
" Hahhhh?"
"Kenapa sihh kayak liat setan aja"
" Tapiii....."
" Ga ada tapi, mana ibu aku mau pamit"
" Iyaa sebentar tak panggilin"
**
Sore hari nya Rama benar-benar datang lagi ke rumah Naya.
Dan sore ini bapak juga ada di rumah, tentu Rama langsung duduk dengan bapak untuk mengobrol dan meminta ijin.
" Jadi begini pak, saya dan Naya memang baru berkenalan...Namun saya punya niat serius dengan putri bapak. kalau di ijinkan saya ingin mengajak Naya bertemu kedua orang tua saya sore ini pak" ucap Rama pada bapak setelah berbicara ngalor ngidul.
" Ya monggo, silahkan...kalian sudah sama besarnya. Bapak hanya bisa mendokan jika itu yg terbaik...semua keputusan ada di tangan kalian sendiri" ucap bapak bijak sebagai orang tua.
" Terimakasih pak"
Dan di saat bersamaan Naya sudah muncul di ambang pintu rumahnya dengan pakaian yang sopan dan rapi serta membawa kue titipan ibu untuk orangtua Rama.
Naya yang melihat Rama dan Bapak sedang serius berbicara langsung menatap mereka seolah menyiratkan pertanyaan besar apa yang mereka bicarakan tadi.
" Udah siap Nay?" Tanya Rama begitu melihat Naya.
" Udahh, mau pergi sekarang?"
" Iyaa...pakk saya pamit bawa Naya sebentar ya, titip salam buat ibu dan adik"
" iyaa hati hati kalian, titip salam juga buat keluarga di rumah"
Mereka berdua pun mencium punggung tangan bapak dan berlalu pergi.
__ADS_1
" Kamu ngomongin apa sama bapak tadi" tanya Naya yang penasaran.
" Ngomingin kamu"
" ihh ngeselin"
" Kok ngeselin, jangan cemberut gituuu ntar make up mu pecah-pecah lhoh"
Goda Rama yang melirik sekilas kepada Naya.
Tak lama mobil Rama pun memasuki halaman rumah yang luas, dan berhenti tepat di depan rumah gaya Klasik jawa.
" Ini rumah mu?"
" Iyaa, ayoo turun aku kenalin sama ibu"
Naya hanya mengangguk dan mengikuti langkah Rama di depan.
" Ayo masuk, aku panggilkan ibu"
Tak lama Naya menunggu di ruang tamu rumah klasik itu Rama sudah kembali dengan seorang perempuan yang nampak lebih tua beberapa tahun dari ibu dan bapak Naya.
Naya yang melihat kedatangan mereka segera berdiri menyambut dan memberi salam serta mencium tangan perempuan itu.
" Naya tante" ucap Naya sopan.
" Cantik sekali, nama tante Nadin, panggil bunda aja yaa jangan tante"
" Iyaa tante"
" Tuhh kan tante lagi...Oyaa tunggu sebentar yaa bapak sedang keluar ada perlu, sebentar lagi pasti pulang"
"Iyaa bunda, hehe..maaf ya bunda"
"Iya sayang gapapa...udah semester berapa kamu? kata Rama kamu kuliah di tempat Rama juga ya?"
__ADS_1
" Iyaa bunda, saya udah semester 7 bunda"
" Wahh alhamdulillah sebentar lagi selesai yaa"
"Iya bunda, minta doanya yaa bunda supaya Naya bisa segera menyelesaikan kuliah Naya dengan baik"
" Aamiin sayang, bunda pasti mendoakan yang terbaik buatmu" ucap Nadin lembut seraya menggenggam tangan Naya.
Naya yang merasakan kelembutan ibu Rama pun merasa nyaman dan bahagia.
Mereka ber 3 asik ngobrol ngalor ngidul sampai bapak pulang.
Bapak pun menerima Naya dengan baik dan senang hati.
Naya yang juga di terima dengan baik ikut merasa senang dan bahagia.
" Naya pamit yaa yahh.... bunda" ucap Naya sembari mencium kedua punggung tangan mereka secara bergantian.
" besok jangan kapok main kesini lagi yaa, bunda masih seneng ada kamu disini ada temen ngobrol"
" Iya bunda insyaallah"
Rama pun akhirnya mengantar Naya kembali pulang.
Saat berhenti di per 4 lampu merah, ada sepasang mata yang mengawasi Naya dengan tatapan kecewa...
.........
*** Bersambung ***
HAIIIII READERSSSS
BANTUY LIKE DAN KOMEN YA BIAR AOUTOR LEBIH SEMANGATTT😍😍
INI KARYA PERTAMA AUTOR, JADII BANTU SEMANGATT DAN BERI KRITIK DAN SARAN YANG MEMBANGUN YAAAA
__ADS_1
LOVE U KALIANN SEMUAAA YANG SUDAH MENYEMPATKAN MAMPIR DAN MENINGGALKAN JEJAK😘😘😘😘