
" Hmm ya udahhh Damar kamu bantu Naya beres-beres yaaa, mama tunggu di ruang keluarga aja mau nonton film india kesukaan mama...Makasih yaa Naya udah ngrepotin kamu"
" Mass biar akuu ajaa yang beresin, mas damar nemenin tante aja di depan tv" pinta Naya seraya mengambil piring kotor dari tangan Damar.
Sebenarnya Naya tak tahan berdekatan lama dengan Damar. Hal itu dapat membuat jantungnya berdegup kencang seperti genderang mau perang.
Tapi ingatannya kembali pada sosok wanita seksi yang menemani Damar makan siang hari ini. Hal itu seketika membuat hatinya patah dan terkoyak.
Naya segera menghambur ke dapur untuk mencuci piring kotor sisa makan mereka tadi. Damar tentu tidak pergi meninggalkan Naya begitu saja.
Damar meraih lap meja yang ada di dapur, dan segera membereskan sisa makanan untuk di masukkan ke kulkas..kemudian ia dengan cekatan mengelap meja makan sembari memperhatikan Naya yang tengah mencuci piring kotor.
Karna hari sudah semakin malam Naya pamit undur diri kepada mama Rita namun terus saja di cegah. Rita beralasan dia kurang enak badan dan minta di pijit oleh Naya.
Damar sejujurnya tidak enak hati dengan permintaan mamanya, karna Damar dapat melakukan hal semacam itu, tidak perlu Naya yang melakukannya.
Jam sudah menunjukan pukul 9 malam lebih 10 menit dan mama Rita memaksa Damar untuk mengantarkan Naya pulang.
" Ga usah tante, Naya pulang sendiri aja...gapapa kok jalan kan masih rame jam segini"
__ADS_1
" Engga!!! mama ga mau kamu pulang sendiri... Damar kamu anter Naya pulang. motornya biar besok di anter orang ke rumahmu"
" Tapi tante" pinta Naya merasa tidak enak hati.
" Tante mohon, tante yang sudah membuat mu pulang selarut ini, jadi tante mohon kamu mau yaa dianter Damar. kalo sampe terjadi apa-apa sama kamu dijalan tante bakal ngerasa bersalah nanti" pinta Rita sembari memegang telapak tangan kanan Naya.
" Iyaa benar kata mama, ayoo ku antar pulang" Damar menimpali.
Yahhh Naya sudah tidak dapat mengelak lagi dan kini ia pasrah duduk berdua di dalam mobil dengan Damar.
Keduanya merasa canggung, dan Damar mencoba mencairkan suasana canggung keduanya.
" Ehmm engga kok mas, cuma di rumah"
" Kita nonton yuk" ucap Damar spontan tanpa dipikirkan sebelumnya.
Naya yang mendengar ucapannya pun nampak bingung dan menatap Damar tak percaya.
Damar pun tak kalah salah tingkah dengan ucapannya baru saja.
__ADS_1
" Ehmm....boleh mas, jam berapa?"
Tanya Naya berusaha memecah kesunyian akibat pernyataan yang terlontar dari bibir Damar.
Damar sebenarnya sangat senang karna ajakannya diterima, namun kali ini dia kembali bingung harus memberikan jawaban apa pada Naya. Karna se ingatnya dia ada jani bertemu beberapa koleganya esok hari.
" Sore yaa Nay, habis maghrib gimana?"
" Boleh mas"
Tak lama mobil Damar pun sampai di halaman rumah Naya. Damar ikut turun untuk menjelaskan pada kedua orangtua Naya perihal kepulangannya yang diantar Damar.
Sebenarnya ibu Naya sudah tauu, hanya saja ia pura-pura tidak tahu hehe.
Setelah berpamitan Damar meninggalkan kediaman Naya dan melajukan mobilnya ke rumah.
Damar pulang dalam keadaan hati bahagia karna besok ia akan berjumpa lagi dengan Naya. Malam ini ia tidur dengan membayangkan wajah indah Naya yang kini sudah memenuhi seluruh relung hati dan fikirannya.
........
__ADS_1
*** Bersambung ***