari depan kamar Naya yang sedari tadi berusaha menguping pembicaraan Ibu dan Naya.
" Tuhhh kan, bapak aja ga setujuuu" ucap Naya senang karna mendapat pembelaan dari Bapaknya.
"Hmmm ya sudahh dehhh, bapak sama anak sama saja" kesal ibu sembari berjalan keluar kamar Naya meninggalkan Naya di kamarnya.
"Ibuu ada-ada ajaa dehhh" Naya kembali merebahkan dirinya dan berusaha tidur karna merasa lelah.
**
Tak lama adzan ashar berkumandang dan membangunkan Naya.
" Ehmmm udahh sore, mandi ahhh gerahhh terus sholat" Naya berbicara pada dirinya sendiri.
Keluar kamar Naya bertemu Naila yang langsung menyambutnyaa dengan riang gembira.
" Mbaa Nayyy, ayo sepedaan. Nai pengen sepedaan" celoteh adik Naya.
Di dapur Naya bertemu Ibunyaa yang sedang membuatkan teh untuk ayah Naya.
" Udah bangun Nay"
" Udah buu, kenapa?"
" Nanti anter ibu ke pasar yaa, ibu pengen beli ikann terus buat pecel lele gitu"
" iyaa bu habiss Naya mandi dan sholat yaa" jawab Naya setelah menengguk air minumnya.
__ADS_1
" Iyaa, ibu tunggu di depan yaa"
" Iyaaaa ibuuukuu yang cantikk"
Naya kembali masuk ke kamarnya untuk mandi dan sholat. Setelah itu Naya mengambil kunci motor yang ia letakkan di meja sebelah pintu sambil berjalan keluar.
Di teras depan ayah Naya dan Ibunya sedang duduk berbincang sambil menikmati teh dan camilan.
Sesampainya di depan rumah Naya langsung duduk di depan meja ayah dan ibunya dan mengambil pisang goreng yang nampak lezat di hadapannya.
"Buu, jadi pergi engga"
"Jadi sayang, kamu makan dulu tuhh yang bener, baru kita jalan"
" Yukkk udahhh" jawab Naya sembari memasukkan seluruh pisang gorengnya yang masih lumayan besar kedalam mulutnya dan berdiri menaiki motornya.
**
Sesampainya di pasar Naya langsung mengekor ibunya. Yaa sepertii biasa Naya sebagai asisten pribadi ibunya harus siap membawakan barang belanjaan sang ibu selama berbelanja.
" Nayy, ini ibu kurang beli bumbu di toko ujung sana. Kamu ke motor aja taruh belanjaan sekalian susulin ibu terus kita pulang" titah sang ibu pada Naya.
" okee dehh buu" Naya pun berlalu meninggalkan ibunya berjalan ke tempat ia memarkirkan motornya.
Naya berjalan sembari mencari dan menginat dimana ia meletakkan motornya tadi sehingga tidak fokus ke jalan, dan tiba-tiba......
Tinn tinnnn tinnnn
__ADS_1
Naya dikagetkan dengan suara klakson yang begitu keras dari sebuah mobil yang hampir saja menabraknya.
*** Bersambung ***