Penghianatan Cinta Naya

Penghianatan Cinta Naya
EPS#1


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Naya akan berangkat ke kampusnya untuk melakukan bimbingan tugas akhirnya. Setelah selesai mandi dan sarapan Naya pun berpamitan kepada kedua orangtuanya.


" Buu, Naya pergi dulu ya. nanti setelah bimbingan Naya ada janji bertemu Sari buat benerin revisian Skripsi" ucap Naya yang sudah duduk di jok motornya sembari mengenakan helm.


" Iyaa, kalo sudah cepetan pulang. hati-hati dijalan" balas ibu Naya


Tiba-tiba dari dalam terdengar suara.


" Inget pulang jangan bawa tangan kosong"


yaa suara siapa lagi kalau bukan adik Naya yang baru berusia 6 tahun, adik yg cukup menggemaskan untuk Naya karna di usianya yang sudah remaja dia harus mempunyai adik kecil kala itu. Namun Naya tetap saja sangat mencintai adiknya itu karena dapat menjadi obat lelahnya dan penghiburnyaa dikala suntuk.


" Heyyy, mba kan pergi belajar. mana ada oleh-oleh" balas Naya dari atas motornya.


" Ga mau tau, pokoknya nanti pulang harus bawa jajanan yang enak" celoteh adik Naya yang bernama Naila.


" Bodo amatt, dahh aku pergi dulu. Assalamualaikum" ucap naya sembari berjalan pergi meninggalkan rumahnya.


***


Sesampainya di kampus Naya segera memarkirkan motornya di tempat yg menurutnya strategis. Lalu Naya pun berlalu menuju ruang dosen pembimbingnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah dah sampe, semoga bu Ana belom dateng jadi aku masih dapat menemuinya sebelum kelas dimulai" ucap Naya sembari mendudukan pantatnya di sebuah kursi tunggu di sepanjang lorong kampusnya. Naya memilih duduk di dekat ruang bu Ana, dosen pembimbingnga agar dapat terlihat ketika bu Ana akan masuk ke ruangannya. Naya memang sengaja berangkat pagi sekali agar dapat menemui dosennya pagi ini.


Setelah menunggu kurang lebih 30 menit,Naya melihat bu Ana tengah berjalan dari ujung lorong akan menuju ke ruangannya.


"Selamat pagi bu Ana" sapa Naya kepada dosennya


"Pagi juga Naya" balas bu Ana


"Maaf bu mengganggu waktu ibu, apa hari ini saya dapat melakukan bimbingan dengan ibu?" tanya Naya yang berusaha berucap sebaik mungkin agar dia mendapat celah untuk melakukan bimbingan.


"Oiya bisa, mari ikut saya keruangan saya sekarang" ucap bu Ana sembari tersenyum


**


"Terimakasih bu atas bimbingan ibu, segera akan saya perbaiki tugas saya. Saya pamit ya bu, Assalamualaikum" ucap naya sembari membereskan laporannya dan berpamitan pergi meninggalkan ruang dosen tersebut.


"Alhamduliah lancar, semogaa aku segera menyelesaikan studyku tahun ini, aamiin" batin Naya sembari berjalan menuruni tangga untuk pergi ke perpustakaan menemui Sari.


Naya berjalan sambil menatap ponselnya untuk memberi kabar pada Sari.


too Sari

__ADS_1


'Sarrr, aku dah selesai bimbingan. Aku otw ke perpus yaaa'


too Naya


' okee, aku tunggu. Cepetannn ga pake lamaa'


Tanpa sadar ada seorang laki\-laki yang tengah berjalan dari arah kanan Naya dengan tergesa\-gesa sehingga menabrak Naya dan....


*B*rukkkkk


" Awww, sakittt" sambil mengusap lengannya yang bersenggolan dengan laki-laki tadi Naya menatap ke arah orang yang sudah menabraknya.


"maaf, maaf aku sedang buru-buru. Kamu gapapa kan?" tanya laki- laki itu sembari berusaha membantu Naya berdiri.


" iyaa aku gapapa, maafin aku juga jalan ga liat-liat" balas naya sembari menerima uluran tangan laki-laki itu.


"Ya sudah kalau kamu gapapa, aku pergi duluan karna sedang ada urusan, sekali lagi maafkan aku" ucapnya yang kemudia berlalu meninggalkan Naya


Naya pun hanya mengangguk dan segera beranjak dari tempatnya untuk menemui Sari yang sudah menunggunya di perpustakaan.


*** bersambung yaaa ***

__ADS_1


__ADS_2