Penghianatan Cinta Naya

Penghianatan Cinta Naya
EPS#7


__ADS_3

Naya pun mengulurkan tangan kepada Damar sembari memperkenalkan diri " Naya" ucap Naya singkat yang di balas oleh Damar dengan senyuman.


" Salam kenal saya Damar, putra mama Rita"


Untuk sesaat merekapun saling pandang dengan senyuman. Hal itu membuat bu linda dan bu Rita bahagia.


Tiba-tiba dari dalam ruang keluarga terdengar teriakan dari adik Naya yang sudah berlari ke arah ruang tamu.


" Mbaa, sini temenin aku belajar!!" ketika sudah sampai di ruang tamu adik Naya pun terkejut karna ternyata banyak orang di rumahnya.


" Hallo om tante" Sapa Naila ramah pada Rita dan Damar sembari mencium kedua punggung tangan mereka bergantian.


" Cantik banget, siapa namanya" tanya Rita sembari mengelus kepala Naila.


" Nailaa tante. Maaf yaa tantee Naila ganggu, ya udahh Nailaa masuk dulu mau belajar lagi. Sampai ketemu lagi om tante"


Naila pun kembali masuk ke ruang keluarga meneruskan belajarnya.


" Nayyy duduk sinii, masa ada Nak damar sama mamanya kamu berdiri terus di situ" perintah bapak kepada Naya.


" Ehhh iyaa pakk, maaf"

__ADS_1


" Jadi gini Nayy, mama kesini mau ngenalin anak mama Damar ke kamu dan keluarga supaya kalian bisa kenal satu sama lain, dan dua keluarga bisa menjalin silaturahmi" ucap Rita membuka percakapan.


Naya hanya mengangguk dan tersenyum tanda mengerti dengan ucapan mama Rita.


" Damar ini anak mama sematawayang, dan mama pengen damar punya istri yang baik seperti kamu Nay"


Naya yang sedari tadi mendengarkan ucapan Rita pun sedikit terbelalak dengan ucapannya barusan.


"Apa maksud ucapan Mama Rita tadi untuk menjodohkan aku dan anaknya" batin Naya sembari mencerna ucapan Rita.


" Bagaimana Nayy, kamu tidak keberatan kan?" Tanya Rita kembali kepada Naya.


" Ehmm maaf tante, bukan maksud saya menolak. Tapi sayang ingin menyelesaikan kuliah saya dulu. setelah itu baru saya akan memberikan jawaban kepada mama Rita dan Mas Damar" ucap Naya sebaik mungkin supaya tidak menyakiti perasaan Rita dan Damar.


" Iyaa maa Damar rasa itu lebih baik"


" Ya sudahh ngobrolnyaa kita lanjut lain waktu, sekarang kita makan dulu. Nak Damar dan mama berkenan makan malam bersama kami kan?" Tanya bapak mencoba menyairkan suasana.


" Iyaa betull, sebaiknyaa kita makan dulu. Naya sudah masak banyak hari ini, sayang kan kalau ga di icipin" imbuh bu Linda.


Merekapun berlalu ke ruang makan untuk makan bersama, tak lupa Naila adik Naya juga ikut makan setelah menyelesaikan belajarnya.

__ADS_1


" Mari mbaa Rita nak Damar di icipi makanannya. ini semua yang masak Naya lho" ucap bu Linda sembari menyodorkan beberapa makanan kepada Rita dan Damar.


" Benar dik ini yang masak Naya? kalau gituu mama akan mencicipi semuaa makanan inii kalau yang masak Naya" imbuh Rita.


Setelah mengambilkan makanan untuk bapak, ibu, dan mama, Naya menawarkannya kepada Damar.


" Mas mau saya ambilkan makanan juga?" tanya Naya kepada Damar.


" Boleh kalau tidak merepotkan"


Naya pun mulai mengambilkan nasi dan lauk pauk serta sayur kedalam piring milik Damar.


" Segini cukup mas?" Tanya Naya perlahan karena Damar duduk tepat di sebelah kanan Naya.


" Sudahh cukup. terimakasih" ucap Damar sembari menerima piring dari Naya.


Mereka pun makan malam dengan tenang di selingi beberaa obrolan ringan dan canda tawa.


" Lihatt dikk, mereka serasi yaa duduk bersanding begitu" ujar Rita sembari menatap Naya dan Damar yang duduk bersebelahan.


Naya yang mendengan ucapan Mama Rita menjadi tersipu malu dan memerah. Sedangkan Damar hanya tersenyum sembari meneruskan makannya.

__ADS_1


............


*** Bersambung ***


__ADS_2