
" Kenapa ga kamu coba deketin diaa duluan sihh Mar. Lagian dia kan perempuan, pasti gengsii kalau deketin kamu dulu"
" Memangnya dia belum punya pacar, kok mama ngotot bangett mau jodohin Damar sama dia"
" Yaa setau mama dan kata ibunya sih dia ga punya pacar selama ini"
" Ya udahh iyaa, besok Damar coba kenalan sama anak temen mama ituu, mama atur ajaa semuanya" balas damar karena sudahhlelah berdebat dengan ibunya.
**
" Nayy, besok sore kamu ga ada acara kemana-mana kan?"
Ibu memulai obrolan di dapur yang hanya ada mereka berdua sembari memasak makan malam untuk keluarga.
" Naya ada janji sama Sari bu besok"
" Harus banget yaa Nay?ga bisa di undur janjimu sama Sari?ayolahh bantu ibu besok sore, temen ibu ada yang mau ke rumah. Masa kamu tega sih biarin ibu nyiapin semuanya sendiri"
" Yaa sorenya sebelum pergi Naya bantu ibu siap-siap, baru habis itu Naya pergi ketemu Sari"
" Terus nanti yang bantu ibu beresin siapa? Besok kamu ga usah kemana-mana yaa, di rumah aja nemenin ibu!! ada tamu mau dateng"
" Tapi buuu!!! "
" Ga ada tapi yaa sayang " ucap ibu yang memegang dagu Naya dan berlalu meninggalkannya di dapur.
"Ahhh ibuu " batin Naya yang masih membereskan dapur sisa masak mereka.
**
__ADS_1
Too bu Rita
"Mbaa, saya sudah sampaikan ke Naya, besok dia ga akan kemana-mana jadi mba Rita sama Damar bisa silaturahmi ke rumah besok"
Too bu Linda
"Alhamdulillah dikk kalo gitu, seneng saya dengernya. Besok saya silaturahmi dengan Damar ke rumah yaa dik, seoga mereka cocok"
Too bu Rita
"Aamiin mbaa"
Too bu Linda
" Aamiin dikk, ga sabar nunggu besok saya dik. Sampai ketemu besok ya dik"
Too bu Rita
Damar yang baru saja pulang langsung disambut oleh sang ibu di ruang tamu.
" Gimana kerjaanmu hari ini?"
" Alhamdulillah lancar maa" jawab damar sembari merebahkan tubuhnya di sofa dengan bantal kaki sang mama.
" Besok kamu udahh janji kan besok ikut mama ke rumah temen mama" jawab Rita sembari mengelus kepala putra semata wayangnya itu.
" Iyaa maa besok Damar janji ikut mama"
**
__ADS_1
" Nayy anterin ibu ke pasar yuk" pinta sang ibu sembari melipat mukena selepas sholat subuh berjamaah mereka.
" Iyaa bu" jawab Naya singkat.
Sesampainya di pasar Naya sudah pasti langsung mengekor pada sang ibu untuk membantu membawakan barang belanjaan mereka.
" Buu ini belanjaannya udah banyak banget, mau buat makan berapa minggu sih. Naya udah capek nih bu bawanya" protes Naya yang sudahh merasa kesusahan memba belanjaan sang ibu yang memang banyak.
Ibu sengaja berbelanja banyak hari ini karena akan menyambut kedatangan Damar dan mamanya.
" Iyaa Nay 1 bahan lagi yaa, habis itu kita pulang"
" Kalo kurang 1 lagi mending Naya balik ke motor, nanti ibu keluar bisa langsung pulang"
" hmm iyaa dehhh Nayy kamu ke motor aja sekalian naruh barang belanjaan"
" Okeee buu"
Naya pun berlalu meninggalkan sang ibu dan berjalan ke tempat tadi ia memarkirkan motornya. Setelah menaruh barang belanjaannya Naya pun berusaha mengeluarkan motornya dari parkiran, namun sulit karna memang jarak motor satu dan yang lain sangat berdekatan.
" Sini biar saya bantu"
Naya di kagetkan dengan suara yang muncul di belakangnya dan seketika menoleh.
" Kamuuu"
...........
*** Bersambung ***
__ADS_1