
Damar memutuskan membawa Cinta untuk kembali ke rumahnya setelah ia merasa lebih baik.
sesampainya di halaman rumah Cinta ternyata sudah ada seorang ibu yang sudah cukup berumur tengah menunggu kedatangan Cinta sedari tadi.
" Terimakasih pak sudah mengantar saya, maaf merepotkan bapak" ucap Cinta yang hendak turun dari mobil Damar.
"Siapa wanita itu? Ibumu?" tanya Damar penasaran.
Cinta hanya menjawab dengan anggukan dan segera mengundurkan diri dari hadapan Damar.
Damar menyusul cinta dan masuk ke halaman rumahnya. ibu Cinta yang melihat Damar berjakan ke arah meraka lalu bertanya pada Cinta.
" Siapa dia cin" tanya ibu cinta sesaat setelah Damar sampai di hadapan mereka.
" Saya Damar bu, teman kerja Cinta di kantor" sapa Damar dengan penuh kesopanan. Sejak kecil Damar memang diajarkan sopan santun yang baik oleh kedua orang tuanya. sehingga tak heran jika dengan jabatannya yg setinggi ini dia pun tetap menghormati siapa saja yg ia temui.
" Owhh nak Damar...mari nakk silahkan masuk. maaf jadi merepotkan "
Damar pun menginjakkan kakinya ke dalam rumah kecil dan kini mendudukan dirinya di kursi tamu.
" Maaf bu tadi Cinta kurang enak badan sehingga saya antarkan ke dokter dulu"
__ADS_1
Cinta yang baru saja datang membawa nampan berisi teh untuk Damar sedikit was-was kalau sampai Damar mengatakan yang sejujurnya pada ibunya.
Namun sepertinya Damar tidak menyampaikan apa" kepada ibunya. Cinta menangkap raut wajah biasa saja dari ibunya.
" Yahhh jadi begitulah kehidupan kami nak Damar, ibu juga sudah tidak kuat bekerja...jadi yang harus menjadi tulang punggung keluarga adalah Cinta" cerita ibu Cinta panjang lebar mengenai kehidupan mereka.
Sebenarnya bukannya ibu Cinta hendak menceritakan kehidupannya agar mendapat belas kasihan. Namun Damar yang mencoba terus bertanya dan menggali pertanyaan sehingga membuat ibu Cinta menceritakan kehidupannya.
Damar merasa simpaty setelah mendengar semua cerita ibu Cinta. " Jadi selama ini dia berusaha menggodaku untuk mendapat uang agar ia bisa memenuhi kehidupannya dan ibunya" Batin Damar seraya melajukan mobilnya pulang.
Namun saat sampai di depan gerbang rumahnya ia teringat Naya.
Damar pun langsung memutar mobilnya untuk pergi ke rumah Naya tanpa melihat jam .
Sesampainnya Damar di depan rumah Naya iaa hanya memperhatikan rumah itu dari kejauhan. Ia baru melihat jam setelah menyadari bahwa rumah Naya nampak sangat sepi.
" Ternyata udah jam 12 malam" ucap Damar lirih karna merasa bersalah melupakan janjinya dengan Naya.
" Maafkan aku" Ucapnya lagi.
Kemudian Damar pergi meninggalkan kediaman Naya untuk pulang dan beristirahat. Ia berniat menemui Naya esok hari.
__ADS_1
**
Keesokan harinya Naya sudah berangkat pagi-pagi sekali untuk menemui Sari dan melakukan bimbingan.
Sesampainya di kampus ia segera menemui dosennya untuk melakukan bimbingan. Setelah selesai melakukan bimbingan Naya segera menghampiri Sari yang sudah menunggu di warung soto sekitaran kampus mereka.
" Gimana bimbinganmu?....lancar kan" tanya Sari pada Naya yang baru saja mendudukan dirinya di hadapan Sari.
" Alhamdulillah lancar...besok tinggal pengambilan data. Doain yaaa. ehhh kamu sendiri gimana beb?" tanya Naya.
" Yahhh gini, masih menikmati wkwk"
Saat tengah asik makan ada seorang anak yang datang menghampiri mereka dan membawakan setangkai bunga.
" Ini buat mbaa" kata anak itu sembari memberikan setangkai bunga kepada Naya.
" Buat mba? dari siapa dek?" Tanya Naya.
" Dari mas-mas yang di bawah pohon sana" Jawabnya sambil menunjuk seorang laki-laki yang sekarang tengah berpura-pura tidak memperhatikan mereka.
.........
__ADS_1
*** Bersambung ***