Penghianatan Cinta Naya

Penghianatan Cinta Naya
EPS#12


__ADS_3

Sedangkan di tempat yang lain Naya pun memikirkan Damar yang tadi siang ia lihat tengah makan siang dengan seorang perempuan. tentu hal itu menggoyahkan hati Naya.


" Ahhh apa mungkinn...." gumam Naya.


Ibu datang dan membuyarkan lamunan Naya yang tengah asik melamun di halaman belakang rumahnya sembari memberi makan ikan hias peliharaan nya.


" Nayyyyy, tolongin ibu dong"


" Apa buuu?" Naya pun segera bangkit dan menghampiri sumber suara.


" Tolong ini nanti dianterin ke rumah bu Rita yaa" titah sang ibu sembari memasukkan beberapa toples kue kering kedalam tas.


" Banyakk banget bu?" Tanya Naya sembari membantu ibu memasukkan kue ke dalam tas.


" Iyaa ini pesanan bu Rita. nahh yang inii khusus buat Damar yaa" ucap bu Linda sembari menunnjukan satu tas kecil berisi kue untuk Damar.


" Hmmm iyaa bu iyaa. nanti sore aja yaa habis asar aku anterin pesanannya"


" Iyaa gapapa nanti sore aja"


setelah menyelesaikan pekerjaannta Naya pun masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya. tak lama ia pun terlelap.


Naya dibangunkan oleh suara adzan Ashar yang berkumandang. Dengan segera ia bangun dan sholat.

__ADS_1


Selepas sholat Naya bergegas mandi karna ia teringat pesan ibunya untuk mengantarkan kue ke rumah Damar.


Selesai mandi Naya bersiap-siap. Karna hari ini tidak mau ribet akhirnya Naya memutuskan untuk memakai gamis hitam yang ia padukan dengan kerudung abu-abu.


Dengan segera ia melajukan motornya menuju ke kediaman Damar. Butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai ke kediaman Damar yang letaknya lumayan jauh dari rumah Naya.


Sesampainya di halaman depan rumah mewah itu Naya menurunkan kue pesanan bu Rita dan kue khusus untuk Damar.


Naya memencet bel rumah dan mengucap salam. setelah 2 kali mengucap salam akhirnta Naya mendapat balasan dari dalam rumah.


Seketika Naya terkejut mendapati laki-laki yang membukakan pintu dan menjawab salamnya tadi adalah Damar.


" Sore mass, maaf ganggu waktunya.....saya mau nganterin kue pesenan bu Rita." ucap Naya gugup sembari menahan debar dihatinya.


" Ahh iyaa terimakasih"


Merekapun melangkahkan kaki masuk kedalam ruang tamu yang cukup besar dan elegan.


" Silahkan duduk, saya panggilkan mama dulu" perintah Damar yang kemudian hendak pergi berlalu meninggalkan Naya untuk memberitahukan kedatangan Naya pada mamanya.


" Mass maaf, ini ada bingkisan kecil buat mas Damar" ucap Naya sembari menyodorkan bingkisan kecil kepada Damar.


" Terimakasih" ucapnya singkat. sedangkan dalam hatinyaa Damar merasa sangat senang karna mendapat bingkisan dari Naya, perempuan yang ia rindukan hari ini.

__ADS_1


" Itu bingkisan dari ibu kok mas hehe"


Damar sedikit merasa kecewa karna harapannya mendapat bingkisan kecil daru Naya ternyata salah.


" Sampaikan terimakasih ku pada Ibumu"


" Insyaallah saya sampaikan"


Damarpun berlalu meninggalkan Naya untuk menemui mamanya.


" Maa ada Naya di depan, katanya nganter pesenan kue mama" ucap Damar pada mamanya yang tengah asik nonton serial tv kesukaannya.


" Naya? mana anaknya, kenapa di depan, suruh masuk kesini" mama yang mendengar ucapan Damar pun langsung antusias.


Sebenarnya Naya sudah cukup sering datang ke rumah ini untuk mengantarkan pesanan kue bu Rita. Namun ia tidak pernah menemukan sosok Damar ketika ia melangkahkan kaki ke dalam rumah.


Menurut bu Rita, Damar adalah anak yang baik. hanya saja ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


sehingga ketika Naya mengantarkan kue ke rumah ini sering kali Naya menemani Rita untuk beberapa waktu sebelum pamit pulang.


........


*** Bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2