Penghianatan Cinta Naya

Penghianatan Cinta Naya
EPS#11


__ADS_3

"Boleh juga pak Damar, muda dan kaya" batin Cinta setelah duduk di meja tepat sebelum ruang pribadi Damar.


" Ahhh dewa keberuntungan sedang ada di pihakku" ucap Cinta yang melihat berkas yang harus di tandatangani oleh Damar.


Cinta pun dengan segera mengetuk pintu ruang kerja Damar.


" Permisi pak, ini ada berkas yang harus di tandatangani oleh bapak" ucap Cinta dengan nada menggoda.


Damar yang sedang di sibukkan dengan banyak laporan pun mengangkat kepalanya dan menatap sekertaris barunya tadi.


" Letakkan saja di meja" perintah Damar.


" Saya letakkan di sini ya pak" ucap Cinta sembari meletakkan berkas ke hadapan Damar dan dengan sengaja membungkukkan badannya, sehingga kedua gunung kembarnya menyembul dari balik kemeja yang tidak di kancing bagian atasnya itu.


Cinta memang sengaja menggoda Damar untuk mendapat perhatiannya. namun sepertinya Damar tidak tertarik dengan pertunjukan semacam itu.


Setelah meletakkan berkasnya Cinta tak kunjung pergi meninggalkan Damar, namun masih mematung di tempatnya. Hal itu tentu mengganggu konsentrasi Damar.


" Ada perlu lain?" tanya Damar yang tidak suka akan keberadaan Cinta di hadapannya.


" Ehmm maaf pak, ini kan sudah hampir jam makan siang.....mungkin bapak mau saya temani makan siang"


" Boleh, nanti kamu temani saya makan di warung padang depan ya"

__ADS_1


" hahhh, warung padang......gue kira bakal di ajak makan di resto apa cafe mewah" gerutu Cinta dalam hati.


" Baikk pak, saya permisi ke luar" ucap Cinta sembari meninggalkan tempatnya berdiri.


**


Too Naya


Nayyy, tolong beliin nasi padang buat bapak yaa, bapak pengen makan nasi padang katanya. lauknya ikan aja seperti biasa.


Too ibu


Okeey buu, otw


" Okee dehh aku juga mauu pulangg"


Akhirnya merekapun pulang dengan tujuannya masing-masing.


Sesampainya di warung padang Naya melihat mobil yang cukup familiar di matanya. Dengan segera ia masuk karna ingin menyapa Damar.


Namun harapannya pupus seketika. ia melihat sosok Damar tengah makan berdua dengan seorang wanita yang cukup seksi dan mempesona.


"Ahhh mungkin cuma aku yang terlalu berharap cerita perjodohan ini indah seperti banyak kisah. hehe" gumam Naya lirih.

__ADS_1


Dengan segera Naya memesan makanan pesanan ibunya dan membayar karna tidak ingin berlama-lama menatap Damar yang tengah makan berdua dengan seorang wanita.


Tanpa sengaja tatapan Damar menatap seorang gadis bercala panjang dengan baju sepanjang lutut dengan jilbab cream nya. Damar menatap Naya yang berlalu meninggalkan warung padang itu setelah membayar pesanannya.


Dalam hati Damar ingin mengejar Naya yang berlalu, namun diaa juga dilema..." mungkin dia tidak tertarik padaku" batin Damar yang kembali manjatuhkan pandangannya pada sepiring nasi padang miliknya.


" Pakkk, bapak baik-baik saja?" Tanya Cinta yang menyadarkan lamunan Damar.


" Ohh iyaa saya baik...makannmu sudah selesai? kalo sudah ayo kita kembali ke kantor" ajakan Damar yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Cinta.


Mereka pun pergi meninggalkan warung padang tadi dan menuju kantor.


sesampainya di halapan depan kantor Damar segera turun dan melangkah masuk kedalam gedung milikknya tanpa menunggu Cinta. Jangankan menunggu, Damar mungkin lupa bahwa ia tadi pergi bersama Cinta. Karna yang ada di benaknya saat ini hanyalah Naya yang tadi dilihatnya.


**


Sedangkan di tempat yang lain Naya pun memikirkan Damar yang tadi siang ia lihat tengah makan siang dengan seorang perempuan. tentu hal itu menggoyahkan hati Naya.


" Ahhh apa mungkinn...." gumam Naya


...........


*** Bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2