Penghianatan Cinta Naya

Penghianatan Cinta Naya
EPS#8


__ADS_3

Naya yang mendengan ucapan Mama Rita menjadi tersipu malu dan memerah. Sedangkan Damar hanya tersenyum sembari meneruskan makannya.


" Owh iyaa Nay, mama boleh tanya sesuatu ?" ucap mama Rita yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Naya.


" Ehmm, kamu belum punya pacar kan Nay?" tampak harapan di wajah Rita agar Naya menjawab bahwa ia belum memiliki kekasih


" Belum tante" jawab Naya yang langsung menggelengkan kepalanya dan disambut senyuman oleh Rita.


Akhirnyaa merekapun menyelesaikan makan malam bersama. Rita dan Damar pun pamit meninggalkan kediaman Naya.


**


" Marr, gimana?" mama membuka percakapan dengan Damar di dalam perjalanan pulang.


" Baik, cantik, dan sepertinya telaten" jawab Damar singkat dan datar.


" Alhamdulillah mama punya harapan kalo gitu" jawab mama dengan antusias dan gembira.


**


Sementara di kediaman Naya, ia pun mendapat pertanyaan yang sama dari ibunya. Naya pun menjawab sekedarnya saja agar sang ibu tidak terus memberikan pertanyaan kepadanya.


Setelah selesai membereskan sisa makan dan mencuci piring, Naya pun bergegas masuk ke kamarnya karena sudah merasa lelah.


*Drttt, drttt


"siapa sihh malem-malem gini telfon*" batin Naya sembari melihat ke layar hp nya.

__ADS_1


" Nomer siapa ini?" tanya Naya pada dirinya sendiri. Setelah berfikir beberapa saat akhirnya Naya memberanikan diri mengangkat ponselnya.


" Hallo, maaf siapa ya" Sapa Naya dalam telfonnya.


" Hallo juga. Salam kenal, aku Rama. Cowo yang udah lu tabrak berkali-kali dan lu kira tukang parkir" ucap Rama dari sebrang telfon.


Mendengar ucapan Rama baru saja membuat Naya merasa malu dan tidak enak hati.


" Ahhh iyaa iyaa maaf aku lupa"


" Udahh gitu doang?"


" Teruss mau apa lagi?"


" Kenalin diri kek, masa gue ga tau nama lu"


" Hmm iyaa iyaa, nama ku Naya. gimana sudah cukup?"


" Bodo amatt, kalo ga suka yaa udahh ga usah kenal"


tutt, tuuttt, tutttt


Seketika Naya mematikan panggilan telfonnya dan segera merebahkan dirinya karena sudah merasa lelah.


**


" Menarikkk, cewe yang cantik, lucu, dan keras kepala. hehe" ucap Rama pada dirinya sendiri setelah panggilan telfonnya di tutup tiba-tiba oleh Naya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang iapun mengirimkan pesan kepada Naya


Too Naya


" Jutek amat jadi cewe, ntar ga laku lhoh kalo jutek gitu"


Naya yang menerima pesan singkat dari nomor Rama pun malas meladeninya dan hanya membiarkan saja pesan itu tanpa membalasnya. Karena sudah sangat lelah akhirnya Naya pun tertidur.


**


Damar yang seperti pagi sebelumnya bersiap akan berangkat ke kantornya hari ini. Ntahh mengapa setelah berkenalan dengan Naya kemarin malam suasana hati Damar jadi sangat bahagia.


" Apa aku tertarik dengan gadis itu" ucap Damar sembari berdiri di depan cermin dalam kamarnya sembari mengenakan dari biru kesukaanya. " Ahhh apa iyaa aku yang baru bertemu dengan nya sudah langsung jatuh cinta" sanggah Damar tak ingin berlama-lama membayangkan Naya.


Setelah selesai bersiap Damarpun turu untum sarapan beraama sang mama di meja makan.


" Pagii maa" sapa Damar sembari berjalan menghampiri mamanya yang sudah lebih dulu sarapan.


" Pagii sayang" balas mamanya yang menengok kedatangan Damar.


" Sarapan apa ma?" Tanya Damar sembari meliahat meja makan yang terseria nasi goreng, telur mata sapi, roti dan aneka selai.


" Mama sihh lebih pilih nasi goreng, kamu mau roti?"


" Engga ma, Damar makan nasi goreng aja" kemudian Damarpun mengambil beberapa sendok nasi ke piringnya dan segera melahapnya.


Pagi ini dan seperti pagi sebelumnyaa sunyi sepi dengan pikiran masing-masing ketika sarapan.

__ADS_1


............


*** Bersambung ***


__ADS_2