Penghianatan Cinta Naya

Penghianatan Cinta Naya
EPS#17


__ADS_3

Dalam hatinya iaa bersyukur kemarin sempat menunjukan foto yang ia ambil bersama Damar dan mama Rita keada Sari saat berkunjung kemarin, sehingga iaa dapat mengetahui hal semacam ini.


Naya masih terus menunggu kedatangan Damar bahkan sampai jam menunjukan pukul 09.30 malam. Naya berniat meminta penjelasan atas apa yang dilaporkan oleh sahabatnya itu. Namun sayang bahkan sampai pukul 11.05 malam Damar belum juga muncul. Bahkan memberi kabar pun tidak.


" Apa dia sudah melupakan janjinya denganku karna tengah asik bercumbu dengan wanitanya itu" gerutu Naya seraya melepaskan pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian rumahan biasa.


Karna lelah, bosan dan merasa kecewa akhirnta Naya memilih memejamkan matanya dan pergi ke alam mimpi.


**


" Kamu gapapa Cin? habis pertemuan di hotel tadi kamu masih saja pucat. Aku antar ke dokter yaa" tanya Damar pada Cinta saat di dalam mobil hendak meninggalkan area hotel.


Cinta memang nampak pucat sejak datang bersama Damar tadi, tapi ia terus saja bersikeras bahwa tidak apa-apa.


selama meeting Cinta berusaha kuat, namun setelah selesai dan hendak meninggalkan hotel tubuhnya terhuyung tidak kuat berdiri setelah keluar dari pintu lift.


Damar yang ada di dekatnya refleks merangkul Cinta agar tidak jatuh dan memapahnya keluar hotel untuk diantar pulang.

__ADS_1


" Tidak usah pak tidak apa-apa..nanti merepotkan bapak" sergah Cinta pada Damar.


" Saya ga mau karyawan saya sakit saat bekerja, saya antar kamu ke dokter sekarang juga. " Damar pun dengan segera melajukan mobilnya ke salah satu rumah sakit miliknya yang kebetulan ada di sekitar hotel tempat ia melakukan meeting.


Setelah dokter selesai memeriksa Cinta, Dodi selaku dokter dan sahabat Damar berbicara serius di ruang tertutup tanpa Cinta di sana.


" Broo, itu istri lu?" Tanya Dodi pada Damar dengan nada sedikit terkejut.


" Bukan lah, nikah aja belom masak udah punya istri...itu sekertaris gue yang baru" sergah Damar santai.


" Cuma apa? kalo ga sakit kenapa dia pucet gitu"


" Dia...Hamil bro. Bukan lu kan bapak dari anak di perutnya?" Tanya Dodi hati-hati karna takut sahabatnya tersinggung.


Yang Dodi tahu Damar adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Jadi Dodi pun tidak berburuk sangka terhadapa Sahabatnya ini.


" Enakk aja, guaa kenal dia aja baru beberapa hari masak udah hamil aja... emm tapi setauku di cv lamarannya diaa masih single bro belom nikah, kalo kawin sih ga tau" Jawab Damar santuy.

__ADS_1


" ya udah cuma itu yang mau gue tanyaiin, dahh sana anter pulang kasian anak orang" Ucap Dodi sembari berlalu meninggalkan Damar.


Dengan ragu Damar pun melangkahkan kakinya ke dalam ruangan yang di tempati oleh Cinta. Ia duduk dengan perlahan di kursi samping ranjang sambil menatap Cinta dengan perasaan iba namun juga tidak suka dengan sikapnya yg selalu saja menggodanya.


Cinta perlahan membalikkan badannya menghadap Damar dan mulai meneteskan air matanya.


Tanpa kata Damar menepuk tangan Cinta dengan rasa iba seolah ikut merasakan apa yang cinta rasakan.


Cinta yang hanya bisa terus menangis tanpa bisa berkata tidak henti meneteskan air mata di pipinya yang putih dan mulus itu.


Damar memutuskan membawa Cinta untuk kembali ke rumahnya setelah ia merasa lebih baik.


sesampainya di halaman rumah Cinta ternyata sudah ada seorang ibu yang sudah cukup berumur tengah menunggu kedatangan Cinta sedari tadi.


...........


*** Bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2